4 Penyebab Perokok Lebih Berisiko Tertular dan Parah Jika Terkena Covid-19

Reporter : Mutia Nugraheni
Minggu, 22 November 2020 12:31
4 Penyebab Perokok Lebih Berisiko Tertular dan Parah Jika Terkena Covid-19
Pertimbangkan untuk segera berhenti merokok. Demi kesehatan seluruh angota keluarga.

Dream - Bagi para perokok, pandemi Covid-19 mungkin bisa dijadikan momentum untuk lebih menyayangi dan menjaga kesehatan tubuh. Cobalah untuk berhenti merokok atau setidaknya mengurangi. Pasalnya, mereka yang merokok lebih rentan tertular virus Covid-19.

Mengapa demikian? Dikutip dari Instagram @lawancovid19_id ada empat penyebab perokok cenderung lebih mudah tertular. Tak hanya itu, jika tertular kondisinya pun cenderung parah. Simak alasannya.

1. Harus melepas masker saat merokok
Tak mungkin merokok tanpa melepas masker. Hal ini membuat perokok jadi lebih sering melepas masker. Kita tak tahu kondisi sekitar, saat merokok dan tak mengenakan masker risiko tertular pun jadi sangat besar. Terutama pada perokok yang sangat aktif dan harus berkali-kali merokok dalam sehari.

2. Merokok beramai-ramai
Area atau sudut merokok biasanya tak terlalu luas dan hanya tersedia beberapa asbak. Maun tak mau hal ini membuat jaga jarak sulit dilakukan. Seluruh perokok berdekatan dan membuka masker. Hal ini tentu meningkatkan risiko penularan. Jika ada salah satu saja orang yang ternyata Covid-19 positif, maka akan sangat mudah menular ke yang lain di area yang sama.

 

1 dari 6 halaman

3. Virus dari tangan yang memegang rokok
Mencuci tangan sebelum merokok akan sangat sulit. Tangan basah dan rokok pun jadi basah. Untuk itu para perokok cenderung tak mencuci tangan saat memegang rokok. Padahal, virus Covid-19 yang berlemak sangat suka di tangan lembap. Mencuci tangan dengan sabun dan menggunakan hand sanitizer sangat penting untuk dilakukan. Dengan memegang rokok tanpa membersihkan tangan, risiko terpapar juga jauh lebih tinggi.

Meski Sembuh, Pasien COVID-19 Akan Mudah Lelah dan Fungsi Paru Menurun© MEN

4. Paru-paru perokok cenderung tak sehat
Kondisi paru-paru para perokok, cenderung tak sehat. Terutama para perokok berat. Hal ini meningkatkan risiko tingkat keparahan bahkan kematian jika mereka tertular Covid-19. Pasalnya, virus tersebut menyerang paru-paru dengan sangat cepat dan agresif. Pada orang yang bukan perokok saja, bisa mengalami sesak hebat karena Covid-19. Pada perokok gejala Covid-19 yang dirasakan bisa lebih parah dan menyiksa.

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

2 dari 6 halaman

Fakta Baru Soal Strain Virus Covid-19 yang Mudah Menular

Dream - Penelitian terus dilakukan oleh para ilmuwan untuk mengetahui karakterisktik virus Covid-19 yang kini jadi pandemi di seluruh dunia. Sebuah penelitian terbaru mengungkap, virus yang menyebabkan Covid-19 tidak sama dengan yang pertama kali muncul dari China.

Studi yang dilakukan tim dari University of North Carolina menunjukkan kalau strain virus sedikit berubah sehingga membuatnya lebih menular ke manusia. Dibandingkan dengan strain asli, orang yang terinfeksi strain baru ( disebut 614G) memiliki viral load yang lebih tinggi di hidung dan tenggorokan.

Fakta Baru Soal Strain Virus Covid-19 yang Mudah Menular© MEN

Pasien tampaknya tidak sakit, tapi jauh lebih mudah menulari ke orang lain. Strain baru ini memiliki perubahan pada lonjakan proteinnya, yaitu bagian terluar yang menempel di sel tubuh dan menginfeksi.

Perubahan tersebut membuatnya virus Covid-19 menginfeksi lebih cepat. Berpindah dengan cepat dari sel ke sel di tubuh, dan menyalin dengan sangat cepat. Eksperimen Baric membantu menjelaskan mengapa strain 614G, yang pertama kali muncul di Eropa pada Februari, dengan cepat mendominasi penyebaran di seluruh dunia.

 

 

3 dari 6 halaman

Virus kemungkinan melompat dari kelelawar dan menemukan populasi baru dari inang manusia. Tidak ada dari kita yang memiliki pertahanan kekebalan terhadapnya, jadi kita adalah target utama.

Meski Sembuh, Pasien COVID-19 Akan Mudah Lelah dan Fungsi Paru Menurun© MEN

" Virus strain ini punya keunggulan genetik yang membuatnya menggandakan diri lebih cepat dan melompat lebih cepat di antara inang," kata Ralph Baric, PhD, salah satu peneliti, yang juga profesor epidemiologi, mikrobiologi, dan imunologi di University of North Carolina, dikutip dari WebMD.

Rupanya virus dapat berpindah dari orang ke orang dan akan menjadi virus paling kompetitif yang mampu bertahan. Profesor Baric,merupakan salah satu pakar virus corona terkemuka di dunia. Studi barunya dipublikasikan di Journal Science.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

4 dari 6 halaman

Inilah Tahap Perkembangan Virus Covid-19 Dari Hari ke Hari

Dream – Virus Covid-19 telah mempengaruhi kehidupan penduduk dunia dalam berbagai sektor. Mulai dari kerugian dalam kesehatan mental dan fisik, hingga kerugian secara ekonomi. Sehingga penting bagi kita untuk memahami apasaja risiko yang ditimbulkan akibat virus covid-19.

Inilah Tahap Perkembangan Virus Covid-19 Dari Hari ke Hari© MEN

Selain itu, kita juga harus mengetahui bagaimana perkembangan virus covid-19 sehingga tidak perlu menunggu smapai berubah menjadi sesuatu yang lebih buruk.

Gejala pertama yang muncul setelah terinfeksi virus covid-19 adalah demam, dan terus memburuk seiring waktu.

Virus covid-19 adalah penyakit yang menyerang pernapasan yang dapat berakibat fatal bila tidak segera diatasi. Gejalanya pun mirip dengan flu biasa. seperti:

  • Batuk kering
  • Demam
  • Sakit tenggorokan
  • Hidung berair dan tersumbat
  • Nyeri dada dan sesak napas
  • Kelelahan
5 dari 6 halaman

Bagaimana perkembangannya?

Ilustrasi© Freepik

 

Menurut para peneliti di Rumah Sakit Zhongnan di Universitas Wuhan, pola gejala serupa juga diidentifikasi diantara 140 pasien yang dites positif terkena virus covid-19.

Penelitian menunjukkan sekitar 99 persen pasien mengalami suhu tubuh yang tinggi, sementara lebih dari setengah mengalami kelelahan dan batuk kering. Dan sekitar sepertiganya mengalami nyeri otot dan kesulitan bernapas.

Berikut adalah garis waktu perkembangan gejala covid-19 dari hari ke hari.

Hari ke-1: Gejala pertama virus covid-19 biasanya muncul berupa demam. Beberapa orang mungkin mengalami kelelahan, nyeri otot dan batuk kering. Dan beberapa juga mengalami masalah diare atau mual satu atau dua hari sebelumnya.

Hari ke-5: Pasien mulai menderita nyeri dada dan sesak napas. Terutama pada pasien usia lannjut atau memiliki kondisi kesehatan bawaan sebelumnya.

Hari ke-7: Menurut peneliti di Universitas Wuhan, hari ke-7 menentukan apakah seorang pasien akan dirawat di rumah sakit atau hanya perlu menjalani isolasi mandiri di rumah.

Hari ke-8: Pada hari ke-8, pasien covid-19 mulai mengalami sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS).

Hari ke-10: Jika gejala terus memburuk pada hari ke-10, pasien kemungkinan besar akan mengalami sakit perut dan kehilangan nafsu makan.

Hari ke-17: Biasanya pada hari ke-17, pasien dengan gejala ringan dan dinyatakan sembuh, telah diizinkan kembali ke rumah.

6 dari 6 halaman

Tetap ikuti protokol kesehatan

Ilustrasi© Freepik

 

Sementara para peneliti terus mengembangkan vaksin yang dapat mencegah penyebaran virus covid-19, kita juga harus tetap waspada dengan melakukan berbagai protokol kesehatan. Seperti, mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak.

Selain itu, bila seseorang merasa terinfeksi dan mulai menunjukkan gejala, mulai-lah dengan melakukan isolasi mandiri setidaknya selama dua minggu atau hingga mendapatkan hasil tes yang negatif.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

 

(Sumber: timesofindia.indiatimes.com)

Beri Komentar