Ini Penyebab Golongan Darah Berpengaruh Pada Risiko Infeksi Covid-19

Reporter : Mutia Nugraheni
Jumat, 12 Maret 2021 10:12
Ini Penyebab Golongan Darah Berpengaruh Pada Risiko Infeksi Covid-19
Para peneliti fokus pada protein di permukaan virus SARS-CoV-2 yang disebut reseptor binding domain (RBD).

Dream - Studi terbaru yang dilakukan tim dari Brigham and Women's Hospital, Boston, Amerika Serikat, memberikan bukti lebih lanjut bahwa orang dengan golongan darah tertentu lebih mungkin untuk tertular COVID-19. Secara khusus, ditemukan bahwa virus corona baru atau SARS-CoV-2 tertarik pada antigen golongan darah A yang ditemukan pada sel pernapasan.

Para peneliti fokus pada protein di permukaan virus SARS-CoV-2 yang disebut reseptor binding domain (RBD), yang merupakan bagian dari virus yang menempel pada sel inang. Itu menjadikannya target penting bagi para ilmuwan yang mencoba mempelajari bagaimana virus menginfeksi manusia.

Dalam studi laboratorium ini, tim menilai bagaimana RBD SARS-CoV-2 berinteraksi dengan sel darah merah dan pernapasan dalam golongan darah A, B, dan O. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RBD SARS-CoV-2 memiliki preferensi kuat untuk mengikat golongan darah A yang ditemukan pada sel pernapasan, tetapi tidak memiliki preferensi untuk sel darah merah bergolongan darah A, atau golongan darah lain yang ditemukan pada sel pernapasan atau sel darah merah.

Preferensi SARS-CoV-2 RBD untuk mengenali dan menempel pada antigen golongan darah A yang ditemukan di paru-paru orang dengan golongan darah A dapat memberikan wawasan tentang hubungan potensial antara golongan darah A dan infeksi COVID-19. Kesimpulan ini diterbitkan 3 Maret di Journal Blood Advances.

1 dari 5 halaman

" Menarik bahwa RBD virus hanya benar-benar lebih menyukai jenis antigen golongan darah A yang ada pada sel pernapasan, yang mungkin merupakan cara virus memasuki sebagian besar pasien dan menginfeksinya," kata penulis studi Dr. Sean Stowell, dikutip dari WebMD.

" Golongan darah merupakan 'tantangan' karena diturunkan dan bukan sesuatu yang bisa kami ubah. Jika kami dapat lebih memahami bagaimana virus berinteraksi dengan golongan darah pada manusia, kami mungkin dapat menemukan obat-obatan baru atau metode pencegahan," ungkapnya.

Perlu diingat hasil penelitian ini tidak dapat sepenuhnya menggambarkan atau memprediksi bagaimana virus corona akan memengaruhi pasien dari berbagai golongan darah.

" Pengamatan kami bukan satu-satunya mekanisme yang bertanggung jawab atas apa yang kami lihat secara klinis, tetapi dapat menjelaskan beberapa pengaruh golongan darah pada infeksi COVID-19," kata Stowell.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

 

2 dari 5 halaman

Kadar Oksigen dalam Darah Penting bagi Pasien Covid, Begini Cara Mengukurnya

Dream – Kurangnya oksigen dapat menimbulkan kerusakan tubuh. Hal tersebut bisa berbahaya bahkan mengancam nyawa jika tidak segera ditangani.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui kadar oksigen dalam tubuh, terutama bagi seseorang yang menderita penyakit seperti asma, sakit jantung, atau penderita Covid-19.

Kadar Oksigen dalam Darah Penting bagi Pasien Covid, Begini Cara Mengukurnya© MEN

Selain melalui analisa gas darah (AGD) untuk mengukur kadar oksigen dalam darah, saat ini terdapat alat yang cukup praktis bahkan bisa dibawa ke rumah.

3 dari 5 halaman

Mengenal Pulse Oximetry

Alat ini bernama pulse oximetry, yang dapat mengukur jumlah sel darah merah yang bertugas untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh dengan cara memancarkan sinar inframerah ke kapiler di jari tangan.

Dengan bentuknya yang menyerupai klip, alat ini mudah digunakan hanya dengan cara dijepitkan di jari tangan.

Nantinya informasi hasil pengukuran kadar oksigen dalam darah tersebut dapat dilihat pada layar monitor kecil alat tersebut.

4 dari 5 halaman

Pentingnya Mengetahui Saturasi Oksigen dalam Darah

Pada layar oximeter ini, terdapat dua angka dengan arti yang berbeda. Informasi saturasi oksigen dalam darah ditandai dengan SpO2, sedangkan jumlah denyut nadi atau detak jantung ditandai dengan huruf HR (heart rate).

Tingkat saturasi oksigen yang normal adalah antara 95 hingga 100 persen. Namun, jika nilai saturasi oksigennya kurang dari 92 persen, maka harus segera mendapatkan penanganan dari dokter.

Rendahnya kadar oksigen dalam darah ini bisa disebabkan berbagai hal kurangnya menghirup cukup oksigen di udara, sehingga darah tidak mampu bersirkulasi dengan baik.

5 dari 5 halaman

Salah satu cara mengatasinya adalah dengan menggunakan alat bantu pernapasan untuk mendapatkan asupan oksigen tambahan.

Penggunaan alat bantu pernapasan membantu mengatasi kondisi tersebut dan mengurangi risiko untuk mengalami komplikasi.

Meskipun begitu, cara ini hanya boleh dilakukan sesuai dengan anjuran dokter.

Laporan: Yuni Puspita Dewi

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar