52% Pasien Positif Virus Corona di Seluruh Dunia Dinyatakan Pulih

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 3 Maret 2020 12:48
52% Pasien Positif Virus Corona di Seluruh Dunia Dinyatakan Pulih
Penyebaran virus di luar wilayah China semakin meningkat.

Dream - Pasien terkonfirmasi terjangkit virus corona, Covid-19, di seluruh dunia tercatat mencapai 90.936 pasien. Dari jumlah tersebut sebanyak 47.995 pasien atau sekitar 52,78 persen telah dinyatakan pulih.

Data dari Coronavirus COVID-19 Global Cases yang disajikan John Hopkins CSSE per hari ini (Selasa, 3 Maret 2020) pukul 11:33 WIB tersebut menunjukan Jumlah pengidap virus corona yang pulih masih lebih tinggi dibandingkan mereka yang meninggal dunia.

Pasien yang meninggal dunia paling banyak terdapat di Provinsi Hubei, China. Di provinsi ini, 36.167 orang dari 67.217 kasus, dinyatakan pulih.

Sementara untuk jumlah kematian di seluruh dunia, data tersebut melaporkan 3.117 pasien terkonfirmasi virus coronan meninggal dunia. Jumlah tersebut hanya 3,42 persen dari total warga dunia yang terkonfirmasi mengidap penyakit tersebut.

Jumlah kematian tertinggi dilaporkan terjadi di pusat Covid-19 di daerah Hubei yang mencapai 2.834. Saat ini, masih ada 28.216 orang yang menjalani karantina.

Di tengah masa pemulihan itu, sebaran virus corona di luar China semakin meningkat tajam. Sejak 1-3 Maret 2020, tercatat lonjakan kasus virus corona di luar China mencapai angka 2.300.

Kasus terbesar kedua terbesar saat ini berada di Korea Selatan. Di negara ini, terdapat 4.812 kasus virus corona. Dari total angka tersebut, 28 pasien dinyatakan meninggal dunia dan 30 dinyatakan pulih.

Data penyebaran virus corona 3 Maret 2020© John Hopkins

Data terbaru kondisi sebaran virus corona

Setelah Korea Selatan, negara lain yang mengalami peningkatan kasus virus corona yaitu di Italia dan Iran. Kasus virus corona di Italia telah mencapai 2.036 dengan kematian mencapai 52 orang.

Adapun kasus di Iran, telah mencapai 1.501. Dari angka ini, 66 pasien dinyatakan meninggal dunia dan 291 dinyatakan pulih.

Menurut laporan, setidaknya 76 negara kini menghadapi virus corona. Selain itu, ada 1 kendaraan internasional, Diamond Princess yang berlabuh di Yokohama, Jepang, sedang menjalani karantina.(Sah)

1 dari 4 halaman

Ilmuwan Klaim Pasar Wuhan Bukan Tempat Awal Virus Corona Berasal

Dream - Ilmuwan mencari asal muasal virus corona, Covid-19. Salah satu dugaan, Covid-19 tidak berasal dari Pasar Wuhan, China.

Para Peneliti dari Xishuangbanna Tropical Botanical Garden, Chinese Academy of Science and the Chinese Institute for Brain Research melaporkan Covid-19 diimpor dari lokasi lain.

Tim yang dipimpin Dr Yu Wenbin, mengurutkan data genom dari 93 sampel SARS-CoV-2 yang disediakan 12 negara. Mereka berhipoteses, virus telah menyebar dengan cepat di Pasar Grosir Makanan Laut Huanan di Wuhan, juga telah terjadi dua ekspansi populasi besar pada 8 Desember 2019 dan 6 Januari 2020.

Dilaporkan Express.co.uk, penelitian yang diterbitkan di laman resmi institut itu akhir pekan lalu, analisis menunjukkan Covid-19 sebenarnya diperkenalkan dari luar pasar.

" Pasar yang ramai kemudian meningkatkan sirkulasi SARS-CoV-2 dan menyebarkannya ke seluruh kota pada awal Desember 2019," tulis mereka.

Studi sebelumnya otoritas kesehatan Cina dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengklaim pasien pertama yang diketahui menunjukkan gejala Covid-19 pada 8 Desember 2019.

Mereka juga melaporkan sebagian besar kasus berikutnya memiliki kaitan dengan pasar makanan laut Huanan, yang ditutup pada 1 Januari 2020. Para peneliti sekarang percaya bahwa ada kemungkinan virus mulai menyebar dari orang ke orang pada akhir November, mengikuti analisis data genom.

2 dari 4 halaman

Korea Selatan dan Iran Hadapi Masalah Serius

Sementara itu, Xiang Nijuan, seorang peneliti di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China, mengatakan, orang-orang yang terinfeksi virus corona baru menular dua hari sebelum mereka menunjukkan gejala.

Dia mengatakan, siapa pun yang telah melakukan kontak dekat dengan seseorang dalam waktu 48 jam dari mereka yang dikonfirmasi terinfeksi perlu mendapat isolasi selama dua minggu.

Saat ini, perkembangan sebaran Covid-19 yang mengkhawatirkan di Korea Selatan, Italia, dan Iran. Korea Selatan telah meningkatkan peringatan coronavirus-nya ke " level tertinggi" karena jumlah kasus yang dikonfirmasi terus meningkat.

Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in mengatakan negara itu menghadapi " titik balik yang serius" , dan beberapa hari ke depan akan sangat penting dalam pertempuran untuk mengatasi wabah tersebut.

Sementara itu, Italia dan Iran telah mengumumkan langkah-langkah untuk mencoba menahan wabah virus yang mengkhawatirkan.

3 dari 4 halaman

Aturan Kontroversial di China, Siswa Diminta Bantu Pasien Corona

Dream - Pemerintah kota Datong, Shanxi, China, membuat geger media sosial. Sebab, aturan itu meminta para murid sekolah untuk terjun ke garis depan membantu korban yang terinfeksi virus Corona, Covid-19.

Pemkot Datong mengumumkan bahwa semua siswa yang maju melawan kasus Covid-19 akan mendapat tambahan nilai 30 poin saat ujian masuk perguruan tinggi.

Dilaporkan Shanghaiist, langkah itu terjadi setelah pemerintah provinsi Hubei mengumumkan tindakan serupa awal bulan ini. Pemprov Hubei memberi hadiah kepada semua anak pekerja medis mendapat tambahan 10 poin pada ujian masuk perguruan tinggi.

Poin tambahan selalu menjadi subjek yang sangat sensitif di China. Di mana ada persaingan tinggi untuk tempat yang relatif sedikit di kampus-kampus top.

4 dari 4 halaman

Kritik dari Warganet

Terlepas dari dukungan nasional terhadap para pekerja medis, kasus ini menerima banyak kritik dari pengguna Weibo.

" Apa yang dilakukan anak-anak yang orang tuanya bukan pekerja medis? Bukankah lebih baik memberikan perawatan istimewa kepada para pekerja medis itu sendiri?" ujar seorang warganet.

“ Hadiahnya harus diberikan kepada pekerja medis, bukan memberi anak-anak poin ekstra, terutama begitu banyak. Itu terlalu tidak adil,” kata seorang warganet.

" Mengapa tidak menambah 100 poin?" ucap dia.

Beri Komentar