Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: Twitter)
Dream - Jika bepergian ke luar negeri dan menemukan tanda 'SSSS' di boarding pass, maka siap-siaplah menghadapi pemeriksaan keamanan ekstra ketat. Mungkin juga penundaan yang cukup menjengkelkan.
Tanda tersebut biasanya dibubuhkan di boarding pass untuk penerbangan ke Amerika Serikat (AS). SSSS sendiri adalah singkatan dari Secondary Security Screening Selection.
Jika ada tanda SSSS itu, maka penumpang akan menjalani proses pemeriksaan keamanan yang lebih ekstensif sebelum menaiki pesawat. Pemeriksaan bisa memakan waktu hingga setengah jam.
Proses yang biasanya melibatkan penggeledahan barang bawaan dan badan serta pemeriksaan identitas itu dilakukan oleh Administrasi Keamanan Transportasi (Transportation Security Administration/TSA).
© Dream
TSA menegaskan pemberian tanda SSSS dipilih secara acak. Tetapi, laman Lifehacker menyebut sebaliknya. Banyak juga yang diperiksa secara ekstra ketat karena tidak ada tanda itu di boarding pass mereka.
Lifehacker bahkan melaporkan penumpang yang membeli tiket satu arah atau membayarnya secara tunai bisa mendapat boarding pass bertanda SSSS. Selain itu, seorang penumpang yang tidak bisa mencetak boarding pass saat di bandara juga bisa terjaring pemeriksaan ekstra ketat oleh TSA.
Seth Weinstein, seorang pejabat Bea Cukai AS, mengatakan Departemen Keamanan Dalam Negeri dan Customs and Border Protection menggunakan Terrorist Screening Database yang dikelola oleh Terrorist Screening Center. Data itu untuk menentukan siapa yang memenuhi syarat untuk mendapat tanda SSSS.
Jika tidak lolos dalam pemeriksaan keamanan tersebut, maka penumpang ditolak naik pesawat.
© Dream
Skema ini diperkenalkan setelah terjadi serangan teror pada 11 September 2011 silam. Cara ini ditempuh untuk membantu petugas keamanan memantau orang-orang yang berpotensi mengancam keamanan negara saat memasuki atau meninggalkan AS.
Tetapi, penumpang bisa meminta untuk dikeluarkan dari daftar SSSS dengan mengirimkan dokumentasi dan bukti kepada Traveller Redress Inquiry Program.
Pencegahan yang diterapkan TSA ini cukup mengganggu para penumpang dari dan menuju AS sehingga banyak yang mengeluh di media sosial.
Touring Tony yang sering melakukan perjalanan udara menulis cuitan bernada keluhan di akun Twitter miliknya.
" TSA, mengapa kamu membubuhkan SSSS kepadaku setiap kali aku pergi ke Timur Tengah? Ayolah, tidak bisakah warga Amerika bepergian dengan bebas tanpa gangguan?"
(Sumber: metro.co.uk)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya