Bahaya Obesitas yang Sering Disepelekan

Reporter : Putu Monik Arindasari
Kamis, 4 Maret 2021 13:45
Bahaya Obesitas yang Sering Disepelekan
Jangan main-main sama penyakit ini.

Dream - Berdasarkan data hasil Riset Kesehatan Dasar 2018, satu dari tiga penduduk dewasa di Indonesia menderita obesitas. Jumlah ini meningkat drastis hampir dua kali lipat dibandingkan tahun 2007.

Peningkatan obesitas ini dinilai cukup serius. Menurut dr. Ketut Suastika, Kepala Perkumpulan Endokrinologi Indonesia, obesitas adalah penyakit. WHO menyampaikan obesitas bukanlah masalah berat badan.

" Obesitas dapat memicu penyakit metabolik, penyakit kardiovaskular, penumpukan lemak yang terjadi juga dapat memicu pelemahan hati dan infertilitas," tutur Ketut dalam acara diskusi virtual ‘Jangan Anggap Remeh Obesitas, si Penyakit Kronis Serius’, Rabu 3 Maret 2021 kemarin.

Kesehatan mental juga tak luput dari dampak negatif obesitas. Banyak pengidap obesitas yang mendapat diskriminasi dari lingkungan sekitar.

" Pengidap obesitas selalu merasa tersisihkan, mengalami diskriminasi karena merasa gemuk, kepercayaan diri jatuh," ucap dr. Cut Putri Arianie, Ketua Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes di kesempatan yang sama.

1 dari 3 halaman

Pola makan tidak sehat

dr. Nurpudji Taslim, Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik, menambahkan, faktor penyebab obesitas bervariasi, gaya hidup tidak sehat turut berperan meningkatkan resiko obesitas.

" Pola makan khususnya pola makan orang indonesia mengalami perubahan yang besar, dari makanan rumah beralih ke cepat saji yang mengandung banyak lemak dan garam," ujar dr. Nurpudji.

Obesitas bukan permasalahan individual, namun sinergi banyak pihak diperlukan untuk mengatasi masalah ini.

" Obesitas is everyone control, semua harus bekerja sama. Misalnya Kemenkes mendorong industri mencantumkan kadar gula garam dan lemak di kemasan pangan, Bea cukai di bawah Kementerian Keuangan menerapkan regulasi terhadap produk yang dapat memicu obesitas," imbuh dr. Cut Putri.

2 dari 3 halaman

Segera Konsultasi Dokter Jika Alami Obesitas

Dream - Saat ini, lebih dari 800 juta orang di dunia mengalami obesitas. Gangguan berat badan berlebih ini belum jadi prioritas penanganan dibandingkan dengan penyakit lainnya.

Faktanya, obesitas telah menimbulkan banyak dampak kesehatan yang serius hingga risiko finansial yang semakin mahal bagi negara. Konsekuensi medis dari obesitas diperkirakan mencapai lebih dari 1 triliun dollar AS pada 2025.

" Obesitas di Indonesia melonjak dengan mengkhawatirkan. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 juga menunjukkan bahwa tren masalah berat badan pada orang dewasa Indonesia telah mengalami peningkatan hampir dua kali lipat," ujar dr. Cut Putri Arianie, M.H.Kes., selaku Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan RI, dalam acara yang diselenggarakan virtual Rabu, 3 Maret 2021.

Dalam rangka memperingati Hari Obesitas Sedunia, yang resmi diubah sejak 2020 menjadi 4 Maret, dr. Cut Putri berharap peningkatan penyakit ini dapat terus ditekan.

Masyarakat masih ada yang menganggap obesitas merupakan kesalahan individu karena terlalu banyak asupan dan kurang berolahraga, padahal obesitas merupakan kelebihan berat badan yang diakibatkan oleh berbagai faktor seperti genetik, psikologis, sosiokultural, ekonomi, dan lingkungan.

World Health Organization (WHO) sendiri mendefinisikan obesitas sebagai akumulasi lemak yang tidak normal atau berlebihan, yang dapat mengganggu kesehatan. Bagi masyarakat Asia, seseorang mengalami obesitas jika memiliki indeks massa tubuh (IMT) di atas angka 25.

3 dari 3 halaman

Keadaan ini akan menjadi masalah yang panjang karena pertambahan berat badan berlebih cenderung mudah terjadi. Obesitas telah dikaitkan dengan hampir 200 penyakit, beberapa di antaranya dapat mengancam jiwa, seperti diabetes, penyakit kardiovaskular, kanker.

Data pada 2016 di indonesia menunjukkan bahwa lebih dari 5 juta orang penyandang diabetes dan 11 juta orang dengan hipertensi juga mengalami kondisi kelebihan berat badan atau obesitas.

Obesitas juga menyita 8-16% anggaran biaya kesehatan nasional. Pada 2016, dampak total (langsung dan tidak langsung) dari obesitas diperkirakan sebesar 2-4 miliar dolar AS.

“ Modifikasi gaya hidup adalah dasar dari perawatan dan pencegahan penyakit kronis seperti obesitas. Seseorang dengan kondisi obesitas (IMT >25) harus segera mencari bantuan profesional untuk intervensi sesuai dengan kondisinya. Obesitas dapat dicegah dengan pola makan sehat yang seimbang, berolahraga minimal 150 menit per minggu, dan memonitor IMT secara rutin,” ujar Prof. Dr. dr. Nurpudji Taslim, Sp.GK (K), MPH selaku Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia.

Laporan Yuni Puspita Dewi

Beri Komentar