Alasan Tetap Diharuskan Menerapkan Protokol Kesehatan Usai Vaksinasi

Reporter : Ahmad Baiquni
Minggu, 17 Januari 2021 16:13
Alasan Tetap Diharuskan Menerapkan Protokol Kesehatan Usai Vaksinasi
Vaksinasi tidak bisa memberikan kekebalan secara langsung.

Dream - Vaksinasi Covid-19 bukan satu-satunya jalan untuk mencegah penularan Covid-19. Masyarakat tetap diharuskan menerapkan protokol kesehatan 3M meski nantinya sudah mendapatkan suntikan vaksin.

Juru Bicara Vaksin Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia, Iris Rengganis, menjelaskan vaksin adalah zat yang dimasukkan ke dalam tubuh untuk memberikan kekebalan. Dia menegaskan zat kekebalan yang dihasilkan oleh vaksin tidak dapat langsung terbentuk.

" Tetapi membutuhkan waktu dua minggu setelah divaksinasi, baru terbentuk antibodi atau zat kekebalan," ujar Iris dalam diskusi yang disiarkan channel YouTube BNPB.

Dalam waktu tersebut, kemungkinan tertular virus corona bisa terjadi. Karena itu, kata Iris, protokol kesehatan tetap harus diterapkan dengan memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

" Jadi setelah vaksinasi, tetap kita harus menjalankan protokol kesehatan atau prokes, sekarang terkenalnya prokes ya," kata Iris.

 

 

 

1 dari 5 halaman

Masa pembentukan zat kekebalan terjadi dua pekan setelah vaksinasi kedua. Selama itu pula, prokes tidak boleh diabaikan.

Iris juga mengingatkan pandemi saat ini masih berlangsung. Sementara dengan vaksinasi diharapkan terbentuknya kekebalan kelompok atau herd immunity setelah minimal 70 persen penduduk tervaksinasi.

" Ini yang kita harapkan kalau betul-betul 70 persen, baru bisa mencegah penularan yang 30 persen yang tidak disuntik," ucap Iris.

Untuk mencapai herd immunity, kata dia, Indonesia perlu waktu. Ini karena jumlah vaksin yang terbatas, ditambah wilayah yang terdiri dari kepulauan sehingga tidak mudah untuk menjalankan vaksinasi dalam waktu singkat.

" Kalau diperkirakan mungkin dua tahun juga masih kurang ya," ucap dia.

Karena itulah protokol kesehatan tetap harus dijalankan di masa pandemi. " Walaupun kita sudah lengkap di vaksinasi," kata Iris.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

2 dari 5 halaman

Begini Cara Kerja Vaksin Membentuk Imunitas Tubuh

Dream - Indonesia telah memulai program vaksinasi Covid-19 nasional. Vaksinasi dinilai menjadi salah satu jalan keluar untuk menghentikan pandemi Covid-19.

Kepala Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Universitas Andalas, dokter Andani Eka, memberikan penjelasan mengenai cara kerja vaksin Covid-19. Ini lantaran muncul kabar di masyarakat mengenai vaksin Covid-19 yang tidak sepenuhnya benar.

Andani menjelaskan vaksin tidak membentuk antibodi pada tubuh. Jika membentuk antibodi, maka vaksin hanya bekerja selama enam bulan.

" Kalau hanya antibodi, artinya vaksin kan hanya tahan sampai enam bulan. Ini salah, karena konsep vaksin adalah membentuk sel memori," ujar Andani.

Andani mengatakan ketika virus baru masuk usai divaksin, sel memori dalam akan mengingat mekanisme dalam sistem pertahanan tubuh. Di fase awal, antibodi akan terbentuk dan bertahan selama empat sampai enam bulan.

" Namun sel memori seagai pengingat akan tetap ada," kata dia.

 

3 dari 5 halaman

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC) pada lamannya menyatakan vaksin akan membantu tubuh membentuk kekebalan terhadap virus corona yang menyebabkan Covid-19. Tetapi, tubuh tidak akan mengalami kesakitan.

Vaksin dengan tipe berbeda punya cara kerja yang berbeda pula dalam membentuk perlindungan pada tubuh. Meski demikian, vaksin-vaksin tersebut membuat tubuh memiliki pasokan sel memori berupa limfosit T dan limfosit B.

Dua jenis sel ini akan mengingat cara melawan virus. Tetapi, tubuh membutuhkan waktu beberapa pekah untuk menghasilkan dua sel tersebut.

Sehingga, terdapat kemungkinan orang terinfeksi beberapa saat sebelum atau sesudah vaksinasi hingga mengalami sakit. Ini karena vaksin tidak punya cukup waktu untuk membentuk kekebalan.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

4 dari 5 halaman

MUI: Aspek Keamanan dan Kehalalan Diutamakan Sebelum Pengadaan Vaksin

Dream - Majelis Ulama Indonesia meminta masyarakat untuk tidak ragu mengikuti program vaksinasi Covid-19. MUI telah menjamin vaksin Covid-19 buatan Sinovac.

Ketua Bidang Fatwa MUI, Asrorun Niam Sholeh, menyatakan Pemerintah selama ini selalu fokus pada aspek keamanan dan kehalalan obat. Termasuk pula soal vaksin Covid-19.

" Langkah progresif yang dilakukan oleh pemerintah dalam ikhtiar penyediaan vaksin ini memang sedari awal mengarusutamakan aspek keamanan dan juga kehalalan sebelum melalukan proses pengadaan," ujar Niam dalam diskusi virtual 'Jangan Ragu Vaksinasi' disiarkan channel YouTube BNPB.

Menurut Niam, sejak Oktober 2020 MUI telah menjalankan proses sertifikasi dimulai dengan pemeriksaan lapangan. Langkah berikutnya yaitu merapatkan hasil temuan dan pemeriksaan auditor pada 8 Januari 2021.

Hasilnya, Komisi Fatwa MUI menyatakan vaksin Sinovac sudah halal dan suci. Sehingga, vaksin tersebut dapat digunakan untuk masyarakat khususnya umat Islam.

" Jadi memang butuh waktu berbulan-bulan sejak Oktober hingga Januari kemarin," ucap Niam.

 

5 dari 5 halaman

Fatwa Nomor 4 Tahun 2016 Bisa Dirujuk

Jika masyarakat masih ragu dengan alasan agama, Niam mengingatkan akan fatwa MUI Nomor 4 Tahun 2016 tentang Imunisasi atau Vaksinasi. Dalam fatwa itu, MUI menetapkan vaksinasi sebagai salah satu mekanisme preventif dan tidak bertentangan degan ketentuan syariat.

Apabila terjadi perubahan produksi atau gudang, kata Niam, maka pada produk yang telah dinyatakan halal dan suci dapat dilakukan pemeriksaan ulang. Dia pun menjamin MI akan mengeluarkn fatwa halal untuk vaksin lain yang akan didatangkan ke Indonesia.

" Jangan ragu lagi terkait aspek kehalalan, kesucian dan juga kebolehan vaksinasi dengan vaksin Sinovac ini," kata dia.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar