4 Trik Aman Belanja Bulanan Saat Pandemi

Reporter : Mutia Nugraheni
Kamis, 9 September 2021 11:24
4 Trik Aman Belanja Bulanan Saat Pandemi
Jika Sahabat Dream sudah vaksin, dan ingin berbelanja bulanan secara langsung, sebenarnya tidak masalah.

Dream – Kebutuhan bulanan di rumah sudah mulai menipis. Tentunya kita harus menyetok lagi dengan belanja bulanan. Dalam situasi pandemi seperti sekarang beberapa orang memilih untuk belanja secara online.

Jika Sahabat Dream sudah vaksin, dan ingin berbelanja bulanan secara langsung, sebenarnya tidak masalah. Kuncinya adalah menjalani protokol kesehatan dengan ketat. Pastikan Saja menerapkan empat hal berikut demi kesehatan dan mengurangi penularan Covid-19

Jaga jarak
Menjaga jarak adalah hal penting dan harus diterapkan setiap keluar rumah. Termasuk saat belanja bulanan atau ketika berdampingan dengan pembeli lain. Pastikan jarak minimal dua meter. Dengan menjaga garak, risiko terkena droplet bisa diminimalisir.

“ Mungkin ini tampak sepele, namun masih banyak yang tak melakukannya,” ujar Dr. Larkin, dari Ms. Medicine, dikutip dari Reader Digest.

Hindari jam sibuk
Pilih-pilih waktu yang paling sepi. Bisa juga order dulu barang belanjaan kemudian mengambilnya. Hindari belanja di awal bulan dan akhir pekan. Akan lebih baik belanja malam hari sepulang kerja ketika kondisi toko agak sepi.

“ Menghindari keramaian dapat mengurangi interaksi kontak dekat dengan orang lain, dan risiko penularan covid-19 bisa ditekan,” kata Jonas Nilsen, seorang dokter.

 

1 dari 5 halaman

Hindari pembayaran tunai
Jika memungkinkan selalu gunakan kartu debit atau bentuk pembayaran elektronik lainnya. Ini akan mengurangi sentuhan pada uang kertas atau koin, yang berpotensi membawa virus maupun bakteri. Uang seperti kita tahu dipegang banyak orang dan kondisinya sangat tidak steril.

Jangan lupa bersihkan tas belanja
Jika menggunakan tas yang digunakan berulang kali, pastikan mencucinya dengan sabun. Rendam di air hangat berisi sabun. Cara ini akan mematikan virus dan bakteri yang menempel. Sehingga saat dipakai kembali tas belanjaan sudah dalam keadaan bersih dan aman digunakan.

Laporan Delfina Rahmadhani

2 dari 5 halaman

Sakit Telinga Termasuk Gejala COVID-19? Simak Penjelasan Ahli

Dream – Sudah nyaris dua tahun kita hidup bersama Covid-19. Sahabat Dream mungkin sudah hafal dengan gejala khas penyakit yang disebabkan virus corona ini. Seperti demam, nyeri tubuh, kehilangan kemampuan indera perasa atau penciuman (anosmia)

Beberapa penderita Covid-19 juga diketahui memiliki gejala pada sistem pernapasan seperti pilek dan sakit tenggorokan. Bahkan, virus ini juga menyebabkan gangguan gastrointestinal seperti diare, mual, dan sembelit.

Sakit Telinga Termasuk Gejala COVID-19? Simak Penjelasan Ahli© MEN

Varian delta yang menginfeksi seluruh dunia menyebabkan peningkatan kasus akhir-akhir ini. Beberapa orang melaporkan gejala yang berbeda seperti sakit telinga.

Dilansir dari Health, pelatih tim football Tennessee Titans, Mike Vrabel mengungkapkan bahwa ia mengalami sakit telinga ketika terkonfirmasi positif Covid-19. Mungkinkan sakit telinga merupakan gejala baru? Atau hanya efek pernapasan?

 

3 dari 5 halaman

Apa gejala umum pasien COVID-19?

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) memberikan daftar gejala paling umum yang biasa dirasakan oleh pasien:

- Demam atau kedinginan
- Batuk
- Sesak napas
- Kelelahan
- Nyeri otot atau tubuh
- Sakit kepala
- Kehilangan kemampuan indera perasa dan penciuman
- Sakit tenggorokan
- Pilek
- Mual atau muntah
- Diare

Sakit© Shutterstock

CDC kemudian mengklarifikasi bahwa daftar ini bukanlah yang terlengkap. Artinya, tidak semua orang merasakan gejala yang sama, hanya saja gejala di atas yang paling sering dilaporkan.

 

4 dari 5 halaman

Jadi, apakah sakit telinga termasuk gejala? Bisa jadi. Amesh A. Adalja, MD, seorang peneliti senior di Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health Center for Health Security mengatakan, dia tidak akan menyebut sakit telinga sebagai gejala umum tapi, bukan berarti tidak pernah terdengar.

“ Banyak infeksi pernapasan terutama yang menyebabkan sakit tenggorokan, terkadang juga dapat menyebabkan sakit telinga,” katanya.

Menurut dokter penyakit menular di UWHealth, Ellen Wald, MD, sakit telinga terjadi selama infeksi pernapasan karena hubungan saluran antara hidung dan telinga. Ia menjelaskan, ada lorong yang disebut tabung eustachius yang menghubungkan telinga dan bagian belakang tenggorokan. Tabung ini mengalirkan udara ke telinga dan mengalirkan cairan dari telinga.

" Ketika seseorang mengalami infeksi saluran pernapasan, saluran hidung dapat mengalirkan lendir ke tenggorokan dan tenggorokan dapat mengirim cairan naik ke tabung eustachius. Tabung ini kemudian bisa tersumbat dan mengganggu kemampuan telinga untuk mengalirkan cairan sehingga menyebabkan sakit telinga," ujarnya.

 

5 dari 5 halaman

Sakit telinga bisa terjadi pada siapa saja, namun dr. Wald mengatakan, sangat umum terjadi pada anak kecil karena saluran eustachiusnya lebih kecil dan mudah tersumbat.

Apakah sakit telinga lebih sering terjadi pada varian delta? Meskipun tidak semua pasien COVID-19 mengalami masalah telinga, namun sakit telinga bisa saja akibat varian Delta yang terus melonjak.

“ Sepertinya Delta memiliki lebih banyak gejala saluran pernapasan bagian atas sehingga masuk akal orang dengan varian Delta akan mengalami sakit telinga,” kata Taylor Heald-Sargent, MD, asisten professor pediatri di Northwestern University Feinberg School of Medicine.

Laporan Elyzabeth Yulivia

Beri Komentar