4 Kondisi Kesehatan yang Bikin Tubuh Sulit Melawan Virus Covid-19

Reporter : Mutia Nugraheni
Selasa, 24 Maret 2020 09:36
4 Kondisi Kesehatan yang Bikin Tubuh Sulit Melawan Virus Covid-19
Pada beberapa orang virus ini bisa memicu komplikasi serius, sementara ada juga yang sembuh dengan sendirinya.

Dream - Penyakit akibat virus corona (Covid-19) termasuk self limiting disease. Artinya, virus tersebut bakal hilang dengan sendirinya dengan perlawanan dari sistem kekebalan tubuh, meski tanpa obat khusus.

Kuncinya adalah dengan menjaga sistem imunitas bekerja dengan baik. Sayangnya, kondisi tersebut tak berlaku pada setiap orang. Khususnya pada mereka yang memiliki masalah kesehatan tertentu.

Data mengungkap bahwa beberapa orang berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi kesehatan serius dari virus corona. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), ini termasuk orang yang memiliki kondisi kronis serius seperti penyakit jantung, diabetes, paru-paru, dan kondisi kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan.

Seperti apa komplikasi yang timbul? Simak penjelasannya

 

1 dari 7 halaman

1. Penyakit Jantung

Menurut Willian Li, MD, ilmuwan  dan penulis Eat to Beat Disease, orang dengan penyakit jantung cenderung memiliki masalah mendasar lainnya seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, dan paru-paru yang melemahkan sistem pertahanan kesehatan tubuh terhadap infeksi virus.

 Virus Corona© Shutterstock

Demam yang dikaitkan dengan COVID-19 menambah ketegangan pada tuntutan metabolisme tubuh, membuat jantung yang sudah lemah jadi melemah.

" Pneumonia yang biasanya terlihat dengan COVID-19, membuat paru-paru lebih sulit untuk mengoksigenasi darah, ini membuat jantung semakin stres, plus peradangan yang disebabkan oleh infeksi dapat merusak lapisan pembuluh darah di mana jantung memompa darah" jelas Li

 

2 dari 7 halaman

2. Penyakit Pernapasan Kronis

Penyakit pernapasan kronis atau Chronic Respiratory Disease (CRD) meliputi asma dan hipertensi paru. Orang dengan CRD harus sangat waspada dengan virus corona karena kemungkinan akan terkena pneumonia.

 Penyakit asma© Shutterstock

" Pneumonia membahayakan paru-paru, pada pasien yang sudah memiliki penyakit pernapasan kronis, itu bisa mematikan," kata Dr. Li.

 

3 dari 7 halaman

3. Diabetes

Beberapa waktu lalu, aktor Tom Hanks mengungkapkan di Instagramnya bahwa dia dan istrinya, Rita Wilson, dinyatakan positif COVID-19. Dia sebelumnya mengatakan bahwa dia menderita diabetes tipe 2, yang berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi serius dari virus Covid-19.

 Diabetes© Shutterstock

Kondisi yang membuat virus itu berbahaya bagi penderita diabetes yaitu, karena sistem kekebalan tubuh terganggu maka sulit bagi tubuh untuk melawan virus corona. Virus juga dapat berkembang ketika kadar glukosa darah tinggi.

" Jika memiliki infeksi virus, itu bisa menjadi pneumonia lebih mudah, karena diabetes itu sendiri adalah penyakit radang," ujar Maria Pena, MD, Direktur Layanan Endokrin di Mount Sinai Doctors Forest Hills.

IDF (International Diabetes Foundation) menyarankan pencegahan virus corona bagi orang yang menderita diabetes selain mencuci tangan dengan sabun adalah dengan memantau kadar glukosa darah.

 

4 dari 7 halaman

4. Depresi dan Kecemasan

Covid-19 tidak hanya menyerang orang-orang yang memiliki kondisi fisik yang terganggu, tapi juga dapat berdampak serius pada orang yang memiliki masalah kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi.

  5 Tanda Anda Mengalami Stres Akut© MEN

" Ketakutan terhadap virus dan semua perubahan yang ditimbulkannya mendorong tingkat kecemasan untuk semua orang, tetapi bagi orang yang memiliki gangguan kecemasan itu jauh lebih buruk," kata Gail Saltz, MD, Professor di Psikiatri di NY Presbyterian Hospital Weill-Cornell Fakultas Kedokteran.

Dia menambahkan bahwa jarak sosial, karantina, dan kehilangan struktur pekerjaan atau sekolah juga dapat meningkatkan gejala kecemasan dan depresi dan meningkatkan perasaan kesepian.

