Berkeringat Bukan Tanda Kalori Sedang Terbakar, Ini Alasannya

Reporter : Cynthia Amanda Male
Selasa, 18 Januari 2022 13:34
Berkeringat Bukan Tanda Kalori Sedang Terbakar, Ini Alasannya
Cari tahu juga cara tepat membakar kalori.

Dream - Umumnya, seseorang dianggap telah berolahraga setelah tubuh berkeringat. Banyaknya keringat yang keluar dianggap sama dengan jumlah kalori yang dibakar.

Padahal, banyaknya keringat tidak sama dengan jumlah kalori yang terbakar. Keringat akan diproduksi saat suhu tubuh sedang panas.

" Tubuh berkeringat adalah cara untuk mendinginkan suhu tubuh selama berolahraga atau penyebab peningkatan suhu tubuh lainnya," ungkap Thad E. Wilson, Profesor di Departemen Fisiologi Fakultas Kedokteran Universitas Kentucky, dikutip dari Health.

Oleh karena itu, tak heran jika tidak semua orang berkeringat saat berolahraga seperti ketika melakukan program High Intensity Interval Training (HIIT).

Saat berkeringat, tubuhmu belum tentu sedang membakar lemak. Tubuh berkeringat hanyalah indikasi bahwa tubuh kamu kehilangan air, bukan lemak tubuh.

1 dari 2 halaman

Lalu, bagaimana cara untuk membakar kalori dan lemak?

Mengukur Lingkar Perut© Shutterstock

Jika ingin membakar lebih banyak kalori dan lemak, lakukan gerakan olahraga yang melibatkan beberapa otot. Biasanya, kalori akan terbakar secara signifikan selama melakukan aerobik dan angkat beban.

Ketika tubuh tidak berkeringat saat berolahraga berat, bukan berarti olahragamu kurang efektif. Itu menandakan bahwa suhu tubuhmu tidak meningkat terlalu banyak.

Setiap orang juga berkeringat dalam suhu yang berbeda-beda. Biasanya, orang yang tinggal di daerah bersuhu panas akan lebih mudah berkeringat. Namun, hal tersebut juga belum bisa menentukan efektivitas berolahraga dan pembakaran kalori maupun lemak tubuhmu.

2 dari 2 halaman

Perhatikan hal ini untuk membakar kalori secara optimal

Di samping melakukan jenis olahraga dan gerakan yang tepat, pantau detak jantungmu. Tubuh akan melakukan pembakaran lemak secara optimal jika detak jantungmu berada pada 60-70 persen dari detak maksimalnya.

Kamu bisa menghitung detak jantung maksimal dengan melakukan perhitungan 220 dikurangi usiamu. Lalu, kalikan dengan 60 dan 70 persen untuk mendapatkan rata-rata detak jantung terbaik untuk pembakaran lemak.

Laporan: Amaanda Putri Ivana

Beri Komentar