Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Toko Ini Menjual `peralatan Perang` Untuk Menghadapi Corona. (Foto: Oddity Central)
Dream – Selain mengancam kesehatan manusia, pandemi corona dilihat sebagai peluang bisnis bagi orang yang jeli. Dengan gaya hidup baru yang lebih sehat, pandemi Corona dimanfaatkan sebuah toko bernama Covid-19 Essentials.
Dikutip dari Oddity Central, Rabu 1 Juli 2020, toko ini berada di pusat perbelanjaan Aventura, Miami, Amerika Serikat. Menurut deksripsi, Covid-19 Essentials ini menjual segala pernak-pernik yang berhubungan dengan kebutuhan pelrindungan diri menghadap pandemik corona.
Toko ini menjual berbagai perlengkapan pencegahan seperti UV light sterilizers, dan hand sanitizer.
Manajer Covid-19 Eseentials, Nadav Benimetzky, mengatakan barang-barang tersebut sengaja disediakan untuk membantu masyarakat menghadapi pandemi corona.
“ Permintaannya ada. Semua orang mencari masker dan hand sanitizer dan apa pun yang berkaitan dengan Covid. Yang berkaitan dengan itu, kami punya,” kata Nadav.
Namun, pengelola toko ini malah mendapat banyak kritik warganet karena menjadikan pandemik corona untuk aji mumpung.
Kamu memang bisa menemukan “ serba-serbi” corona di sana, tapi harga yang ditawarkan tak murah terutama untuk kantong orang Indonesia. Dua botol sanitizer dihargai US$5,99 (Rp 85.421). Jika menginginkan hand sanitizer beraroma anggur, harganya senilai US$9 (Rp128.346).
Masker wajah sederhana dijual seharga US$29 (Rp413.560). Namun, jika ingin masker yang membuatmu tampil beda, kamu bisa merogoh kocek US$45 (Rp641.731) untuk sebuah masker Black Lives Matter atau masker kustom.
“ Orang-orang ingin maskernya dikustom selama beberapa menit. Mereka ingin mengekspresikasan fesyennya. Kami di sini untuk mengkreasikan maskernya dari A sampai Z,” kata Nadav.
Apalagi, memasuki pusat perbelanjaan, pengunjung diwajibkan menggunakan masker. “ Kalau masuk Aventura Mall, sebisa mungkin menggunakan masker yang fashionable. Jadi, kami membuat setiap masker yang kamu inginkan,” kata dia.
Setiap produk yang dijual toko ini, mulai dari masker sampai thermometer infrared, dijual dengan harga premium. Di pusat perbelanjaan ini memang tak ada banyak alternatif.
Ini yang membuat beberapa orang menerimanya sebagai konsekuensi New Normal.
“ Dengan semua situasi saat ini, itu seperti toko mainan. Tapi, itulah realitanya. Kita harus melindungi diri sendiri. Kita harus berhati-hati,”kata seorang pembelanja kepada WSVN.
Harga premium membuat warganet mengkritik bahwa toko itu mencoba mengeruk untung dari krisis pandemi. Menanggapi hal itu, Nadav memberi tahu pihaknya akan buka sepanjang produk yang dijual itu masih dibutuhkan masyarakat.(Sah)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya