Amankah Wanita Hamil Naik Sepeda Motor?

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 8 November 2019 10:20
Amankah Wanita Hamil Naik Sepeda Motor?
Pastikan kondisi ibu dan janin dalam keadaan sehat dan tak memiliki masalah.

Dream – Motor memang jadi alat transportasi yang praktis. Terutama di jam-jam macet dan kita harus mendatangi banyak tempat.

Alasan tersebut membuat banyak orang sulit untuk lepas dari motor, termasuk ibu hamil. Mungkin banyak yang bertanya, apakah ibu hamil aman jika naik motor?

Dikutip dari Alodokter, Jumat 7 November 2019, mengendarai sepeda motor atau jadi diperbolehkan. Dianjurkan untuk melakukannya setelah memasuki trimester kedua kehamilan. Dengan catatan, kondisi ibu dan janin sehat dan tak ada keluhan apa pun.

Mengapa?

Saat trimester kedua, kehamilan dianggap cukup aman. Janin sudah mulai tumbuh berkembang. Ibu juga merasa lebih nyaman dengan kondisi kehamilan karena sudah melewati morning sickness.

Tapi, ada kondisi-kondisi yang harus dihindari jika ingin berkendara saat hamil. Berikut ini rinciannya.

  • Tubuh terasa lemas dan membutuhkan banyak istirahat.
  • Letak plasenta terlalu rendah.
  • Gangguan pada tulang belakang.
  • Berisiko tinggi melahirkan bayi prematur.
  • Pernah mengalami pendarahan saat hamil.

1 dari 5 halaman

Khawatir Saat Lewat Jalan Rusak?

Kamu mungkin akan merasa cemas saat naik motor dan melalui jalanan rusak. Ada ketakutan guncangan bisa berdampak kepada kehamilan.

Kamu tak perlu resah karena ketakutan itu belum terbukti benar secara medis. Dalam kandungan, janin terlindungi baik oleh cairan ketuban, otot rahim, perut, dan panggul.

 Aturan Aneh, Perusahaan Tentukan Jadwal Kehamilan Buruh

Risiko yang paling berbahaya naik motor adalah mengalami kecelakaan lalu lintas, seperti tergelincir dan tabrakan. Selain nyawa, kecelakaan motor bisa membahayakan komplikasi kehamilan yang berbahaya, seperti luka pada rahim.

2 dari 5 halaman

Tips Aman Naik Motor saat Hamil

Dikutip dari Wahana Honda, agar bisa berkendara motor dengan aman selama hamil, ada beberapa tips yang bisa ibu hamil ikuti.

1. Selalu menggunakan peralatan berkendara yang aman

Tentunya wajib menggunakan helm, kalau perlu, pakai masker dan sarung tangan. Helm ini merupakan perlengkapan wajib yang harus dibawa dan dipakai saat berkendara sepeda motor. 

Selalu perhatikan kelengkapan berkendara aman agar tetap merasa aman dan nyaman saat berada di jalan raya. Ada baiknya juga untuk tetap mematuhi peraturan lalu lintas yang berlaku.

 Hamil

2. Selalu membawa alat komunikasi

Alat komunikasi sangat diperlukan pada zaman sekarang. Sudah sewajarnya jika kita bepergian sembari menggunakan alat komunikasi, seperti smartphone.

Selain bisa cepat menghubungi suami, alat komunikasi ini bisa digunakan untuk mendapatkan pertolongan pertama jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

3. Membawa motor dengan kecepatan rendah

Jangan lupa untuk mengendarai motor dengan sewajarnya, tak perlu tergesa-gesa. Sebisa mungkin memacu kendaraan sepeda motor dengan kecepatan rendah. Membawa kendaraan dengan kecepatan tinggi justru menambah risiko bahaya dan menambah risiko terjadinya kecelakaan.

3 dari 5 halaman

Cara Memasang Sabuk Pengaman yang Benar untuk Ibu Hamil

Dream – Memakai sabuk pengaman atau seat belt selama berkendara wajib dilakukan pengemudi dan penumpang mobil. Perlengkapan di kendaraan roda empat ke atas ini telah terbukti mampu mengurangi risiko cedera yang lebih parah saat mobil mengalami kecelakaan.

Kewajiban mengenakan seat belt berlaku bagi siapa saja yang mengendarai mobil, tak terkecuali wanita hamil.

