Apakah Aman Berhubungan Intim Selama Masa Kehamilan?

Reporter : Ulyaeni Maulida
Selasa, 13 Oktober 2020 06:13
Apakah Aman Berhubungan Intim Selama Masa Kehamilan?
Hal terpenting adalah ikuti saran dan anjuran dari dokter terkait.

Dream – Berhubungan intim selama masa kehamilan, khususnya pada bulan ke sembilan, menjadi salah satu hal yang paling ditakuti wanita. Karena dikhawatirkan dapat berdampak buruk bagi sang calon buah hati.

Beberapa percaya hal tersebut dapat membahayakan kesehatan ibu dan bayi. Namun ada juga yang menyebut berhubungan intim selama masa kehamilan justru bermanfaat.

Selama masa kehamilan, bayi dilindungi dengan berbagai cara. Seperti otot rahim yang kuat, adanya cairan ketuban, dan plasenta yang menutup serviks sehingga mencegah bayi keluar sebelum waktunya.

1 dari 2 halaman

Kecemasan selama berhubungan seks

Namun ada beberapa hal yang menimbulkan kecemasan selama berhubungan intim di masa kehamilan. Seperti mual, nyeri punggung, pertambahan berat badan, dan pembengkakan pada kulit. Hal tersebut dapat mempengaruhi gairah saat berhubungan intim.

Ilustrasi© Pixabay.com

Namun secara umum, melakukan aktifitas berhubungan intim tersebut tetap aman selama tidak ada anjuran khusus dari dokter.

Selain itu terdapat beberapa manfaat berhubungan seks selama masa kehamilan, yaitu dapat meningkatkan metabolisme dan membantu tubuh menjadi lebih rileks.

Saat mencapai orgasme juga dapat membantu menstimulasi aliran darah di dinding vagina yang mendorong sekresi endorfin. Sehingga dapat menghilangkan rasa sakit saat menjelang proses kelahiran.

2 dari 2 halaman

Hal-hal yang perlu diperhatikan

Ilustrasi© Pixabay.com

 

Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat melakukan hubungan seks dimasa kehamilan. Yaitu:

  1. Gunakan posisi berhubungan intim yang aman dan nyaman. Berkomunikasilah dengan suami untuk mengetahui bagaimana posisi yang disukai dan tidak disukai. Sehingga dapat memuaskan kedua belah pihak.
  2. Biasanya area payudara sangat sensitif dan terasa sakit. Bicarakan hal tersebut kepada suami. Sehingga ia dapat menghindari area tersebut.
  3. Hindari posisi yang dapat menyebabkan kelelahan. Seperti berbaring terlentang karena berat bayi dapat menekan napas dan arteri utama.
  4. Hentikan melakukan hubungan intim bila berisiko buruk bagi kesehatan ibu dan bayi. Terutama bila dokter terkat tidak menyarankan melakukan hubungan tersebut.

(Sumber: fustany.com)

Beri Komentar