Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
Ilustrasi Puan Maharani (Foto: Merdeka.com)
Dream - Beberapa tempat wisata kini sudah mulai dibuka usai adanya perbaikan dalam pengendalian Covid-19 di daerahnya. Penurunan status level PPKM yang disambut dengan berjalannya roda ekonomi masyarakay disambut Ketua DPR RI Puan Maharani.
Meskipun kasus terus melandai, Puan mengingatkan seluruh pemangku kebijakan tetap waspada terhadap revenge travel/tourism (balas dendam wisata) supaya tidak kontra produktif terhadap penanganan Covid-19.
Menurut Puan, banyak warga yang saat ini sudah suntuk hingga stres karena kurang liburan akibat pandemi Covid-19. Namun jangan sampai perbaikan kondisi penanganan kali ini menjadi ajang balas dendam hingga menimbulkan klaster baru.
" Ini tentu baik bagi wisatawan dan juga industri wisata. Tetapi perlu dijaga agar balas dendam wisatawan ini jangan sampai bablas," ujar Puan Maharani, Senin, 20 September 2021
Ketua DPR RI itu meminta seluruh pihak mulai dari pusat hingga daerah supaya tidak kendor dalam menerapkan protokol kesehatan.
Sejak destinasi wisata banyak yang kembali beroperasi, diharapkan protokol kesehatan tetap diperketat mulai dari perjalanan sampai ke lokasi wisata. Berbagai fasilitas pendukung, seperti penginapan, tempat makan, tempat ibadah hingga toilet juga tetap harus ketat menerapkan protokol.
" Jangan sampai kita kecolongan atau abai prokes di titik-titik yang justru rawan penularan. Kalau perlu jangan lepas masker, sekalipun saat berfoto-foto di tempat wisata," ucap Puan.

Politikus PDIP itu juga menjelaskan, pengelola tempat wisata harus mengikuti anjuran pemerintah terkait kapasitas pengunjung.
Pihaknya meminta pengelola menerapkan aturan tentang adaptasi kebiasaan baru tempat wisata dari Kementerian Kesehatan yang mengatur soal perilaku hidup sehat di objek wisata, kebersihan lingkungan, toilet, hingga sirkulasi udara.
Puan juga menambahkan, para pelaku usaha di tempat wisata juga harus memenuhi standar kebutuhan pengunjung sesuai panduan pelaksanaan cleanliness, health, safety, and environmental sustainability (CHSE), yang sudah dikeluarkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dengan mengikuti pedoman dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan World Travel and Tourism Council (WTTC).
" Bagaimanapun tetap harus ada pengawasan untuk prokes supaya tidak bablas. Namanya di tempat wisata, banyak orang lagi bersenang-senang, potensi abai prokes pasti tinggi," tegasnya.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa