5 Bahaya Vape yang Wajib Diketahui

Reporter : Tantiya Nimas Nuraini
Selasa, 23 Juli 2019 15:12
5 Bahaya Vape yang Wajib Diketahui
Vape dianggap sebagai pengganti rokok karena dinilai tidak berbahaya. Benarkah demikian?

Dream – Beberapa tahun belakangan, vape atau vapor tengah menjadi incaran para pria. Vape disukai banyak orang kkarena dianggap lebih aman daripara rokok.

Vape merupakan salah satu jenis alat elektronik penghantar nikotin. Terdapat tiga komponen yang ada pada vape, yaitu baterai, elemen pemanas, dan tabung yang berisi cairan (cartridge).

Liquid (cairan) vape pada umumnya mengandung nikotin, gliserin, propilen glikol, serta penambah rasa dengan berbagai varian, seperti black forest, cokelat, grape, dan beberapa jenis buah-buahan lainnya.

Cara kerja vape juga tidak sama seperti rokok. Vape akan memanaskan liquid di dalam tabung yang kemudian menghasilkan asap dan dihirup oleh para penggunanya.

Sampai saat ini, masih banyak orang yang beranggapan bahwa vape merupakan solusi sehat bagi para pecandu rokok. Namun perlu diketahui, cairan vape juga mengandung nikotin, sama seperti rokok.

Terdapat beberapa bahaya vape yang harus diketahui oleh para penggunanya. Yuk simak informasinya berikut ini:

1 dari 5 halaman

Bahaya Vape: Radang Paru-Paru

Sebuah penelitian yang dilakukan University of Athens membuktikan bahwa vape sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh. Kandungan zat adiktif di dalam vape mampu menghasilkan efek peradangan pada paru-paru. Dampaknya bahkan daripada rokok.

Di sisi lain, nikotin yang terdapat pada liquid vape mampu meningkatkan potensi sejumlah penyakit akibat kerusakan organ vital. Beberapa penyakit tersebut, seperti gangguan jantung, otak, dan dapat menurunkan sistem imun di dalam tubuh.

Nikotin juga mampu menyebabkan para penggunanya mengalami peradangan paru-paru yang membuatnya kesulitan bernafas.

2 dari 5 halaman

Bahaya Vape: Menurunkan Sistem Imun Tubuh

Penilitian University of North Carolina membuktikan bahwa vape dapat menurunkan sistem imun tubuh. Dalam penelitian tersebut, tim menemukan penurunan aktivitas sel-sel 594 gen para para perokok. Penurunana itu terjadi baik pada para pengguna rokok vape ataupun rokok pada umumnya.

Sel 594 gen merupakan sel yang memiliki peran aktif membantu sistem kekebalan tubuh. Sel ini bertugas melawam mikroorganisme yang sedang mengancam kesehatan tubuh.

Penurunan sistem imun ini disebabkan liquid yang memiliki efek imunosupresif yang dapat menurunkan fungsi sistem kekebalan tubuh.

3 dari 5 halaman

Bahaya Vape: Kecanduan Rokok (Vape)

Dokter dari Center for Tobacco Control Research and Education, Neal Benowitz, mengatakan bahwa belum ada bukti medis yang menyatakan bahwa vape mampu membantu menghentikan seseorang dalam kecanduan rokok tembakau.

Dalam penelitian lainnya juga mengatakan bahwa dengan mengurangi dosis nikotin yang digunakan tidak akan menimbulkan suatu perubahan terhadap kecanduan rokok tersebut.

Food and Drugs Association (BPOM Amerika Serikat) sampai saat ini pun belum menyatakan bahwa vape merupakan salah satu cara untuk menghentikan kecanduan rokok yang aman dan efektif. Mengapa demikian? Nikotin yang digunakan pada liquid vape merupakan jenis nikotin yang sangat mudah terserap oleh tubuh.

4 dari 5 halaman

Bahaya Vape: Kanker Paru-Paru

Salah satu penelitian yang dilakukan tim University of Nevada menyatakan bahwa vape memiliki kandungan sangat berbahaya bagi tubuh. Kandungan zat formaldehid yang ada di vape memiliki sifat karsinogenik dimana dapat pemicu timbulnya kanker.

Para peneliti juga mengatakan, zat tersebut memiliki sifat yang mudah untuk masuk dan terserap di dalam tubuh terutama paru-paru. Dengan kondisi ini, para pengguna vape juga memiliki peluang terkena kanker paru-paru yang cukup besar.

5 dari 5 halaman

Bahaya Vape: Bayi Terlahi Cacat

Penelitian oleh tim Virginia Commonwealth University menemukan fakta bahwa asap yang dikeluarkan oleh vape sangat berbahaya bagi janin. Asap tersebut memengaruhi perkembangan janin di dalam kandungan, yang menyebbakna bayi bisa terlahir cacat.

Seorang peneliti, Rene Olivares-Navarette, mengatakan bahwa kandungan nikotin dan propilena glukol yang terdapat di vape sangat berbahaya bagi kesehatan rahim.

Kandungan tersebut dapat membuat sel-sel rahim menjadi terganggu. Kondisi tersebut akan menimbulkan dampak pada janin yang akan dikandungnya seperti bayi akan mengalami cacat kraniofasial.

Cacat kraniofasial merupak salah satu jenis cacat yang menyerang beberapa jaringan tubuh seperti kulit, kelenjar, gigi hingga tulang.

Sumber: doktersehat, hellosehat

Beri Komentar
Adu Akting dengan Betari Ayu, Alvin Faiz Ceritakan Respon Sang Istri