Awas! Patah Hati Picu Kerusakan Jantung Mematikan

Reporter : Eko Huda S
Sabtu, 5 Maret 2016 06:01
Awas! Patah Hati Picu Kerusakan Jantung Mematikan
Pasangan atau suami-istri yang kehilangan belahan hatinya lebih besar risiko meninggal akibat serangan jantung.

Dream - Patah hati karena kecewa dalam kisah cinta sudah jamak terjadi. Namun tahukah Anda bahwa selain memengaruhi emosi, patah hati juga menyebabkan kerusakan jantung?

Sebagaimana dikutip Dream dari laman Radio ABC Australia, Jumat 4 Maret 2016, pakar jantung atau kardiolog menyimpulkan bahwa patah hati menyebabkan kerusakan jantung. Bahkan terkadang memicu kematian, meski kasusnya jarang terjadi.

Contoh yang belum lama terjadi adalah kematian kakek bernama NK Paliwak di Adelaide. Dia meninggal karena serangan jantung, tidak lama setelah mendengar kabar keluarganya tewas dalam kecelakaan di India.

Selain itu, pasangan atau suami-istri yang kehilangan belahan hatinya lebih besar risiko meninggal akibat serangan jantung beberapa hari, minggu, atau bulan, setelah ditinggal mati pasangannya.

Diduga, penyebabnya adalah adanya hubungan antara dampak hormon stres pada detak jantung, tekanan dan pembekuan darah.

Sindrom patah hati atau cardiomiopati stress terjadi ketika terdapat lonjakan adrenalin dari hormon stres memicu terjadinya peradangan pada bagian jantung.

Hal ini juga terjadi pada kondisi yang disebut dengan nama Takotsubo cardiomyopathy. Kondisi ini terjadi akibat bentuk abnormal jantung dampak dari lonjakan hormon stres yang membuat bentuk jantung menyerupai pot tradisional Jepang.

“ Kita bisa menyuntikkan adrenalin ke seseorang dan memicu serangan jantung, ada banyak bukti yang menunjukkan pengaruh adrenalin dalam kondisi ini,” kata Profesor John Horowitz, kepala kardiologi di Rumah Sakit Elizabeth Queen Adelaide.

Diduga berlebihannya hormon stres pada dasarnya bisa menyengat jantung, tapi bagaimana persisnya kondisi ini terjadi tidak diketahui.

Meski memiliki gejala serupa dengan kasus serangan jantung pada umumnya, serangan jantung yang dipicu sindrom patah hati biasanya melibatkan penyumbatan.

Ini menjadi kondisi yang serius karena sebagian besar otot jantung untuk sementara melemah hingga ke titik tidak mampu memompa dengan benar. Berkurangnya fungsi otot jantung ini bisa berakibat fatal, menyebabkan serangan jantung, di mana sistem listrik jantung terganggu sehingga berhenti memompa.

Menurut studi yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine tahun lalu, emosi seperti kesedihan, kemarahan, atau kecemasan, tampaknya menjadi pemicu di hampir 28 persen kasus semacam ini.

Tapi, masih banyak yang harus dipelajari mengenai sindrom patah hati ini, terutama mengengenai pemicu yang bersifat fisik, seperti kesulitan bernapas yang parah atau infeksi yang mencakup 36 persen dari kasus sindrom ini. Sementara sekitar 28 persen kasus lainnya tidak teridentifikasi pemicunya sama sekali.

Beberapa “ pemicu” –seperti kerusakan rumah atau argumen dengan tetangga yang tampak sepele, tapi pada orang yang rentan bisa memicu sindrom tersebut. 

1 dari 3 halaman

Ilmuwan Kuak Rahasia di Balik Patah Hati

Dream - Dampak patah hati terhadap fisik seseorang bisa berlangsung selama berbulan-bulan. Sebelumnya, banyak orang berpikir bahwa tubuh manusia hanya akan “ down” selama satu atau dua hari setelah patah hati.

Menurut para ilmuwan dari Universitas Aberdeen, Skotlandia, efek " sindrom patah hati" bisa berlangsung selama empat bulan. Dan kini, para ilmuwan itu tengah meneliti dampak jangka panjang dari kondisi patah hati itu.

Penelitian ini dipimpin oleh Dr Dana Dawson, dosen senior bidang pengobatan cardiovascular sekaligus konsultan cardiologi di Rumah Sakit Royal Aberden.

“ Sementara kondisi awalnya dianggap membatasi diri, kami terkejut melihat bahwa, kemudian, pasien masih kekurangan energi, atau tidak mampu untuk kembali bekerja,” Dawson.

Para ilmuwan ini yakin, saat ini dampak sindrom patah hati ini tak terdiagnosa. Sebab, para dokter kebanyakan tidak menganggap adanya kemungkinan dampak patah hati terhadap fisik seseorang.

Tekanan akut cardiomyopathy –umumnya dikenal sebagai 'sindrom patah hati'– dapat dipicu oleh perceraian, kehilangan, dan kecelakaan.

Masalah-masalah itu bisa menyebabkan seseorang mengalami gejala seperti serangan jantung, tanpa mengalami penyumbatan pada pembuluh arteri.

Para ilmuwan ini akan memanggil sejumlah pasien untuk menguak apa sebenarnya yang terjadi pada seseorang yang mengalami patah hati.

“ Kami akan memanggil banyak pasien yang didiagnosa dan berharap untuk memeriksa secara menyeluruh sampai sejauh mana jantung mereka telah pulih,” kata Dawson.

“ Apakah mereka pernah sembuh? Apakah mereka tetap pada tingkat intermiten pemulihan, menjelaskan mengapa mereka tidak bisa melakukan apa yang mereka lakukan sebelumnya? Atau apakah itu masalah psikologis?” tambah dia. (Sumber: BBC, Metro.co.uk

2 dari 3 halaman

Sedang Patah Hati, Lantunkan Doa Ini

Dream - Patah hati mungkin dialami oleh sebagian besar anak muda. Biasanya, para anak muda tersebut menganggap patah hati dengan perasaan yang sangat berat.

Saat dalam kondisi semacam ini, segera memohon petunjuk kepada Allah SWT. Berikut doa yang dapat dibaca untuk menghilangkan patah hari.

" Allahummagh firlii warhamnii wa al hiqnii birrofiiqil a'laa."

Artinya:

" Ya Allah, ampunkan hamba dan kasihanilah hamba dan berikutnya hamba dengan teman-teman yang di atas."

3 dari 3 halaman

Solusi Atasi Patah Hati Usai Putus Hubungan

Dream - Putusnya hubungan atau perceraian merupakan mimpi buruk untuk semua orang. Dikutip dari Yourtanggo, hal ini dapat mempengaruhi sikap dan sifat seseorang, dari positif bisa saja berubah menjadi negatif.

Untuk mengatasi hal tersebut, ada beberapa solusi yang dapat membantu mengatur emosi negatif, yaitu:

1. Berdamai dengan Diri Sendiri

Terimalah bahwa Anda sudah tidak lagi dengan pasangan, mencoba untuk berbesar hati dan mulai menikmati hidup dengan perbanyak koneksi.

Berpeganglah pada iman dan keyakinan agar terhindar dari stres. Berdamailah dengan diri sendiri dengan bernegoisasi pada situasi dan hati.

2. Manfaatkan Waktu

Manfaatkan dan luangkan waktu untuk melakukan hal yang sudah lama ingin dilakukan sebagai sesorang berstatus single. Mulailah menikmati masa-masa sendiri jangan terjebak pada perasaan bersalah apalagi marah.

Lakukan aktivitas fisik, perbanyak senyum agar bahan kimia endorfin alami keluar dan membuat hari semakin bahagia.

3. Penyesuaian Sikap

Bekerja keras memahami situasi yang realistis. Ubah perilaku negatif yang pernah dilakukan selama pernikahan. Mulai bertanggung jawab dengan diri sendiri untuk membantu mengubah hal negatif mwnjadi positif.

4. Mantapkan Hati Lewat Dukungan

Saat sedang di posisi seperti ini, banyak pihak memberikan dukungan mulai dari teman ataupun keluarga. Manfaatkan dan terus mantapkan hati lewat dukungan yang diberikan untuk proses penyembuhan.

Jangan dulu cepat mencari pengganti yang ada hanya menjadikan hal tersebut sebuah pelarian, ini justru memperburuk keadaan.

5. Berlapang Dada

Komunikasi dengan orangtua atau orang terdekat dapat membantu proses penyembuhan. Belajarlah menerima keadaan dan mulai belajar dari kesalahan.

Berlapang dada menerima saran dan kritik dari keluarga atau orang terdekat, hal itu membantu untuk mengubah pribadi menjadi lebih baik. (Ism)

Beri Komentar
Catat! Tips Tampil dengan Makeup Bold Ala Tasya Farasya-