Dikutip dari Liputan6.com, Selasa 15 Oktober 2019, Service Manager Plaza Toyota, Parman Suanda, menuturkan, penggunaan sabuk pengaman untuk wanita hamil terlebih dahulu harus meminta saran dokter. Kondisi kehamilan tentu jadi pertimbangan dokter mengizinkan Ibu Hamil (Bumil) bepergian.

 

 

Setelah mendengar saran dokter, para Bumil selanjutnya memperhatikan cara memakai seat belt yang benar.

Dengan kondisi perut yang membesar, posisi pemakaian seat belt Bumil tentu saja berbeda.

“ Cara penggunaannya, wanita yang sedang mengandung harus memposisikan sabuk pengaman di pinggang serendah mungkin di bawah panggul, ulurkan sabuk pengaman hingga menutupi bahu dan posisikan sabuk pengaman melewati dada,” ucap Parman kepada Liputan6.com.

4 dari 5 halaman

Hindari Area Ini

Karena posisi perut besar, hindari sabuk pengaman mengenai area sekitar perut. Jika terjadi pergeseran saat di jalan, atur ulang.

Wanita yang sedang mengandung harus memposisikan sabuk pengaman di pinggang serendah mungkin di bawah panggul. Ulurkan sabuk hingga menutupi bahu dan posisikan sabuk melewati dada. Hindari sabuk mengenai area sekitar perut.

Namun jika sulit menemukan posisi memasang sabuk pengaman yang nyaman, maka bisa menggunakan adaptor sabuk pengaman yang dirancang untuk digunakan selama kehamilan. Ada berbagai jenis adaptor yang dijual di pasaran.

(Sumber: Liputan6.com/Herdi Muhardi, Auto2000)

5 dari 5 halaman

Viral, Polisi Ditegur karena Main HP Sambil Setir Motor

Dream – Sebagai aparat penegak hukum, polisi seharusnya memberi contoh kepada masyarakat. Termasuk dalam berkendara di jalan raya. Semua surat harung lengkap. Pengaman, seperti helm, juga harus dipakai.

Tapi tindakan polisi yang satu ini tidak patut dicontoh. Sebab, dalam video yang diunggah kke Instagram oleh akun @polantasindonesia memperlihatkan sang polisi tengah mengendarai motor.

Tak sendiri, sang polisi membonceng seorang lelaki di jok belakang., yang tidak mengenakan helm. Sudah begitu, sang polisi menyetir motor itu sambil mengoperasikan ponsel di tangan kiri..

Polisi itu ditegut oleh penumpang mobil dan memeringatkan agar lelaki yang dibonceng mengenakan helm. Namun, saat mendapat teguran itu, sang polisi menyebut orang yang diboncengnya itu adalah pelanggar lalulintas yang ditilang.

Akun @polantasindonesia memberikan imbauan kepada para polisi yang bertugas di lapangan.

“Mohon maaf dengan segala hormat untuk rekan-rekan di lapangan, agar ketika mendapati pelanggar yang tidak membawa STNK dan SIM, dan harus mengamankan kendaraan, jika ingin memboncengkan pelanggar, diharap tetap mengindahkan aturan yang ada. Jangan nanti malah menimbulkan persepsi lain dari pengguna jalan lain,” tulis @polantasindonesia.

Akun ini juga mengingatkan polisi yang untuk memberikan contoh yang baik saat berkendara dengan baik yang benar. “Petugas juga harus memberi contoh terhadap perilaku berkendara yang baik dan benar, misal tentang penggunaan helm dan tidak menggunakan ponsel ketika berkemudi,” tulis @polantasindonesia.

      View this post on Instagram

Mohon maaf dengan segala hormat, untuk rekan-rekan dilapangan, agar ketika mendapati pelanggar yang tidak membawa STNK & SIM, dan harus mengamankan kendaraan, jika ingin memboncengkan pelanggar diharap tetap mengindahkan aturan yang ada, jangan nanti malah menimbulkan persepsi lain dari pengguna jalan lain, dan petugas juga harus memberi contoh terhadap perilaku berkendara yang baik & benar, misal tentang penggunaan helm & tidak menggunakan ponsel ketika berkemudi. �

A post shared by ð��£ð��¢ð���ð���ð��¦ð��� ð���ð���ð���ð��¨ ð���ð���ð��¡ð��§ð���ð��¦ ð���ð��¡ð���ð��¢ð��¡ð���ð��¦ð���ð��� (@polantasindonesia) on 

Beri Komentar
Canggih, Restu Anggraini Desain Mantel dengan Penghangat Elektrik