Bahaya Langsung Merokok Saat Buka Puasa

Reporter : Annisa Mutiara Asharini
Selasa, 7 Mei 2019 17:39
Bahaya Langsung Merokok Saat Buka Puasa
Risiko lebih besar ketika merokok dalam keadaan perut kosong!

Dream - Merokok sejatinya merupakan tabiat buruk jika dilakukan dalam keadaan manapun, terutama ketika sedang berpuasa.

Seperti yang kita ketahui, rokok mengandung berbagai zat kimia yang buruk bagi tubuh. Zat serta dampak yang diberikan sudah dipaparkan di bungkus kemasan rokok.

Namun tidak semua orang tahu bahwa bahaya merokok akan berlipat ganda ketika orang dalam kondisi perut kosong.

 Ini Alasan Kamu Merasa Uring-Uringan Saat Lapar

Dilansir dari Hello Doktor, merokok ketika berbuka puasa berisiko meningkatkan rasa mual, letih, pening hingga muntah. Hal ini terjadi karena karbon monoksida menurunkan kadar oksigen dalam darah.

Sel tubuh yang kekurangan oksigen akan membuat Sahabat Dream merasa letih dan pening. Zat tersebut juga dapat menurunkan fungsi otot dan jantung.

 Tak Merokok, Tetap Berisiko Terkena Kanker Paru-Paru

Selain penyakit jantung dan stroke, merokok pada jam berbuka puasa dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru. Nikotin yang diserap tubuh dalam keadaan berpuasa lebih besar dibandingkan dalam keadaan perut sudah terisi.

1 dari 3 halaman

Puasa, Masa Latihan untuk Berhenti Merokok

Sama halnya dengan menahan hawa nafsu, rasa lapar dan haus, puasa juga bisa dijadikan sebagai masa latihan untuk berhenti merokok.

 cara berhenti merokok

Menahan nafsu ingin merokok selama 13 jam sudah merupakan hal yang luar biasa bagi perokok aktif. Agar lebih efektif, teruslah kurangi jumlah rokok sedikit demi sedikit.

Lakukan kebiasaan ini secara rutin, bahkan hingga bulan puasa sudah usai. Tentu saja konsisten dan sabar menjadi kuncinya.

Semoga berhasil, Sahabat Dream!

2 dari 3 halaman

Ramadan, Momen Tepat Berhenti Merokok!

Dream - Bulan Ramadan dapat menjadi momentum yang tepat berhenti merokok. Sebab, perokok dipaksa tak menghisap rokoknya selama rata-rata 12 jam. Ini menjadi kesempatan bagus untuk berhenti merokok selamanya.

Menurut kebanyakan dokter, ada beberapa efek terjadi pada tubuh perokok selama 12 jam tak merokok. Enam jam pertama sejak terakhir merokok, detak jantung akan melambat. Setelah 12 jam, tubuh akan terbebas dari nikotin.

Setelah sebulan, tekanan darah akan membaik. Sistem kekebalan tubuh akan memulihkan diri dari dampak rokok.

Pada blog pribadi dokter Rumah Sakit Medeor, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) Dr Puthavadathayil Mohamed Shamsudden menyebutkan langkah penting agar berhasil berhenti merokok terjadi saat Ramadan.

Dr Shamsudden menyarankan seorang perokok yang berhenti merokok agar menghindari orang yang merokok. Langkah ini, kata Shamsudden, untuk menghindari godaan kebiasaan merokok.

" Jika seseorang berbuka puasa dengan perokok, pertimbangkan untuk segera meninggalkan meja dan berjalan-jalan atau menuju ke masjid untuk sholat, alih-alih menyalakan sebatang rokok," kata Shamsudden di laman Khaleej Time, Rabu, 31 Mei 2017.

Selain itu, bagi banyak perokok, makanan dan minuman tertentu biasanya terkait dengan kebiasaan mereka. Selama bulan puasa ini, perokok harus mempertimbangkan minuman dan makanan alternatif yang secara mental tidak memunculkan keinginan untuk merokok.

" Pada makanan berbuka puasa, pertimbangkan untuk mengisi perut Anda dengan sup dan air, daripada terlalu banyak mengkonsumsi makanan kaya karbohidrat," ucap dia.

Kemudian di malam hari, dia menyarankan untuk menyantap sayuran, buah-buahan atau kacang-kacangan yang memiliki kandungan protein dan serat tinggi. Olahragajuga dapat membantu mengurangi gejala keinginan merokok.

Selain berguna bagi kesehatan, puasa juga dapat menjadi penyelamat demi menurunkan risiko kankerpenyakit kardiovaskular, hipertensi, dan bahkan penyakit ginjal.(Sah)

3 dari 3 halaman

Nasib Puasa Perokok Pasif, Batal?

Dream - Hukum rokok dalam kajian fikih memang masih menjadi perdebatan. Ada sebagian ulama yang menyatakan makruh, sementara sebagian lainnya menyatakan haram.

Meski demikian, tidak ada ulama yang berbeda pendapat mengenai mengisap rokok di siang hari bulan Ramadan membatalkan puasa.

Jika dilakukan, wajib hukumnya mengganti puasa di hari lain. Tetapi, bagaimana dengan orang yang tak sengaja menghisap asap rokok alias perokok pasif? Apakah puasanya ikut batal?

Dikutip dari Rumah Fiqih Indonesia, Ustaz Ahmad Sarwat Lc., menjelaskan pada prinsipnya, merokok sama dengan makan dan minum. Meski dalam bentuk asap, tetap saja masuk ke dalam tubuh lewat tenggorokan.

Orang merokok dalam bahasa Arab dikenal dengan istilah yasyrabu ad dukhanatau meminum asap. Maksudnya, menelan asap rokok, sehingga dihukumi membatalkan puasa.

Tetapi, untuk asap rokok yang tidak dihisap seperti merokok, maka para ulama menyatakan hal itu tidak membatalkan puasa.

Mungkin fatwa ini terkesan berbeda dengan dunia medis. Sebab, doktermenyatakan perokok pasif sama bahayanya dengan perokok aktif.

Namun demikian, para ulama membedakan aktivitas perokok aktif dengan pasif yang akhirnya menimbulkan konsekuensi hukum berbeda.

Perokok aktif mengisap asap rokok langsung dari sumbernya sehingga sama dengan makan dan minum.

Sedangkan perokok pasif tidak menghirup asap rokok dari sumbernya. Asap rokok beterbangan di udara kemudian terhisap bersamaan dengan bernapasnya seseorang.

Selengkapnya...

(ism) 

Beri Komentar
Intip Harga dan Spesifikasi Mobil Dinas Baru Jajaran Menteri Jokowi