Amankah Pemakaian Essential Oil Pada Bayi?

Reporter : Cynthia Amanda Male
Rabu, 16 September 2020 15:33
Amankah Pemakaian Essential Oil Pada Bayi?
Kapan bayi boleh menggunakan essential oil?

Dream - pemakaian essential oil  beberapa tahun belakangan kembali menjadi tren. Biasanya, essential oil banyak digunakan sebagai pengharum ruangan atau mengubah suasana hati.

Tapi lewat kreasi pemakaianya, essential oil ada juga yang digunakan untuk memijat bayi. Sebenarnya, amankah pemakaian essential oil pada bayi?

Menurut Medical Doctor, Reinita Arlin, essential oil aman digunakan pada bayi usia 3 bulan ke atas.

" Penelitian menyarankan untuk pemakaian pada bayi di atas 3 bulan. Tapi, ada juga yang bilang 6 bulan baru bisa pakai," katanya dalam peluncuran Trulife by Tupperware, Selasa kemarin.

Meski essential oil boleh dipakaikan pada anak berusia di atas 3 atau 6 bulan, tetap harus dilakukan pengecekan sensitivitas atau reaksi alergi.

Hal tersebut bisa dilakukan dengan mencoba memakaikan sedikit essential oil di bawah lengan dan biarkan selama sehari. " Jika tidak menunjukkan reaksi alergi, berarti aman untuk digunakan" .

Namun jika kulit bayi kemerahan atau infeksi, kamu bisa mencoba menambahkan campuran carrier oil agar lebih aman untuk digunakan. " Bisa menggunakan carrier oil lebih banyak daripada essential oilnya," jelasnya.

Reinita pun tidak menyarankan untuk menghindari essential oil secara keseluruhan agar bayi tetap bisa menggunakan dengan kadar tertentu jika memang tidak menunjukkan reaksi alergi.

1 dari 3 halaman

Tips Penuhi Nutrisi Anak untuk Cegah Stunting

Dream - Hingga saat ini, stunting masih menjadi masalah di banyak negara. Umumnya, masalah ini disebabkan oleh kurangnya asupan protein. Terutama protein hewani seperti daging merah.

Daging merah sendiri bisa dikonsumsi sejak melewati usia 6 bulan dengan cara dihaluskan. WHO menyarankan konsumsi daging merah dalam jumlah 350-500 gram per minggu.

Kandungan asam amino, vitamin B12, zinc, protein dan zat besi yang membuat daging merah atau animal based protein sangat penting bagi kesehatan serta tumbuh kembang anak.

Tidak semua kandungan tersebut bisa didapatkan pada plant based protein atau protein nabati.

" Plant based protein nilai asam aminonya nggak lengkap," ungkap Conny Tanjung, Spesialis Anak dalam Media Briefing 'Meningkatkan Kesadaran akan Pentingnya Pemantauan Tumbuh Kembang dan Asupan Nutrisi di Usia Dini untuk Masa Depan Anak Indonesia', Kamis 27 Agustus 2020 kemarin.

2 dari 3 halaman

Ibu dan Anak© Shutterstock.com
Meski begitu, kamu tetap bisa mencukupi nutrisi dengan mengonsumsi makanan yang variatif.

" ASI merupakan salah satu hal yang mengandung asam amino lengkap. Selain itu, telur, susu dan ikan juga bisa menjadi pelengkap ketika tidak ingin mengonsumsi daging merah," jelasnya.

Jika tidak ingin mengonsumsi susu sapi, kamu bisa menggantinya dengan susu kedelai. Banyak penelitian yang membuktikan bahwa anak yang vegetarian juga bisa mengalami tumbuh kembang optimal.

3 dari 3 halaman

Tapi, akan lebih baik jika langsung mengonsumsi daging merah, susu sapi, telur atau ikan.

" Mengonsumsi protein hewani bisa mencegah gangguan intelektual, hipertensi, perlemakan hati, kanker serta mengoptimalkan tumbuh kembang anak" .

Pencegahan stunting tidak hanya dengan mengonsumsi protein hewani, tapi juga menjalani pola hidup sehat seperti berolahraga dan menghindari makanan cepat saji sejak remaja.

" Nutrisi ibu yang terjaga sejak remaja juga dapat mencegah kecenderungan anak stunting," tutupnya.

Beri Komentar