Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Perusahaan Ini Pasang Timer Di Toilet Kantor. (Foto: Oddity Central)
Dream – Perusahaan teknologi, Kuaishou, belakangan ini memantik amarah warganet. Perusahaan berbasis di Beijing, Tiongkok, ini memasang penghitung waktu (timer) di kamar mandi.
Dikutip dari Oddity Central, Sabtu 31 Oktober 2020, sebuah foto yang diunggah di internet menunjukkan timer digital yang tergantung di setiap bilik toilet. Tak hanya itu, terpasang juga sensor mini yang terpasang di bilik toilet. Sensor ini yang akan memulai penghitung waktu. Foto ini menjadi viral di internet.
Melihat ada fitur aneh di toilet membuat warganet murka. Mereka menuding perusahaan sengaja mengawasi dan menghitung waktu setiap pekerjanya.
Perusahaan juga dituding menggunakan cara licik ini untuk meningkatkan produktivitas karyawan dan keuntungan.
Pemasangan timer ini menuai pro dan kontra di kalangan warganet. Warganet yang menolak pemasangan penghitung waktu menilai itu adalah pelanggaran hak karyawan.
Yang menolak menilai penghitung waktu ini bisa memperkecil kesempatan karyawan untuk bermain ponsel selama di toilet.
Kuasihou angkat bicara tentang polemik penghitung waktu di toilet. Perusahaan ini menyebut pemasangan timer ini bertujuan untuk mengatasi masalah toilet.
Dikatakan bahwa kantornya kekurangan toilet. Untuk itu, dipasanglah penghitung waktu untuk menghitung seberapa banyak orang menggunakan bilik toilet dan berapa lama waktu yang dihabiskan.
Dengan begitu, perusahaan bisa menentukan berapa banyak toilet portable yang bisa dipasang untuk mengakomodasi staf.
Tapi, penjelasan ini tidak memuaskan warganet. Mereka tetap menuding perusahaan hanya tertarik untuk meningkatkan keuntungan dengan beragam kepentingan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya