Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Pixabay.com
Dream - Sepasang suami-istri di India menuntut anak dan menantunya karena tidak kunjung memberikan cucu. Pasangan bernama Sanjeev Prasad dan Sadhana Prasad ini mengaku sudah menghabiskan harta bendanya demi biaya hidup dan pernikahan putranya.
Lelah pengorbanan tak kunjung berbalas, pasangan ini menempuh jalur hukum agar putra dan menantunya segera memberikan cucu dalam waktu satu tahun.
Melansir Gulf News, Sanjeev dan Sadhana menuntut ganti rugi senilai US$650 ribu atau sekitar Rp9,5 miliar bila sang anak tak kunjung memberikan cucu dalam batas waktu yang ditentukan.
“ Putra saya telah menikah selama enam tahun tetapi mereka masih belum merencanakan punya anak. Setidaknya jika kami memiliki cucu untuk menghabiskan waktu bersama, rasa sakit ini bisa ditahan,” kata pasangan itu.
Rasa sakit itu rupanya disebabkan oleh ulah putra dan menantunya yang memilih tinggal sendiri dan terpisah dari keluarga.
Perlu diketahui, India memiliki sistem keluarga gabungan yang kuat dengan banyak generasi termasuk kakek-nenek, keponakan, bibi dan paman yang tinggal serumah.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir tradisi tersebut telah berubah. Banyak pasangan muda lebih memilih untuk menjauh dari orangtua atau saudara kandung mereka.
Sama seperti kasus ini, putra dan menantu keluarga Prasad memilih tinggal di rumah terpisah. Mereka terlalu sibuk bekerja daripada fokus memiliki anak.
Pengacara keluarga Prasad, Arvind Kumar, mengatakan tuntutan itu akan dilayangkan ke pengadilan di India utara pada 17 Mei.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya