Waspada Tetap Diperlukan, Ini Cara Atasi Kecemasan Adanya Virus Corona

Reporter : Dwi Ratih
Kamis, 13 Februari 2020 17:48
Waspada Tetap Diperlukan, Ini Cara Atasi Kecemasan Adanya Virus Corona
Apa saja?

Dream - Wabah virus corona yang telah diberi nama resmi COVID-19 sudah menyebar dengan tingkat penemuan kasus terjangkit baru yang semakin meningkat. Sebanyak 29 negara di dunia telah mengkonfirmasi virus corona tersebut. 

Organisas Kesehatan Dunia dari PBB (World Health Organization/WHO) telah menetapkan status darurat dunia terkait kemunculan virus ini. COVID-19 hingga hari ini, Kamis, 13 Februari 2020 telah merenggut nyawa hingga 1.369 orang di seluruh dunia terutama di China.

Meski ribuan orang telah meninggal dunia, tingkat fatality rate COVID-19 ini ternyata tidak tinggi yaitu sekitar dua persen.

" COVID ini dari segi keganasannya memang tidak seganas virus terdahulu seperti flu-burung, SARS, dan MERS," ujar dr. Daeng M Faqih SH, MH, Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dalam acara konferensi press  Inisiatif Proaktif Dalam Antisipasi COVID-19, Jakarta, Kamis, 13 Febuari 2020.

 dr. Daeng M Faqih SH, MH (Ketum IDI)© Khidr Al-Zahrani

 

1 dari 4 halaman

Penyebaran virus VS tingkat kesembuhan

Menurut Fakih, penyebaran virus COVID-19 memang tergolong cepat. Namun, tingkat kesembuhannya warga yang terpapar virus ini juga tergolong tinggi.

Kondisi ini dikarenakan sikap alami tubuh yang dapat melawan virus dengan sendirinya.

" Semua infeksi virus akan sembuh sendiri, tergantung dari banyak hal seperti, sistem ketahanan tubuh kita, dan recovery tubuh kita. Dalam setiap kasus tubuh kita punya mekanisme pertahanan sendiri jadi pasti berusaha untuk melawan virus tersebut," ujar dr. Adhiatma Gunawan, Head of Medical Management of Good Doctor,.

 dr. Adhiatma Gunawan (IDI)© dream.co.id

Jadi seperti yang kita tahu walaupun virus ini menyerang banyak orang sebenarnya virus ini tidak perlu terlalu dicemaskan, karena tingkat fatality yang rendah dan dapat sembuh sendirinya.

 

2 dari 4 halaman

Apa yang dapat kita lakukan untuk melakukan pencegahan terhadap virus ini?

Sebagai upaya pencegahan penularan virus corona, setiap orang dianjurkan menjalankan cara hidup sehat dengan melakukan cuci tangan secara benar, etika batuk yang benar, jaga jarak dengan orang yang terkena flu, dan masak daging sampai matang.

 ilustrasi batuk© shutterstock.com

Sahabat Dream juga pastikan jangan mudah panik dengan hoaks yang banyak tersebar. Kita harus teliti dan tetap hidup dengan bersih agar terhindar dari segala penyakit.

 Ikatan Dokter Indonesia© dream.co.id

(sah, Laporan: Shania Suha Marwan)

3 dari 4 halaman

Pilu! Nenek, Suami Istri, 2 Bibi dan 3 Keponakan Terpapar Virus Corona

Dream - Penularan virus corona di China menyebar dengan sangat cepat. Awal kemunculan virus yang bermutasi menjadi 2019-nCoV ini memang mencemaskan karena merebak di tengah perayaan Tahun Baru China, Imlek.

Sama seperti lebaran, momen pergantian tahun tersebut dirayakan masyarakat Tiongkok dengan berkumpul bersama keluarga. Jutaan orang China mudik ke kampung halaman untuk bertemu sanak keluarga. 

Kondisi ini membuat penyebaran virus corona sangat masif. Saking kuatnya infeksi, virus yang diduga menyebar pertama di Wuhan, provinsi Hubei China ini bisa menular ke satu keluarga sekaligus.

Cerita menyeramkan sekaligus memprihatinkan ini dialmai sebuah keluarga di Hong Kong yang positif terinfeksi virus corona Wuhan (2019-nCoV). Virus corona menyerang 9 orang anggota keluarga tersebut  usai menghabiskan waktu berkumpul keluarga dengan menyantap hidangan hotpot.

4 dari 4 halaman

Masih dalam pengawasan

Kepastian kondisi sembilan orang ini dikeluarkan otoritas setempat pada Minggu, 9 Februari 2020.

Dilaporkan Channel News Asia, seorang anggota keluarga berusia 24 tahun dan nenek, 91 tahun, dikonfirmasi mengidap virus tersebut. Pusat Perlindungan Kesehatan Hong Kong mengatakan, selain dua orang tersebut, ayah dan ibu dari lelaki tersebut, dua orang bibi, dan tiga keponakannya juga terinfeksi virus tersebut.

Otoritas resmi mengatakan, para pejabat mengatakan keluarga itu merupakan bagian dari pertemuan selama liburan Tahun Baru Imlek di akhir Januari 2020. Pertemuan ini dilakukan bersama 19 orang lain.

Virus corona pertama kali ditemukan di kota Wuhan di China, Desember 2019. Hingga saat ini, ada 40.561 orang yang terinfeksi virus ini.

Sementara itu, kematian akibat virus ini mencapai 910 orang. Sejumlah negara masih terus mengawasi beredarnya wabah virus corona ini.

Beri Komentar
Video Polisi Tes Kandungan Sabu Cair dalam Mainan Anak-anak