Yang Terjadi Bila Vaksin Corona Covid-19 Gagal Ditemukan

Reporter : Syahidah Izzata Sabiila
Senin, 4 Mei 2020 14:33
Yang Terjadi Bila Vaksin Corona Covid-19 Gagal Ditemukan
Kira - kira apa yang akan terjadi?

Dream - Virus Corona Covid-19 membuat banyak negara di seluruh dunia terpaksa menjalankan prosedur lockdown.

Akibatnya, miliaran orang kehilangan mata pencaharian mereka. Berbagai pihak berusaha menemukan cara untuk membasmi virus corona covid-19, salah satunya dengan vaksin.

Lalu, apa yang terjadi jika vaksin yang sedang diteliti tidak berhasil?

Bisa jadi nantinya masyarakat mungkin malah belajar untuk hidup dengan virus corona covid-19. Kota-kota perlahan-lahan akan buka dan berangsur pulih.

Bisa jadi tes uji virus akan menjadi bagian dari kehidupan kita dalam jangka pendek. Instruksi untuk isolasi diri bisa saja terjadi.

Perawatan mungkin akan dikembangkan, tetapi wabah penyakit masih dapat terjadi setiap tahun, dan jumlah kematian global akan terus meningkat.

" Ada beberapa virus yang kita masih tidak memiliki vaksin untuk melawannya," ungkap Dr David Nabarro, profesor kesehatan global di Imperial College London, yang juga berfungsi sebagai utusan khusus untuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Covid-19.

" Kami tidak dapat membuat asumsi absolut bahwa vaksin tidak muncul sama sekali, atau jika itu muncul, apakah itu akan lulus semua tes kemanjuran atau tidak." tambahnya.

1 dari 4 halaman

Biasanya Vaksin Membutuhkan Waktu Lebih dari Satu Tahun

 Hasil Autopsi di AS: Virus Corona Sebabkan Jantung Pasien Covid-19 Pecah© MEN

Sebagian besar ahli tetap yakin bahwa vaksin corona Covid-19 pada akhirnya akan dikembangkan. Banyak orang, termasuk direktur Institut Alergi dan Penyakit Menular Nasional Dr. Anthony Fauci, menyarankan itu bisa terjadi dalam jangka waktu satu tahun hingga 18 bulan.

Kepala Petugas Medis Inggris, Chris Whitty, mengatakan satu tahun mungkin terlalu cepat. Jika vaksin dikembangkan dan membuahkan hasil dalam jangka waktu mana pun, akan menjadi prestasi yang belum pernah dicapai sebelumnya.

" Kami tidak pernah mempercepat vaksin dalam satu tahun hingga 18 bulan," kata Dr. Peter Hotez, dekan Fakultas Kedokteran Tropis Nasional di Baylor College of Medicine di Houston, kepada CNN. 

 

2 dari 4 halaman

Ketika Vaksin Belum Ditemukan

Pada tahun 1984, Sekretaris Layanan Kesehatan dan Kemanusiaan AS, Margaret Heckler mengumumkan pada konferensi pers di Washington, DC, para ilmuwan telah berhasil mengidentifikasi virus yang kemudian dikenal sebagai HIV dan memperkirakan, vaksin pencegahan akan siap untuk pengujian dua tahun kemudian.

Setelah hampir empat dekade dan 32 juta kematian, dunia masih menunggu vaksin HIV. Pada tahun 1997, Presiden Bill Clinton menantang AS untuk membuat vaksin dalam satu dekade.

" 14 Tahun yang lalu, para ilmuwan mengatakan kami masih sekitar 10 tahun lagi. HIV memiliki kesulitan yang sangat unik dan Covid-19 tidak memiliki tingkat kesulitan yang tinggi, membuat para ahli umumnya lebih optimis untuk menemukan vaksin. kamu memiliki harapan tinggi, dan kemudian harapan itu pupus," kata Nabarro, menggambarkan proses lambat dan menyakitkan dalam mengembangkan vaksin.

" Kita berurusan dengan sistem biologis, kita tidak berurusan dengan sistem mekanis. Hal itu sangat tergantung pada bagaimana reaksi"

Uji coba manusia sudah dilakukan di Universitas Oxford di Inggris untuk vaksin corona yang dibuat dari virus simpanse. Di AS untuk vaksin yang berbeda, diproduksi oleh Moderna. Perlu diperhatikan, bahwa ini masih merupakan proses pengujian - bukan pengembangan.  

