Berat Badan Turun Drastis? Bisa Jadi Tanda Bahaya

Reporter : Mutia Nugraheni
Kamis, 20 Januari 2022 10:12
Berat Badan Turun Drastis? Bisa Jadi Tanda Bahaya
Eits, jangan senang dulu.

Dream - Bagi mereka yang rutin olahraga dan diet, biasanya memiliki tujuan utama untuk menurunkan berat badan. Saat berat badan berhasil mencapai angka yang diinginkan, muncul rasa puas.

Pada beberapa kondisi, berat badan turun dengan sendirinya bahkan cenderung drastis. Mungkin bagi yang ingin langsing, hal ini sangat menggembirakan. Sementara di sisi lain, bisa juga jadi pertanda bahaya.

Mengapa? Faktanya, dikutip dari KlikDokter.com, berat badan yang turun sebanyak lima persen (dari bobot tubuh) dalam jangka waktu enam bulan, adalah tanda dari adanya suatu gangguan kesehatan.

Pasalnya, bisa jadi kondisi yang dialami mengarah pada masalah kesehatan serius. Berikut beberapa di antaranya.

1. Diabetes
Pada orang dengan diabetes, hormon insulin tidak dapat bekerja dengan baik. Akibatnya, glukosa (gula) dari karbohidrat yang Anda makan tidak dapat dimanfaatkan tubuh menjadi energi. Tubuh malah akan membakar lemak sebagai sumber energi. Oleh sebab itu, penurunan berat badan bisa terjadi.

 

1 dari 6 halaman

2. Kanker
Tumbuhnya sel kanker dalam tubuh akan meningkatkan proses peradangan di tubuh. Kondisi ini menyebabkan pengecilan otot, mengganggu hormon yang mengatur nafsu makan, hingga meningkatkan metabolisme. Akibatnya pemakaian energi tubuh menjadi jauh bertambah. Tentunya hal ini menjadi penyebab berat badan turun.

3. Hipertiroidisme
Hipertiroid adalah kondisi kelenjar tiroid yang berada di leher terlalu aktif. Akibatnya, hormon tiroid yang dihasilkan menjadi berlebih. Hormon tiroid sendiri berperan dalam metabolisme tubuh. Bila diproduksi tubuh secara berlebihan, akan menyebabkan metabolisme tubuh meningkat. Berat badan pun turun drastis.

 

2 dari 6 halaman

4. Penyakit Saluran Cerna
Saluran pencernaan berperan dalam mencerna makanan dan menyerap gizi-gizi yang terkandung di dalamnya. Apabila terdapat penyakit pada saluran cerna, maka proses pencernaan menjadi tidak berfungsi dengan baik. Beberapa contoh penyakit saluran cerna, di antaranya tukak lambung, radang usus, pankreatitis, atau penyakit Crohn.

Sakit perut© Shutterstock

5. Tuberkulosis
Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis, dan dapat menular melalui udara. Gejala yang ditimbulkan berupa batuk keras yang tak kunjung sembuh (lebih dari 3 minggu), batuk darah, nyeri dada, demam, mudah lelah. Selain itu, tuberkulosis bisa menjadi penyebab turunnya berat badan tanpa sebab yang jelas.

Lihat penyebab berat badan secara drastis lainnya di sini.

 

 

 

 

 

 

 

3 dari 6 halaman

Fokus Pada Target Berat Badan Bisa Bikin Gagal Diet, Ini Alasannya

Dream - Terdapat banyak hal yang seringkali dijadikan resolusi di tahun baru. Salah satunya adalah memiliki berat badan yang ideal dan tubuh lebih sehat.

Jika kedua hal tersebut menjadi resolusi terbarumu, mungkin hal pertama yang akan dilakukan adalah membuat target berat badan dan menentukan jenis olahraga serta diet untuk dilakukan hingga bentuk tubuhmu kelihatan lebih proporsional.

Padahal, kunci utama mendapatkan bentuk tubuh yang ideal bukanlah dengan menentukan target berat badan impian. Melainkan membentuk rutinitas yang sehat dan mudah dilakukan secara rutin. Sehingga, berat badanmu akan tetap ideal dari waktu ke waktu.

4 dari 6 halaman

Ini penyebab gagal diet

Gagal Diet© Shutterstock

Fokus mencapai target berat badan ideal hanya akan membuat dietmu gagal. Hasil penurunan berat badan pun tidak akan bertahan lama. Hal tersebut diungkapkan oleh Fitness Trainer, Siobhan Wilson.

" Alasan utama mengapa seseorang tidak bisa konsisten dengan program penurunan berat badan adalah mereka mengejar target atau hasilnya. Kejarlah kebiasaannya, bukan hasilnya," tuturnya dilansir dari Pop Sugar.

Jika hanya mengejar target atau hasilnya penurunan berat badan saja, kamu bisa frustasi, kehilangan antusiasme, dan akhirnya menyerah. Terutama, jika kamu belum melihat efek diet serta berolahraga pada tubuhmu.

5 dari 6 halaman

Fokus untuk membangun kebiasaan kecil

Inilah sebabnya mengapa Wilson merekomendasikan untuk tidak terlalu fokus pada hasil akhir dan lebih banyak mengembangkan kebiasaan jangka panjang.

Untuk bisa konsisten menerapkan kebiasaan sehat, kamu perlu menentukan rutinitas yang realistis. Sesuaikan rutinitas yang sehat dengan kepribadian, jadwal kesibukan, serta target penurunan berat badan dan kondisi tubuh idealmu.

Membuat rutinitas sehat yang sesuai dengan tiga hal tersebut akan mempermudah kamu ketika menjalankannya secara rutin. Berikut beberapa kebiasaan sehat yang bisa membantu menurunkan berat badan.

1. Minum segelas air saat bangun tidur.
2. Keluar rumah dan berjalan selama 10 menit.
3. Rajin makan sayuran. Bahkan, saat sarapan.
4. Mengonsumsi makanan kaya protein dan serat jika ingin lebih kenyang.
5. Lakukan sesuatu yang membuatmu tertawa atau bisa meredakan stres, seperti menulis jurnal, membaca, atau mebuat karya seni.
6. Mempelajari satu resep sehat baru setiap minggu.
7. Sebelum tidur lakukan yoga yang menenangkan.

6 dari 6 halaman

Menyiapkan Makanan Sehat© Shutterstock

Jika mulai membiasakan melakukan kebiasaan sehat, seperti berjalan sebentar setelah makan malam atau menyiapkan sarapan, kamu akan lebih mudah menjalankannya secara rutin.

Ingatlah bahwa menurunkan berat badan bukan tentang perubahan besar yang instan. Tapi, membentuk serangkaian kebiasaan kecil yang sehat dan dilakukan secara rutin. Sehingga, kamu tidak akan kembali ke bentuk badan semula dan bisa memahami kebutuhan tubuhmu.

Ketika merasa kurang bersemangat untuk menjalani kebiasaan sehat, tulislah jurnal, lakukan kegiatan menenangkan, tingkatkan kualitas tidur, atau mengobrol dengan teman agar kamu bisa kembali ke rutinitas yang baik untuk tubuh maupun berat badanmu.

Laporan: Amanda Putri Ivana

Beri Komentar