4 Kondisi yang Tingkatkan Risiko Terjadinya Serangan Jantung

Reporter : Mutia Nugraheni
Selasa, 18 Februari 2020 13:48
4 Kondisi yang Tingkatkan Risiko Terjadinya Serangan Jantung
Ada beberapa kondisi yang membuat seseorang berisiko terkena penyakit jantung. Apa saja?

Dream - Serangan jantung terjadi sangat cepat dan begitu mematikan. Hanya dalam hitungan detik, jika tak diatasi dengan tepat, nyawa jadi taruhannya. Bukan hanya terjadi pada mereka yang berusia tua, serangan jantung juga kerap menyerang usia muda.

Seperti yang dialami almarhum Ashraf Sinclair. Aktor asal Malaysia ini diketahui meninggal dunia hari ini, Selasa 18 Februari 2020, karena serangan jantung padahal usianya masih 40 tahun.

Dikutip dari KlkDokter, penyakit jantung adalah suatu keadaan yang menggambarkan masalah pada jantung dan pembuluh darah yang meliputi penyakit jantung koroner, kelainan jantung bawaan, aritmia, infeksi jantung, atau gagal jantung.

Serangan jantung biasanya terjadi akibat penyakit jantung koroner yang tak tertangani, penyempitan pembuluh jantung, atau adanya pembuluh jantung yang robek. Ada beberapa kondisi yang membuat seseorang berisiko terkena penyakit jantung. Apa saja?

 

1 dari 8 halaman

Kadar kolesterol tinggi

Jika memiliki kadar kolesterol jahat yang tinggi, maka risiko terkena penyakit jantung meningkat. Kadar kolesterol yang tinggi dapat menimbulkan deposit (simpanan lemak) dalam pembuluh darah.

Deposit lemak tersebut akan menyebabkan kesulitan aliran darah dalam pembuluh darah arteri. Akibat terhambatnya aliran darah tersebut, jantung tidak mendapatkan darah yang kaya akan oksigen. Kondisi inilah yang akhirnya meningkatkan risiko serangan jantung.

 

2 dari 8 halaman

Rokok dan Tekanan Darah Tinggi

Jika memiliki riwayat merokok, maka risiko sakit jantung akan meningkat. Kandungan nikotin di dalam rokok dapat menyebabkan gangguan di pembuluh darah dan jantung.

Tekanan darah tinggi
Tekanan darah tinggi dapat membuat jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Ketika jantung bekerja keras dan tidak tertangani dengan baik, maka pembuluh darah bisa rusak.

 

3 dari 8 halaman

Riwayat diabetes

Jika Anda memiliki riwayat penyakit diabetes, maka risiko penyakit jantung akan meningkat hingga dua kali lipat. Kadar gula darah yang tinggi dapat meningkatkan risiko penumpukan lemak di dalam pembuluh darah, sehingga meningkatkan risiko penyempitan dan pengerasan pembuluh darah jantung.

Selengkapnya baca di sini.

4 dari 8 halaman

Hidup Sehat Tetap Bisa Kena Serangan Jantung, Ini Sebabnya

Dream - Ashraf Sinclair meninggal dunia pagi ini, 18 Februari 2020. Pria kelahiran 18 September 1979 ini kabarnya terkena serangan jantung. Banyak yang kaget dengan kabar tersebut karena suami Bunga Citra Lestari (BCL) ini termasuk aktor yang menerapkan pola hidup sehat.

Ia kerap memposting aktivitasnya berolahraga, baik di pusat kebugaran, jogging atau pun melakukan latihan crossfit. Bersama sang istri, Ashraf memang gemar melakukan aktivitas fisik untuk menjaga kebugaran dan bentuk tubuhnya.

 © Dream

Bobot tubuhnya juga termasuk ideal. Lantas mengapa aktor asal Malaysia ini bisa mengalami serangan jantung? Ashraf saat ini berusia 40 tahun. Dikutip dari KlikDokter, kematian pada usia muda akibat serangan jantung kerap dihubungkan dengan gangguan irama jantung.

 

5 dari 8 halaman

Masalah Irama Jantung

Gangguan irama jantung merupakan kondisi yang mematikan dan dapat terjadi karena faktor kelainan genetik atau kelainan jantung bawaan sejak lahir. Biasanya kondisi tersebut tidak disertai faktor risiko seperti halnya penyakit jantung lain.

 Ashraf dan Noah© Instagram

Dengan begitu, orang yang tampak bugar dan memiliki pola hidup sehat sekalipun bisa saja mengalami serangan jantung. Terdapat beberapa kelainan jantung yang berperan dalam kematian mendadak akibat serangan jantung pada usia muda. Berikut adalah kelainan-kelainan jantung tersebut.

 

6 dari 8 halaman

Kardiomiopati hipertrofi (HCM)

Kardiomiopati hipertrofi merupakan penyebab paling umum dari kematian mendadak yang berhubungan dengan gangguan jantung pada usia di bawah 30 tahun, termasuk para atlet muda.

 Ilustrasi© Shutterstock

HCM merupakan kelainan bawaan sejak lahir yang ditandai dengan penebalan otot jantung. Penebalan otot jantung ini dapat merintangi sistem elektrik pada jantung sehingga menyebabkan gangguan irama jantung. Pada akhirnya, kondisi tersebut dapat memicu serangan jantung.

 

7 dari 8 halaman

Abnormalitas arteri jantung

Kondisi ini ditandai dengan kelainan jaringan pada pembuluh darah arteri koroner jantung yang terjadi sejak lahir. Saat berolahraga, arteri dapat tertekan sehingga suplai darah ke organ jantung menjadi tidak memadai. Pada akhirnya, kondisi tersebut berpotensi mengganggu fungsi jantung hingga menyebabkan kematian.

 

8 dari 8 halaman

Sindrom long QT

Kelainan irama jantung bawaan sejak lahir ini ditandai dengan irama jantung yang menjadi cepat dan kacau, hingga dapat menyebabkan seseorang pingsan. Kelainan tersebut meningkatkan risiko seseorang mengalami kematian mendadak.

Selain yang tercantum di atas, terdapat beberapa faktor penyebab lainnya meliputi kelainan struktur organ jantung, peradangan organ jantung, dan commotio cordis. Serangan jantung hingga menyebabkan kematian pada usia muda memang tidak dapat diprediksi.

Sebaiknya lebih waspada bila memiliki beberapa faktor seperti pingsan dengan penyebab tidak jelas saat berolahraga dan riwayat serangan jantung dalam keluarga pada usia kurang dari 50 tahun.

Penjelasan selengkapnya baca di KlikDokter

Beri Komentar
5 Kiat Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Biar Nggak Gampang Sakit Bersama Tolak Angin