Dengan berolahraga selama 30 menit setiap hari dan melakukan teknik relaksasi seperti pernapasan dapat membantu mencegah kecemasan.

Laporan Cindy Azari/ Sumber: Health

5 dari 7 halaman

Pasien Covid-19 dengan Gejala Diare Lebih Sulit Sembuh

Dream - Para pasien Covid-19 positif umumnya memiliki gejala batuk kering, demam, sesak napas. Tapi sekarang, para peneliti memperingatkan bahwa gejala lainnya adalah diare.

Sebuag studi baru yang diterbitkan di The American Journal of Gastreonteology mengklaim bahwa masalah pencernaan seperti diare, muntah, dan sakit perut lebih umum terjadi pada mereka yang menderita COVID-19.

 © Dream

Sebuah penelitian di China oleh para peneliti dari Wuhan Medical Treatment Expert Group untuk COVID-19, meneliti kasus awal virus corona di Wuhan di tiga rumah sakit berbeda, usia rata-rata pasien adalah 54 tahun, termasuk 107 laki-laki dan 97 wanita.

Peneliti mencatat bahwa masalah pernapasan tetap merupakan gejala paling umum virus corona, 99 dari 204 pasien atau 48,5% mengalami gejala pencernaan sebagai keluhan utama mereka yang memburuk seiring waktu. Beberapa pasien juga tidak pernah mengalami gejala pernapasan sama sekali.

" Dokter harus ingat bahwa gejala pencernaan seperti diare, mungkin merupakan gejala COVID-19, maka kecurigaan terhadap gejala ini perlu ditingkatkan daripada menunggu gejala pernapasan muncul," ungkap penelitian tersebut.

Mereka yang memiliki gejala pencernaan yang meliputi anoreksia atau kehilangan nafsu makan terdapat 83,8% kasus, diare 29,3% kasus, muntah 0,8% kasus, dan sakit perut 0,4% kasus.

" Ini memiliki riiko buruk dan kematian yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tanpa gejala pencernaan," kata Brennan MR Spiegel, MD, MSHS, FACG, CO-Editor-in-Chief The American Journal of Gastroenterology, dalam siaran pers.

 

6 dari 7 halaman

Mereka yang Tak Diare Lebih Cepat Sembuh

Pasien yang tanpa gejala pencernaan lebih mungkin untuk disembuhkan dan dipulangkan daripada pasien yang memiliki gejala pencernaan.

 Sakit perut© Shutterstock

Spiegel menekankan pentingnya mencurigai gejala diare untuk COVID-19 sebelum gejala pernapasan muncul sehingga dapat melakukan perawatan lebih dini dan karantina yang cepat untuk meminimalkan penularan.

Mereka yang memiliki gejala pencernaan membutuhkan waktu lebih lama untuk mendapatkan perawatan medis yaitu 9 hari untuk dirawat. Sementara bagi mereka yang tidak memiliki gejala pencernaan membutuhkan waktu 7 hari.

" Pada tahap awal wabah di Cina, Iran, dan Italia, kami kebanyakan melihat gejala pernapasan yang lebih rendah seperti batuk kering, kelelahan disertai demam. Diare terlihat dalam beberapa kasus, tetapi tidak banyak kasus yang dilaporkan seperti batuk kering dan demam," jelas Niket Sonpal, MD, Board Certified NYC Internist dan Gastroenterologist.

 

7 dari 7 halaman

Gunakan Kamar Mandi yang Beda

Menurut penelitian, orang yang memiliki gejala pencernaan seharusnya yang menjadi prioritas perwatan. Sonpal mengatakan jika mengalami diare selama masa pandemi virus corona, maka harus ekstra hati-hati untuk melindungi orang di sekitar.

 Batuk© Shutterstock

" Dengan banyaknya virus, masalah tinja perlu dipertimbangkan. Ini adalah bagian dari alasan mengapa orang yang sakit harus menggunakan kamar mandi yang berbeda dari orang lain yang ada di rumah mereka," jelas Dr. Sompal.

CDC mengatakan, ketika orang sakit menggunakan kamar mandi maka perlu didisinfektan terlebih dahulu sebelum anggota keluarga lain menggunakannya. Ini juga sebagai bentuk salah satu upaya dalam mencegah penularan virus. 

Laporan Cindy Azari/ Sumber: Health

Beri Komentar
Istri Akui Cemburuan, Daus Mini: Coverboy Sih Nggak ya