Baru Kontak Erat dengan Pasien Covid-19, Segera Lakukan Ini

Reporter : Mutia Nugraheni
Minggu, 11 Oktober 2020 10:31
Baru Kontak Erat dengan Pasien Covid-19, Segera Lakukan Ini
Pastikan beritahu petugas medis kalau pernah kontak erat dengan pasien Covid-19.

Dream - Mendengar kerabat, teman kantor satu ruangan atau orang yang baru saja ditemui ternyata hasil pemeriksaan menunjukkan positif Covid-19, mungkin kita akan panik, namun tetap harus waspada. Dalam kondisi seperti ini akan lebih baik kalau menganggap diri kita adalah orang tanpa gejala (OTG).

Bukan hanya demi menjaga kondisi tubuh tetap baik, tapi juga menjaga orang sekitar terutama keluarga dekat. Menurut WHO, kontak erat berarti tinggal atau berada dalam jarak kurang dari 1 meter dari orang yang terinfeksi COVID-19.

Segera cari pertolongan medis saat tahu kalau orang yang baru ditemui ternyata positif Covid-19. Saat pergi ke fasilitas kesehatan, kenakan masker jika memungkinkan, jaga jarak setidaknya 2 meter dari orang lain, dan jangan menyentuh permukaan dengan tangan.

Selalu bawa hand sanitizer dan mencuci tangan dengan sabun. Bisa juga melakukan tes swab mandiri, dan pastikan beritahu petugas medis kalau pernah kontak erat dengan pasien Covid-19.

 

1 dari 5 halaman

Bila tak bisa langsung melakukan swab tes, segera lakukan isolasi mandiri. Beritahu orang-orang di rumah kalau kamu pernah kontak erat dan minta mereka juga memakai masker.

Kondisi tubuh mungkin tak langsung mengalami keluhan karena di hari pertama terinfeksi. Keluhan di awal, biasanya muncul sangat ringan, tak disadari atau bahkan tanpa gejala.

Segera lapor ke Puskesmas terdekat di area tempat tinggal. Nantinya petugas Satgas Covid-19 akan melakukan kunjungan dan assesment. Selalu disiplin melakukan 3 M, protokol kesehatan. Mengenakan masker dan sebaiknya gunakan masker medis.

Selalu menjaga jarak minimal 2 meter dengan keluarga di rumah. Jangan lupa untuk selalu mencuci tangan dengan sabun atau pakai hand sanitizer.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

2 dari 5 halaman

Demi Perlindungan Maksimal, Haruskah Stok Masker Medis di Rumah?

Dream - Masker jadi barang yang wajib digunakan demi memutus rantai penularan Covid-19. World Health Organization (WHO) merekomendasikan penggunaan masker kain tiga lapis untuk pemakaian sehari-hari, baik bagi orang dewasa maupun anak-anak.

Untuk itu, penting menyediakan masker kain dalam jumlah banyak di rumah. Untuk ayah, ibu dan anak-anak. Lalu haruskah menyetok masker medis di rumah? Masker medis sebelumnya langka di pasaran dan harganya melambung tinggi.

Demi Perlindungan Maksimal, Haruskah Stok Masker Medis di Rumah?© MEN

Hal tersebut terjadi saat Maret dan April awal Covid-19 masuk ke Indonesia. Tenaga kesehatan sampai kesulitan untuk mendapat masker medis. Untungnya saat ini stok masker medis di pasaran kembali normal. Harganya juga lebih terjangkau.

Menurut WHO, masker medis lebih diperuntukkan bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit. Seperti asma, TBC, pasien kanker atau yang memiliki masalah imunitas. Masker medis tentunya juga direkomendasikan untuk tenaga medis yang bekerja di pusat layanan kesehatan.

Faktanya, masker medis tak bisa menangkal penularan virus Covid-19 seratus persen. Masih ada faktor lainnya yang juga berperan yaitu apakah disiplin cuci tangan pakai sabun/ menggunakan hand sanitizer, menjaga jarak dan level imunitas tubuh.

