Antibodi Penyintas Covid-19 Bisa Lindungi Hingga 6 Bulan

Reporter : Mutia Nugraheni
Senin, 1 Maret 2021 19:12
Antibodi Penyintas Covid-19 Bisa Lindungi Hingga 6 Bulan
Tergantung pada seberapa parah infeksi COVID-19 tersebut.

Dream - Ada kabar baik bagi mereka yang tertular Covid-19 dan berhasil sembuh. Sebuah studi yang dilakukan oleh tim peneliti dari UK Biobank mengungkap bahwa orang yang telah pulih dari Covid-19 kemungkinan besar memiliki tingkat antibodi yang dapat mencegah mereka terinfeksi kembali selama 6 bulan atau lebih.

“ Meskipun kami tidak dapat memastikan bagaimana hal ini berkaitan dengan kekebalan, hasilnya menunjukkan bahwa orang mungkin terlindungi dari infeksi berikutnya setidaknya selama 6 bulan setelah infeksi alami,” ungkap Naomi Allen, PhD, salah satu peneliti dan kepala ilmuwan di UK Biobank, dikutip dari WebMD.

Sebelumnya, temuan tentang hal serupa juga pernah didapati pada penelitian lain di Inggris dan Islandia pada beberapa bulan terakhir. Penelitii menemukan bahwa antibodi dapat bertahan setidaknya selama 5 sampai 8 bulan, tergantung pada seberapa parah infeksi COVID-19 tersebut.

 

1 dari 4 halaman

Tim peneliti melakukan riset di beberapa populasi di Inggris untuk mengukur seberapa lama antibodi dapat bertahan dalam tubuh seseorang. Dari 1.700 orang yang dites positif terinfeksi COVID-19, diketahui bahwa 99% di antaranya memiliki antibodi selama tiga bulan. Setelah dilakukan pengecekan kembali setelah 6 bulan, riset tersebut membeberkan sebanyak 88%nya masih memiliki antibodi.

Berdasarkan sampel darah dari 20.200 orang, proporsi populasi Inggris dengan antibodi Covid-19 dikabarkan naik dari 6,6% pada Mei menjadi 8,8% pada Desember. Angka ini menjadi yang tertinggi di London, pada 12,4%, dan terendah di Skotlandia, pada 5,5%.

Dikutip dari CNN, dari seluruh peserta penelitian, antibodi cenderung lebih sering ditemukan pada orang yang lebih muda, ketimbang pada mereka yang sudah tua. Data menunjukan bahwa 13,5% dari mereka yang berusia di bawah 30 tahun memiliki antibodi yang dapat dideteksi, dibandingkan dengan 6,7% dari mereka yang berusia di atas 70 tahun.

Sampai saat ini, tim peneliti belum bisa memastikan apakah antibodi dari infeksi COVID-19 sebelumnya dapat melindungi dari varian virus korona baru yang ditemukan di Inggris, Afrika Selatan, dan Brasil.

" Saya pikir masih terlalu dini untuk mengetahui tentang tingkat perlindungan," ujar Allen.

Laporan Silmi Safriyantini

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

2 dari 4 halaman

Lansia, Komorbid, Penyintas, Bumil-Busui Bisa Divaksin Covid-19, Baca Aturannya

Dream - Pemerintah resmi mengeluarkan ketentuan tentang vaksinasi untuk kelompok lanjut usia (Lansia), komorbid, penyintas Covid-19 serta sasaran tertunda. Aturan itu tertuang dalam Surat Edaran (SEI) Kementerian Kesehatan.

SE Nomor HK.02.02/I/368/2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 pada Kelompok Sasaran Lansia, Komorbid, dan Penyintas COVID-19, serta Sasaran Tunda itu telah ditandatangani pada Kamis (11/02/2021) oleh Plt. Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu.

“ Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional telah menyampaikan kajian bahwa vaksinasi COVID-19 dapat diberikan pada kelompok usia 60 tahun ke atas, komorbid, penyintas COVID-19, dan ibu menyusui dengan terlebih dahulu dilakukan anamnesa tambahan,” ujar Maxi dikutip dari laman Setkab.go.id, Sabtu, 13 Februari 2021.

Proses pelaksanaan vaksinasi untuk kelompok khusus ini sedikit berbeda dengan mekanisme vaksin yang saat ini sedang berlangsung.

Salah satu perbedaannya adalah pemberian vaksinasi pada kelompok usia 60 tahun ke atas diberikan 2 dosis dengan interval pemberian 28 hari (0 dan 28).

 

3 dari 4 halaman

Aturan Vaksin Buat Pemilik Penyakit Berat

Sementara untuk kelompok komorbid, dalam hal ini hipertensi, dapat divaksinasi kecuali jika tekanan darahnya di atas 180/110 MmHg, dan pengukuran tekanan darah sebaiknya dilakukan sebelum meja skrining.

Bagi kelompok komorbid dengan diabetes dapat divaksinasi sepanjang belum ada komplikasi akut.

Dalam SE itu juga terdapat ketentuan bagi kelompok komorbid penyintas kanker yang dapat tetap diberikan vaksin.

 

 

4 dari 4 halaman

Aturan Vaksin buat Penyintas

Sementara untuk penyintas COVID-19 dapat divaksinasi jika sudah lebih dari 3 bulan. Begitupun ibu menyusui dapat juga diberikan vaksinasi.

Dalam proses penatalaksaannya, seluruh Pos Pelayanan Vaksinasi harus dilengkapi kit anafilaksis dan berada di bawah tanggung jawab puskemas atau rumah sakit .

Sedangkan untuk kelompok sasaran tunda akan diberikan informasi agar datang kembali ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk memperoleh vaksinasi COVID-19.

Dengan adanya edaran baru ini, Kemenkes mengimbau kepala dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota seluruh Indonesia dapat segera melakukan tindakan korektif yang diperlukan dalam rangka meningkatkan kelancaran pelaksanaan vaksinasi dan percepatan peningkatan cakupan vaksinasi COVID-19.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar