Alhamdulillah, Vaksin Covid-19 Sinovac Diizinkan untuk Anak 6-11 Tahun

Reporter : Mutia Nugraheni
Senin, 1 November 2021 16:27
Alhamdulillah, Vaksin Covid-19 Sinovac Diizinkan untuk Anak 6-11 Tahun
Izin penggunaan Sinovac sebelumnya hanya untuk anak usia 12 tahun ke atas.

Dream - Akhirnya anak usia 6 hingga 11 tahun bisa mendapat vaksin Covid-19, khususnya produksi dari Sinovac dan Biofarma. Ketua BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan), Penny Kusumastuti Lukito, mengumumkannya secara resmi pada hari ini, 1 November 2021 lewat kanal YouTube Badan POM RI.

" Alhamdulillah kita bersyukur pada hari ini, kami dapat menyampaikan pengumuman, telah diterbitkannya izin penggunaan vaksin Covid-19 dari vaksin Sinovac, Coronavac dan vaksin Covid-19 dari Biofarma untuk anak usia 6 sampai 11 tahun," ujar Penny.

Izin penggunaan Sinovac sebelumnya hanya untuk anak usia 12 tahun ke atas. Setelah melewati proses uji klinsi, vaksin tersebut kini dinyatakan aman dan mendapat izin penggunaan darurat.

" Jadi ini menyusul pada izin penggunaan sebelumnya yaitu untuk 12 sampai 17 tahun, sekarang penggunaan vaksin Sinovac bisa digunakan untuk vaksinasi anak untuk usia anak 6 sampai dengan 17 tahun," kata Penny.

Sementara untuk anak di bawah usia 6 tahun, masih belum bisa mendapatkan vaksin tersebut. Uji klinis dan pemeriksaan keamanan masih dilakukan karena prosesnya memang memakan waktu lebih lama, terutama terkait dosis.

" Di bawah umur 6 tahun masih kita terus upayakan data-data lebih lengkap lagi, karena tentunya anak usia dini membutuhkan kehati-hatian yang lebih untuk kami memberikan izin," ujar Penny.

1 dari 6 halaman

Naik Peringkat, Indonesia Posisi 5 Vaksinasi Terbanyak Dunia

Dream - Capaian vaksinasi Indonesia cukup tinggi. Total cakupan untuk dosis pertama sudah mencapai 94 juta lebih dan 50 juta lebih untuk dosis kedua per 4 Oktober 2021.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan Indonesia mengalami peningkatan peringkat vaksinasi terbanyak dunia. Saat ini, Indonesia berada di peringkat 5, naik satu tingkat.

" Indonesia ada di ranking ke-5 dunia, kita naik satu tingkat karena menyusul Jepang yang ada di kisaran 80-an juta orang," ujar Budi, disiarkan Sekretariat Presiden.

Dari total suntikan, kata Budi, Indonesia sudah mencapai 148 juta. Selain itu, target 2 juta suntikan sudah terlampaui pada September.

Sedangkan total vaksin yang diterima Indonesia sudah sebanyak 222 juta dosis. Dari angka tersebut, sebanyak 193 juta dosis sudah didistribusikan ke daerah dan 148 juda dosis sudah disuntikkan.

" Jadi total stok yang ada di kita masih ada di kisaran 70 jutaan, masih cukup banyak," kata dia.

 

2 dari 6 halaman

Uji Klinis Obat Baru

Budi juga menjelaskan dalam beberapa waktu ke depan, akan dilakukan uji klinis obat-obatan baru untuk pasien Covid-19. Uji klinis melibatkan sejumlah rumah sakit vertikal serta Badan Pengawas Obat dan Makanan.

Obat tersebut baik yang bersifat monoklonal antibodi maupun antivirus baru. Salah satunya molnupiravir yang diproduksi Merck, perusahaan farmasi asal Amerika Serikat.

" Obat-obatan tersebut sudah kita approach pabrikannya dan kita juga sudah merencanakan untuk beberapa sudah mulai uji klinis," kata dia.

Budi berhadap hasil uji klinis ini dapat selesai akhir 2021. Sehingga, penanganan pasien Covid-19 dapat lebih maksimal.