3 dari 4 halaman

Plan B untuk Vaksin Corona

 Kapan Vaksin Corona Tersedia? Begini Penjelasannya© MEN

Jika nasib yang sama menimpa vaksin Covid-19, virus itu akan tetap bersama kita selama bertahun-tahun.

“ Dalam HIV, kami dapat membuatnya menjadi penyakit kronis dengan anti virus. Seperti kanker,” kata Offit. Pengembangan terobosan pil pencegahan harian - profilaksis pra pajanan, atau PrEP - sejak itu telah menyebabkan ratusan ribu orang yang berisiko tertular HIV dilindungi dari penyakit ini. 

Sejumlah perawatan juga sedang diuji untuk Covid-19, tetapi semua uji coba itu masih dalam tahap awal.

Para ilmuwan sedang melihat remdesivir obat anti-Ebola eksperimental, sementara perawatan plasma darah juga sedang dieksplorasi. Hydroxychloroquine, yang disebut-sebut sebagai " game changer" potensial oleh Presiden AS Donald Trump, ditemukan tidak bekerja pada pasien covid-19.

Sekarang uji coba yang lebih lengkap itu gagal, dan jika salah satu dari obat itu bekerja untuk Covid-19 tanda-tanda itu akan muncul " dalam beberapa minggu," kata Neal.

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS mengatakan kepada CNN bahwa mereka sedang dalam pembicaraan untuk membuat remdesivir bagi pasien untuk mempercepat pemulihan dari virus corona.

Efek dari pengobatan yang berhasil akan dirasakan secara luas. Jika suatu obat dapat mengurangi waktu rata-rata pasien yang dihabiskan di ICU bahkan dalam beberapa hari, itu akan memperluas kapasitas rumah sakit. 

Tetapi seberapa efektif pengobatan tergantung pada mana yang bekerja - remdesivir tidak tersedia secara internasional dan meningkatkan produksi akan menyebabkan masalah. 

Dan yang terpenting, pengobatan apa pun tidak akan mencegah infeksi yang terjadi di masyarakat. Hal ini berarti virus corona akan lebih mudah dikelola dan pandemi akan mereda, tetapi penyakit ini bisa bersama kita bertahun-tahun ke depan.

 

4 dari 4 halaman

Kehidupan Baru Bersama Virus Corona

Jika vaksin tidak dapat diproduksi, kemungkinan keadaan tidak cepat kembali normal.

" Lockdown tidak bisa dilanjutkan karena akan mempengaruhi ekonomi" kata Neal. " Jadi kita perlu hal lain untuk mengendalikannya."

Ketika negara-negara mulai membuka lockdown, para ahli akan mendorong pemerintah untuk menerapkan cara hidup dan interaksi baru, dalam jangka waktu yang belum diketahui hingga Covid-19 dapat dihilangkan dengan vaksin.

Setiap masyarakat sementara akan mulai menjalani kehidupan normal mereka, dan mengambil tanggung jawab pribadi untuk mengisolasi diri jika mereka menunjukkan gejala atau bersentuhan dengan kasus Covid-19. 

Para ahli juga memperkirakan akan terjadi perubahan permanen dalam pekerjaan kantoran. Sehingga pekerjaan bisa dilakukan dari rumah.

Bisa jadi kita akan memiliki sistem kesehatan masyarakat yang mencakup pelacakan kontak, diagnosis di tempat kerja, pemantauan untuk pengawasan sindrom, atau pembahasan untuk menerapkan kembali jarak sosial. Sistem-sistem itu dapat memungkinkan interaksi sosial kembali. Namun masih akan terus dinilai oleh pemerintah dan badan kesehatan masyarakat.

Semakin waktu berlalu, hal ini akan membuat sekitar 70% hingga 90%, menjadi kebal terhadap penyakit menular. Seperti yang terjadi pada campak. Sebelum vaksin menyebar, setiap tahun, 2 hingga 3 juta orang akan terkena campak. Dengan kata lain, jumlah kematian dan penderitaan Covid-19 akan sangat besar.

Semua prediksi ini dipengaruhi oleh keyakinan bahwa vaksin pada akhirnya akan dikembangkan. 

Sumber CNN

Beri Komentar