3 Kondisi yang Membuat Tubuh Lebih Rentan Kena Flu

Reporter : Mutia Nugraheni
Kamis, 27 Februari 2020 06:48
3  Kondisi yang Membuat Tubuh Lebih Rentan Kena Flu
Pada beberapa kondisi, flu bahkan sampai membuat kta sampai lemas dan dehidrasi.

Dream - Musim hujan seperti sekarang, penyakit flu selalu datang dan pergi. Ada satu orang saja yang tertular di rumah, maka akan dengan mudah menulari yang lain. Pada beberapa kondisi, flu bahkan sampai membuat kta sampai lemas dan dehidrasi.

Menurut Pusat Pengendalian Penyakit dan Pencegahan (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) Amerika Serikat, kebanyakan orang dapat pulih dari flu dalam waktu kurang dari dua minggu.

Pada beberapa orang, flu dapat berisiko tinggi untuk berkembang menjadi sesuatu yang lebih serius seperti pneumonia atau bronkitis, yang mengharuskan seseorang menjalani rawat inap.

Memang, ada kondisi yang membuat seseorang sangat mudah terkena flu. Siapa saja?

 

 

1 dari 6 halaman

1. Memiliki penyakit kronis dan memiliki sistem kekebalan yang lemah

CDC mengatakan bahwa menangani kondisi kesehatan kronis seperti asma, penyakit jantung, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), diabetes, atau gangguan darah, hati, atau ginjal, punya risiko lebih tinggi terkena komplikasi terkait flu. Komplikasi ini dapat mencakup hal-hal seperti pneumonia, bronkitis, dan infeksi sinus dan telinga.

 Bolehkah Menggunakan Inhaler bagi Penderita Asma saat Puasa?© MEN

Saat tubuh mengatasi masalah kesehatan kronis, sistem kekebalan tubuh sudah kelebihan beban, dan karena beban kerja yang ekstra itu, maka akan memiliki lebih sedikit sumber daya yang tersedia untuk dicurahkan dalam melawan infeksi seperti flu.

Hal yang sama berlaku jika seseorang memiliki penyakit penurunan kekebalan seperti HIV/AIDS atau leukemia, atau jika seseorang menerima obat yang membahayakan kekebalan seperti kemoterapi, radiasi, atau kortikosteroid kronis.

 

2 dari 6 halaman

2. Usia di atas 50 tahun

Seiring bertambahnya usia, sistem kekebalan tubuh semakin sulit menangkal kuman berbahaya, dan seseorang dapat mengalami masalah kesehatan yang lebih kronis.

Ini meningkatkan kerentanan terkena flu dan memicu komplikasi seperti bronkitis, pneumonia, atau infeksi bakteri sekunder di atas virus flu. Hal ini sebabnya orang di atas 50 dianggap sebagai kelompok prioritas tinggi untuk vaksinasi flu.

 

3 dari 6 halaman

3. Anak kecil

Flu lebih cenderung terjadi pada anak-anak di bawah lima tahun (terutama di bawah 2 tahun), jika dibandingkan dengan anak-anak yang lebih tua atau orang dewasa. CDC menunjukkan karena sistem kekebalan tubuh mereka masih berkembang, dan belum bisa melawan infeksi.

 Batuk© Shutterstock

Kondisi tersebut meningkatkan kemungkinan bahwa kasus flu dapat berubah menjadi sesuatu yang lebih serius. Seperti pneumonia atau infeksi otak dan menyebabkan dehidrasi.

Laporan Lorenza Ferary/ Sumber: Liputan6.com 

 

4 dari 6 halaman

Ini Perbedaan Influenza dan Selesma

Dream - Musim hujan seringkali menyebabkan daya tahan tubuh menurun dan membuat hidung tersumbat. Sebagian orang bisa sembuh dalam beberapa hari tanpa pemberian obat.

Sedangkan yang lainnya justru mengalami sakit kepala, sakit tenggorokan dan gejala lainnya. Ternyata, kedua kondisi tersebut merupakan penyakit yang berbeda.

Menurut Ketua Indonesia Influenza Foundation, Cissy Kartasasmita, jika hidung tersumbat bisa sembuh dalam 3-5 hari, itu bukan influenza, melainkan common cold atau selesma.

 © Dream

" Biasanya, 3-5 hari common cold sudah berkurang. Sedangkan, influenza 3 hari tidak sembuh atau makin parah," ujarnya dalam acara Vaksinasi Influenza, Cara Tepat Hindari Gangguan Influenza Selama Musim Liburan di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Senin 25 November 2019.

 

5 dari 6 halaman

Selesma Bisa Sembuh Sendiri

Tidak seperti influenza, common cold atau selesma dapat sembuh tanpa mengonsumsi obat atau perawatan khusus lainnya. Common cold bisa sembuh dengan istirahat, makan dan minum yang cukup.

" Kalau selesma biasanya bisa sembuh sendiri saat daya tahan tubuh kita bagus. Bisa juga diberikan obat-obat simptomatis, salah satunya obat herbal dan istirahat yang cukup. Jadi, memang berbeda sama sekali," tambahnya.

 

6 dari 6 halaman

Gejala Influenza

Jika setelah 3-5 hari hidung masih tersumbat, bahkan merasa sakit tenggorokan dan sakit kepala, sebaiknya kamu berkonsultasi ke dokter serta melakukan pengobatan tertentu.

 Flu dan Batuk? Tak Perlu ke Dokter© MEN

" Sakit kepala itu salah satu gejala influenza. Kalau sakit kepala atau demam, artinya virusnya sudah mulai menyebar. Sebaiknya minum obat analgesik (penahan sakit kepala) atau paracetamol. Meski belum mengurangi semuanya, tapi bisa dikurangi," ujar Ketua Perhimpunan Alergi-Imunologi Indonesia, Iris Rengganis.

Untuk mencegah influenza ketika ke luar negeri di musim dingin, kamu juga bisa melakukan vaksinasi. Vaksinasi sangat efektif untuk mencegah dan meringankan dampak virus influenza.

Beri Komentar
Cara Samuel Rizal Terapkan Hidup Sehat Pada Anak