Berburu Atraksi Wisata Terbaik bagi Muslim Traveler di Saudara Kembar Taipei

Reporter : Zaki
Rabu, 15 Januari 2020 09:52
Berburu Atraksi Wisata Terbaik bagi Muslim Traveler di Saudara Kembar Taipei
Apa sajakah deretan atraksi wisata terbaik bagi Muslim Traveler yang bisa ditemui di New Taipei City?

2020 memang baru saja dimulai, tapi tak ada salahnya untuk mencoba merancang rencana liburan bersama orang-orang tercinta. Jangan salah, kegiatan menyenangkan seperti itu wajib masuk ke dalam prioritas karena ampuh untuk mengusir kejenuhan dari aktivitas sehari-hari yang telah menunggu sepanjang tahun ini. Lantas pertanyaannya, apa ya destinasi terbaik yang ramah dan cocok buat Muslim Traveler?

Sudah pernah dengar reputasi brilian Taiwan dalam memanjakan Muslim Traveler? Yup, di sana terdapat sebuah daerah yang memperoleh julukan ‘Saudara Kembar’ Taipei, yaitu New Taipei City. Kota yang termasuk salah satu dari tujuh kota atau daerah di kawasan area Taiwan Utara itu ternyata memiliki deretan atraksi wisata menarik. Tak hanya itu, beragam ‘suguhan’ tersebut juga dijamin dapat menghadirkan pengalaman terbaik dan tak terlupakan bagi para Muslim Traveler.

Apa sajakah deretan atraksi wisata terbaik bagi Muslim Traveler yang bisa ditemui di New Taipei City?

Teresa Teng Memorial Park

©Taiwan Tourism Board

Lokasi wisata yang juga dikenal dengan nama Yun Garden ini memang tepat dijadikan tempat untuk mengukirkan kenangan manis bersama orang-orang tersayang. Saking memorable-nya, bahkan keindahan Teresa Teng Memorial Park sampai menginspirasi penyanyi tenar Teresa Teng untuk membuat lagu Mandarin terkenal berjudul Kapan Kau Kan Datang Kembali (He Ri Jun Zai Lai). Lagu yang punya penggalan lirik “Bunga cantik tidak mekar sepanjang tahun; keindahan akan pergi menghilang…” itu menjadikan Teresa Teng sebagai seorang legenda yang akan mengingatkan pengunjung pada memori tak terlupakan di masa lalu.

Kenapa bisa begitu? Di Teresa Teng Memorial Park yang berlokasi di gunung Jinbaoshan inilah sang biduan diistirahatkan. Siap-siap bernostalgia dengan masa-masa ketika mendendangkan lagu-lagu terbaik Teresa seperti “Kapan Kau Akan Datang Kembali”, dan “Kisah Sebuah Desa Kecil” lewat sebuah kotak musik mungil. Makin lengkap karena di sini para wisatawan juga dapat memainkan sebuah piano raksasa berteknologi tinggi sambil menikmati keindahan pantai Jinshan.

Cara untuk ke sana pun sangat mudah, Sahabat Dream hanya perlu naik kereta TRA ke stasiun Taipei, transfer ke bis Kuo-Kuang menuju Jinshan. Kemudian turun di halte Jinshan District Office dan lanjutkan naik bis Crown Northern Coast Shuttle Bus hingga halte Yun Garden. Kalau ke sini, jangan sampai kelewatan juga buat mengunjungi Jinshan Old Street yang legendaris karena sudah ada sejak dinasti Qing sekitar 300 tahun lalu. Cicipi juga kelezatan hidangan bebek ternikmat di sebuah kedai yang terdapat di depan kuil Guangán.

Desa Tamsui

©Taiwan Tourism Board

New Taipei City merupakan kota pesisir dengan deretan desa cantik yang langsung menghadap ke lautan. Salah satu yang wajib dikunjungi adalah Desa Tamsui yang terkenal berkat tingginya nilai sejarah karena dulunya adalah markas orang asing. Di sana kamu akan menemukan Hongmau Castle, sebuah kastil yang dibangun oleh bangsa Spanyol pada tahun 1626 dan telah mengalami restorasi oleh bangsa Belanda. Sebenarnya situs ini memiliki nama asli Anthony Castle, akan tetapi karena masyarakat Taiwan memiliki sebutan Hong Mao (rambut merah) pada orang Belanda, akhirnya kastil ini dinamai Hongmao Castle.

Ketika kepemilikannya diambil alih oleh Inggris, didirikanlah juga beberapa gedung seperti sekolah Old Oxford School, kediaman Dr. Mackay dan Tamsui College. Kawasan ini begitu terpelihara dengan baik, tak heran kalau sampai saat ini ia menjadi ruang pameran sejarah. Makin lengkap karena sekarang pun para wisatawan dapat menikmati pemandangan matahari terbenam di Shutai karena di sana sudah dibangun sebuah anjungan panorama. Makin menyenangkan karena para Muslim Traveler pun bisa berwisata kuliner karena di sepanjang tepi sungai ada beragam penganan yang dijual seperti pangsit ikan, tahu minyak Ah Gei, dan telur rebus teh. Jalan-jalan naik kapal dari Tamsui ke Ba Li juga asyik, lho!