 

3 dari 5 halaman

Stok seperlunya

Bila memang di rumah memiliki anggota keluarga yang memiliki riwayat penyakit berat atau masalah imunitas, menyetok masker medis di rumah direkomendasikan. Beli dalam jumlah secukupnya, jangan berlebihan.

Simpan di tempat yang bersih dan steril. Akan lebih baik jika dikemas dalam wadah tertutup. Pemakaian masker medis juga dianjurkan oleh orang yang sehat dalam kondisi tertentu.

Masker medis© Shutterstock

" Masker bedah disarankan jika datang ke tempat yang ramai," kata dr. Dewi Nur Aisyah, anggota Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19 dalam acara bincang-bincang " Ragam Cluster di Indonesia" beberapa waktu lalu.

Bila terpaksa harus keluar rumah dan mendatangi area yang ramai, seperti rumah sakit, berbelanja kebutuhan pokok, masker medis bisa digunakan untuk perlindungan optimal. Meski demikian, jangan lupa untuk jaga jarak dan cuci tangan pakai sabun serta ganti baju sesampainya di rumah, demi mengurangi risiko penularan secara signifikan.

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

 

4 dari 5 halaman

Cegah Kluster Keluarga, Satgas Covid-19 Ingatkan yang Sering Keluar Rumah

Dream - Penyebaran kasus Covid-19 kini mulai banyak di kalangan keluarga. Mulai dari ayah, ibu, anak, kakek, nenek bahkan hingga bayi yang baru lahir bisa tertular COvid-19 jika salah satu penghuni rumah tak menjalankan protokol kesehatan dengan disiplin.

Mengapa kluster keluarga bisa terjadi? Menurut dr. Dewi Nur Aisyah, anggota Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19 dalam acara bincang-bincang " Ragam Cluster di Indonesia" bersama dr. Lula Kamal mengungkap kalau sumber kluster kelaurga adalah mereka yang paling sering beraktivitas di luar rumah.

Cegah Kluster Keluarga, Satgas Covid-19 Ingatkan yang Sering Keluar Rumah© MEN

" Sumber penularan di keluarga yaitu yang paling sering keluar rumah, bekerja di luar. Satu bawa virus semua bisa kena," ujar dr. Dewi, Rabu 30 September 2020.

Untuk itu bagi Sahabat Dream yang terpaksa harus keluar rumah, pastikan mengenakan masker. Hindari kerumunan. Jika harus berbelanja bahan kebutuhan dan area pasar cukup ramai, dr. Dewi merekomendasikan untuk mengenakan masker medis.

" Untuk masker kain tiga lapis, turunkan risiko 45 persen. Masker medis atau masker bedah, bisa turunkan risiko penularan hingga 70 persen," ungkap dr. Dewi.

 

5 dari 5 halaman

Disiplin dengan Protokol Kesehatan

Saat keluar rumah, selalu ingat kalau risiko tertular di depan mata. Cegah dengan disiplin menggunakan masker. Selalu bawa hand sanitizer ke mana pun dan jaga jarak dengan orang lain serta hindari kerumunan.

Cuci Tangan Pakai Sabun Masih Sulit Dilakukan di Indonesia, Ini Sebabnya© MEN

Sesampainya di rumah, jangan langsung kontak dengan anggota keluarga. Ganti pakaian, taruh barang bawaan di luar rumah. Disinfektan barang pribadi, mandi dan keramas.

" Usahakan untuk kurangi kegiatan aktivitas di luar karena ada risiko yang dibawa pulang ke rumah. Jangan jalan-jalan di tempat yangg penuh keramaian. Jika ada tamu ke rumah baik saudara dekat atau teman tetap jalani protokol kesehatan, cuci tangan, jaga jarak," pesan dr. Dewi.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19.  Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

 

Beri Komentar