" Diharapkan di akhir tahun ini sudah bisa mengetahuia obat-obat mana yang kira-kira cocok untuk kondisi masyarakat kita," ucap Budi.

3 dari 6 halaman

Status PPKM Level 1, Kota Blitar Uji Coba Pelaksanaan New Normal

Dream - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang berakhir hari ini diputuskan kembali diperpanjang hingga dua pekan ke depan. Di periode yang berlagsung 5-18 Oktober 2021, pemerintah akan melakukan uji coba gaya hidup normal baru (New Normal) di Kota Blitar, Jawa Timur.

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menyatakan penerapan uji coba New Normal ini seiring dengan status PPKM Level 1 yang sudah diperoleh Kota Blitar.

" Pemerintah akan memberlakukan uji coba PPKM Level 1, New Normal, di Kota Blitar," ujar Luhut dalam konferensi pers disiarkan Sekretariat Presiden.

Menurut Luhut, Kota Blitar telah memenuhi syarat indikator yang ditetapkan WHO. Selain itu, Kota Blitar mampu mencapai target vaksinasi dosis pertama sebesar 70 persen dan dosis pertama lanjut usia (lansia) sebesar 60 persen.

" Penerapan PPKM Level 1 akan mendekati kehidupan masyarakat yang normal," kata dia.

4 dari 6 halaman

Bentuk Task Force Pantau New Normal di Kota Blitar

Untuk mengimbangi pelaksanaan PPKM New Normal, Pemerintah bakal meningkatkan upaya surveilance dengan menggenjot testing dan tracing. Selain juga meningkatkan pengawasan dalam penerapan protokol kesehatan.

" Kami sudah membentuk task force juga yang terdiri pakar-pakar yang ahli di bidangnya untuk nanti tinggal beberapa waktu di Kota Blitar untuk memonitor," terang Luhut.

Jika uji coba tersebut dinyatakan berhasil, akan diberlakukan di kabupaten dan kota lain. Syaratnya pada kabupaten kota yang dapat masuk level 1.

" Pemerintah akan melakukan pengawasan ketat dengan memonitor seluruh kegiatan aktivitas masyarakat di seluruh wilayah Kota Blitar agar dapat kita merespons bila ada hal-hal yang dianggap darurat," ucap Luhut.

5 dari 6 halaman

Jabodetabek Tak Berubah, Semarang Raya Wilayah Aglomerasi Satu-satunya Level 2

Dream - Presiden Joko Widodo mengumumkan perpanjangan PPKM 31 Agustus hingga 6 September 2021. Meski demikian, perkembangan situasi Covid-19 di sejumlah daerah menunjukkan tren membaik.

Menurut Jokowi, ada satu wilayah aglomerasi yang berhasil turun ke level 2. Wilayah aglomerasi tersebut yaitu Semarang Raya.

" Untuk Semarang Raya berhasil turun ke level 2 sehingga sehingga secara keseluruhan di Jawa-Bali ada perkembangan cukup baik," ujar Jokowi dalam konferensi pers disiarkan Sekretariat Presiden.

Dibandingkan dengan wilayah aglomerasi lain, Semarang Raya terlihat lebih baik. Wilayah aglomerasi Jawa Bali lain seperti Jabodetabek, Bandung Raya, Surabaya Raya, Malang Raya dan Solo Raya baru turun ke level 3.

 

6 dari 6 halaman

Jokowi mengatakan hasil evaluasi penerapan protokol kesehatan di sejumlah sektor menunjukkan tren cukup baik. Sehingga Pemerintah kembali melakukan pelonggaran di sejumlah aktivitas.

Meski begitu, Jokowi kembali mengingatkan semua pihak untuk berhati-hati. Ini mengingat kasus Covid-19 belum sepenuhnya reda, ditandai dengan terjadinya lonjakan kasus di sejumlah negara.

" Kita harus bersama-sama menjaga agar kasus Covid-19 tidak naik lagi. Kuncinya sederhana, ayo segera ikut vaksin, ayo disiplin terapkan protokol kesehatan," kata Jokowi.

Beri Komentar