©Taiwan Tourism Board

Keindahan Desa Tamsui makin lengkap berkat keberadaan Tamsui Fisherman's Wharf yang dibangun oleh pemerintah setempat. Ini dia sebuah pelabuhan pancing di mana terdapat taman yang luas, jalur sepeda, jembatan berbentuk kapal, dan jalan kayu di atas air sepanjang 300 meter. Dapatkan kenyamanan maksimal ketika bersandar di pagarnya sembari menikmati semilir angina serta pemandangan hilir sungai Tamsui.

Punya impian buat berburu sunset di Taiwan? Di sinilah tempat terbaik untuk mendapatkan pemandangan tersebut. Untuk mencapai Desa Tamsui, naiklah kereta dari stasiun TRA Taipei menuju stasiun MRT Tamsui. Mudah, kan?

Mata Air Panas Jinshan

©Taiwan Tourism Board

Usai berkeliling ke beberapa wisata di New Taipei City, sempatkanlah buat relaksasi di Jinshan. Mata air panas ini menghasilkan air asam berkarbon pada suhu 45 hingga 86 derajat Celcius yang ampuh untuk membuatmu nyaman setelah berjalan kaki jauh. Yang unik, apabila mata air lain memiliki dua jenis air, di sini malah ada empat jenis air yang berbeda, di antaranya air berpasir dari laut, air belerang, air asam karbon, dan air mengandung besi.

Usai berendam, lanjutkan beristirahat di beberapa hotel di sana yang juga menyediakan fasilitas air panas. Siap jadi surga bagi para wisatawan untuk memanjakan diri dengan beragam jenis air panas. Cara untuk ke sana, naik saja kereta TRA dari stasiun Taipei dan lanjutkan naik bis Kuo-Kuang menuju Jinshan.

Nanya

©Taiwan Tourism Board

Ingin menghiasi feed Instagram dengan potret kawasan wisata yang eksotis? Coba kunjungi Nanya, sebuah kawasan geologi luar bisa di sebelah utara yang terkenal berkat formasi bebatuan yang fantastis berikut pantai karang yang tererosi. Bersiap dibikin terpukau dengan garis pantai yang tampak bagai taman batu yang seakan dipahat oleh pelapukan alami dan gelombang alam. Benar-benar karya seni alam deh!

Topografi bebatuan di Nanya ini cuma ada di Taiwan karena dibentuk melalui pelapukan batu pasir yang melapisi pantai. Oksidasi biji besi dalam lekukan batu menghasilkan pola bergaris-garis yang terlihat begitu unik. Untuk mencapai destinasi ini, naiklah TRA ke stasiun Taipei lalu transfer ke bis Kou-kuang menuju Yilan Luodong, dan turun di Nanya. Dari sini kamu bisa melanjutkan wisata ke area Fulong yang tak kalah memesona. Biar nggak bingung, mulai penjelajahan dengan mengunjungi Fulong Visitor Center.

Shifen

©Taiwan Tourism Board

Desa yang satu ini tersohor berkat penyelenggaraan acara penerbangan lentera di jalur kereta api tua. Selain itu, sebenarnya di Shifen ada beragam destinasi wisata yang ramah bagi Muslim Traveler, seperti Air Terjun, Stasiun Shifen, dan Visitor Center.

Berlokasi di antara stasiun Dahua dan Shifen di jalur kereta api Pingxi, air terjun Shifen tampak bagaikan tirai satin putih ketika mengguyur ke bawah. Uniknya, ketika air begitu deras jatuh akan tercipta kabut yang seakan-akan menyelubungi seluruh air terjun. Ketika cuaca sedang cerah, kabut tersebut akan terlihat seperti pelangi sehingga dijuluki “Kolam Pelangi”. Penyebab fenomena tersebut adalah kemiringan bebatuan yang mengarah secara berlawanan dari aliran air. Perlu diketahui kalau Air Terjun Shifen adalah air terjun berjenis kaskade yang mirip dengan Air Terjun Niagara di Amerika Utara. Tak heran kalau ia juga dijuluki "Air Terjun Niagara Taiwan."

©Taiwan Tourism Board

New Taipei City memiliki jalur kereta di cabang Pingxi yang berhasil menjangkau 12,9 kilometer hingga melewati Lembah Sungai Keeling dari stasiun Sandiaoling sampai Jingtong. Dibangun pada tahun 1918, awalnya berfungsi untuk mengangkut batubara sebelum pada 1992 dibuah fungsinya menjadi jalur wisata. Stasiun Shifen sendiri termasuk salah satu halte perhentian di jalur tersebut. Terdapat di area yang indah sekali di mana pengunjung bakal disambut dengan air terjun dan sungai yang begitu cantik. Pemandangan perumahan di sekitarnya bakal menawarkan pesona nostalgia, jadi tak heran kalau lokasi tersebut begitu populer dipilih sebagai tempat pengambilan gambar untuk film maupun iklan.

