Ada Sikat Gigi Ramah Lingkungan dari Bambu, Mau Coba?

Reporter : Cynthia Amanda Male
Rabu, 13 November 2019 19:48
Ada Sikat Gigi Ramah Lingkungan dari Bambu, Mau Coba?
Sikat gigi yang digunakan sehari-hari terbuat dari plastik dan sulit didaur ulang

Dream - Isu seputar sampah plastik belakangan ini tengah hangat diperbincangkan. Tak sedikit yang mulai mengurangi penggunaan sampah dengan menggunakan stainless straw atau membawa wadah makanan atau minuman dari rumah.

Hal tersebut tak akan efektif tanpa dukungan dari berbagai industri. Tanpa disadari, sikat gigi yang digunakan sehari-hari terbuat dari plastik dan sulit didaur ulang. Dibutuhkan alternatif yang tepat untuk mengganti plastik sebagai bahan baku sikat gigi.

Kini mulai banyak pilihan sikat gigi ramah lingkungan. Salah satu yang memproduksinya adalah Pepsodent yang membuat sikat gigi dari bahan bambu

" Dari pihak produsen juga ingin membantu menyediakan alternatif. Sikat gigi itu kan dipakai sehari-hari, jadi digunakan autopilot dan tidak akan terganti dengan yang plastik," ujar Fiona Anjani Foebe, Head of Marketing Oral Care PT Unilever Indonesia dalam peluncuran sikat gigi bambu pertama Pepsodent di Lucy In The Sky, Jakarta Pusat, Rabu 13 November 2019.

 

1 dari 6 halaman

Demi Mengurangi Sampah Plastik

Sikat gigi yang diproduksi pun bersifat berkelanjutan dan seratus persen terbuat dari bambu, sehingga sangat efektif mengurangi jumlah limbah plastik. Menurut sebuah penelitian, sampah plastik Indonesia telah berkurang 1 persen dalam periode 2018-2019.

 Sikat gigi bambu

Mungkin terlihat kecil secara angka, namun berkurangnya jumlah sampah ini dinilai cukup signifikan. Apalagi dari jumlah total sampah 1,5 ton.

" Kami ingin mengajak masyarakat untuk melakukan langkah kecil. Mengubah kebiasaan yang sulit dilakukan. Dengan sikat gigi, masuknya lebih gampang karena dipakai sehari-hari," pungkasnya.

2 dari 6 halaman

Ini Alasan Harus Mengganti Sikat Gigi

Dream - Dokter gigi selalu mengimbau untuk mengganti sikat gigi selama tiga bulan sekali. Mengapa demikian?

Menurut dokter gigi Callista Argentina, sikat gigi yang rusak dapat memberi dampak buruk pada kesehatan rongga mulut. Bukannya membersihkan, sikat justru merusak gigi.

 Waspada Sikat Gigi dari Bulu Babi

" Sikat yang sudah rusak sampai mekar tidak akan akurat lagi pembersihannya. Dari yang seharusnya membuang kotoran justru menganai bagian gusi," kata Callista di acara GSK Consumer Healthcare, Jakarta, Jumat 1 Maret 2019.

Gusi yang terdorong oleh sikat akan membuatnya semakin turun. Akibatnya, permukaan gigi semakin terbuka dan memicu terjadinya rasa ngilu ketika megonsumsi makanan tertentu.

" Kalau gusi sudah terbuka akan timbul masalah gigi sensitif. Akan dipicu oleh makanan dan minuman dingin, manis atau asam," lanjutnya.

 

3 dari 6 halaman

Menyimpannya Tidak Boleh Asal

Selain rutin mengganti sikat gigi, cara menyimpannya juga tidak boleh asal. Tidak dianjurkan untuk menutup sikat gigi dengan cap atau penutup kepala karena dapat membuat bulu sikat menjadi lembap.

 Ini Alasan Harus Mengganti Sikat Gigi

Selain itu, sikat gigi sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan. Jangan memakai sikat gigi orang dewasa untuk anak-anak karena dapat melukai gusinya. Penderita gigi sensitif juga perlu sikat khusus.

" Pilih sikat dengan bulu yang lembut sehingga tidak menurunkan gusi. Jangan pilih yang medium ataupun hard," imbuhnya.

4 dari 6 halaman

Usai Sikat Gigi Tidak Perlu Berkumur, Benarkah?

Dream - Baru-baru ini viral cuitan dari seorang netizen tentang tidak perlunya berkumur usai menyikat gigi. Tujuannya, untuk memastikan fluoride pada pasta gigi bekerja dengan maksimal.

Apakah unggahan netizen itu benar? Atau sebaliknya?

 Sikat gigi

Namun cuitan itu banyak menerima kritikan dan dipertanyakan kebenarannya. Lantas bagaimana faktanya?

5 dari 6 halaman

Bagaimana Penjelasannya

Melansir thevocket.com, seorang ahli gigi terkenal di Malaysia, Dr Ib Shah memberikan pernyataanya terkait hal itu.

Ternyata tidak berkumur usai sikat gigi merupakan sesuatu yang dibenarkan.

Konsep 'spit dont rinse' atau 'meludah tanpa bilas', dianjurkan untuk membuat ion fluoride dari pasta gigi bertahan lebih lama pada pemukaan gigi.

Cara ini pun sudah lama digunakan. Terutama bagi para astronot yang bertugas di luar angkasa.

Sebenarnya apakah fluoride itu dan seberapa besar pengaruhnya bagi kesehatan gigi?

6 dari 6 halaman

Seberapa Besar Pengaruhnya Bagi Kesehatan Gigi?

Penambahan mineral fluoride, pada dasarnya bertujuan mengembalikan mineral di gigi yang hilang akibat asam, yang berasal dari plak bakteri dan gula

Tanpa penambahan mineral (remineralization) gigi menjadi mudah goyang. Ketika menyikat gigi dengan pasta mengandung fluoride, gigi akan menyerap fluoride itu. 

Selain itu, fluoride itu juga akan menghilangkan plak yang mengandung bakteri di gigi. Seperti diketahui bakteri akan menghasilkan zat asam yang merusak gigi.

Pada beberapa kondisi, seperti orang yang menderita mulut kering, penyakit gusi, sering menderita gigi berlubang, dan menggunakan kawat gigi, penggunaan fluoride dalam pasta gigi atau obat kumur sangat dianjurkan.

Fluoride pada dasarnya aman. Tetapi jika dipakai secara berlebihan bisa menyebabkan warna kecokelatan pada gigi yang disebut juga fluorosis.

Kondisi itu umumnya terjadi pada saat gigi tetap baru muncul, kendati jarang.

Beri Komentar
Canggih, Restu Anggraini Desain Mantel dengan Penghangat Elektrik