Namun sebelum menjangkau Shifen lebih jauh, sebaiknya berkunjunglah terlebih dahulu ke Shifen Visitor Center. Lokasinya berada di kawasan Ruifan yang indah seluas 57 hektare dan mencakup sungai Keelung, Shifen, Xinliao serta Nanshan. Bersiap dibuat terpesona karena mata akan begitu dimanjakan dengan perbukitan indah, air terjun yang besar, dan keunikan sungai Dahua. Kamu bisa mengunjungi Shifen Visitor Center dengan berjalan kaki selama 15 menit dari Stasiun Shifen di sepanjang Old Street. Jangan ketinggalan juga buat mengikuti kelas pembuatan lentera serta menyaksikan video sejarah kawasan ini.

Yehliu Geopark

©Taiwan Tourism Board

Destinasi yang satu ini pada dasarnya adalah sebuah tanjung sepanjang 1.700 meter, terbentuk dari Gunung Datun yang mencapai laut. Paling memesona apabila dilihat dari atas, Yehliu Geopark tampak seperti kura-kura raksasa yang sedang menyelam ke laut. Tak mengherankan jika lantas banyak yang menyebutnya dengan Penyu Yehliu, karena bahkan lapisan batuan di tepi pantainya pun mengandung batu pasir . Ditambah dengan tekstur batu kapur yang terkena erosi laut, pelapukan dan pergerakan bumi, muncul alam istimewa yang terdiri dari parit atau lubang laut, batu berbentuk lilin, dan batu berbentuk pot.

Yehliu Geopark sendiri dibagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama memiliki batu-batu seperti Queen's Head, Fairy's Shoe dan Candle. Kemudian bagian kedua memiliki batu seperti Bean Curd, Dragon Head, sedangkan bagian ketiga memiliki gua-gua yang tererosi laut dan batu berbentuk segel. Melihat kondisi tersebut, tempat ini sangat cocok untuk studi geologi dan penelitian lapangan. Tak hanya itu, temukan juga patung Lin Tien Jane sebagai peringatan atas keberaniannya untuk menyelamatkan orang lain. Baca rincian kisahnya yang menyentuh lewat sebuah monumen yang terdapat di sana.

©Taiwan Tourism Board

Jangan sampai melewatkan juga keindahan Ocean World di Yehliu. Ini dia pameran evolusi laut pertama di Taiwan yang menyajikan terowongan wisata terbaik di bawah laut. Bersiap dibuat terpukau dengan pameran lebih dari 200 spesies ikan langka dan aneka jenis ikan laut yang unik. Makin memanjakan karena kamu juga bisa menyaksikan aneka pertunjukan ikan paus, lumba-lumba dan anjing laut. Lihat saja bagaimana mereka menghiburmu saat  menyelam, balet di atas air, dan pertunjukan bakat lainnya.

Bagi Muslim Traveler, temukan juga aneka makanan halal yang bisa didapatkan di took Indo Halal Yehliu. Untuk menuju ke sana, naiklah kerta TRA ke stasiun kereta Taipei, kemudian transfer ke stasiun MRT Tamsui, Tamsui Bus 862 atau Crown Northern Coast Shuttle Bus (Low), dan terakhir turun di halte Yehliu Geopark (Yehliu Ocean World).

Desa Jiufen

©Taiwan Tourism Board

Terakhir ada Desa Jiufen yang dulunya ternyata adalah pusat pertambangan emas. Meski lambat laun emas di sana perlahan habis, tapi daya tariknya tetap berhasil membuat para produser film untuk memilihnya sebagai lokasi syuting. Salah satunya berjudul A CITY OF SADNESS yang sukses dinobatkan sebagai juara pertama di event bergengsi Venice Film Festival.

©Taiwan Tourism Board

Popularitasnya semakin menanjak ketika desa Jiufen ini menjadi inspirasi sebuah film populer karya Hayao Miyazaki dari Studio Ghibli berjudul SPIRITED AWAY. Area paling terkenal di sini adalah Jiufen Old Street di mana kamu bisa menemukan deretan kedai yang menawarkan cemilan khas dan makanan lokal khas Jiufen. Tak hanya itu, berbagai tempat bersejarah juga dipelihara dengan baik.

Bermalamlah di Desa Jiufen dan rasakan keasrian suasana desa yang sesungguhnya, sembari menikmati bintang-bintang serta memancing ikan ketika malam tiba. Menuju Desa Jiufen bisa dijangkau dengan naik kereta TRA di stasiun Taipei menuju stasiun MRT Zhongxiao Fuxing. Kemudian transfer dengan Keelung Bus menuju Jinguashi dan turun di Jiufen.

Beragam destinasi di atas membuktikan jika New Taipei City benar-benar cocok dijadikan destinasi liburan bagi Muslim Traveler. Yup, tak jauh dari Taipei City yang terkenal begitu metropolitan, terdapat kawasan yang masih begitu baik melestarikan kehidupan tenteram masa lalu. Apabila mau mengeksplorasi aneka kuliner halal di sana, berburulah di sekitar masjid At Taqwa di Ruifang dan restoran halal Pa Fan Keng di kawasan wisata Jiufen. 

Yuk segera persiapkan segala sesuatu untuk berpetualang ke New Taipei City!

Beri Komentar