Cara Atasi Masalah Saat Berhubungan Intim Usai Melahirkan

Reporter : Cynthia Amanda Male
Senin, 20 Juli 2020 09:45
Cara Atasi Masalah Saat Berhubungan Intim Usai Melahirkan
Obati rasa sakit saat berhubungan intim dengan cara ini.

Dream - Pasangan yang baru saja memiliki buah hati, mungkin bertanya-tanya waktu yang tepat sekaligus aman untuk kembali berhubungan intim. Beberapa pasangan memang ada yang khawatir aktivitas itu bisa menyebabkan luka jahitan kembali terbuka dan berdarah.

Potensi luka jahitan memang bisa saja terjadi terutama jika kamu belum siap dan lukanya masih basah.

Dilansir dari Youngparents.com, Christopher Ng, Obstetrician & Gynaecologist mengungkapkan bahwa luka akibat kembali berhubungan intim bisa diatasi dengan krim yang mengandung vitamin E atau sweet almond oil.

Terbukanya luka sehabis melahirkan juga bisa dicegah dengan melakukan penetrasi secara hati-hati dan perlahan. Pemakaian pelumas dan foreplay pun dapat membantu mengurangi rasa sakit.

Jika masih merasa sakit saat berhubungan seksual pada 3-6 minggu setelah melahirkan, kamu bisa berkonsultasi dengan ginekologis. Kamu bisa menjalani operasi agar lukanya ditangani dengan baik.

Penetrasi yang menyakitkan bisa jadi pertanda infeksi jamur pada miss V. Sehingga, perlu ditangani lebih lanjut. Meski wanita seringkali merasa sakit ketika berhubungan seksual setelah melahirkan, banyak yang tidak merasakannya ketika bayi telah menginjak satu tahun.

(Sumber: Youngparents.com)

1 dari 4 halaman

Kapan Waktu Tepat Berhubungan Intim Usai Melahirkan?

Dream - Saat melahirkan, melakukan hubungan intim suami istri menjadi hal terakhir yang dipikirkan. Namun ketika sudah menemukan kenyamanan dalam merawat anak, mungkin kamu mulai berpikir untuk kembali melakukan hubungan seksual. 

Sebenarnya, tidak ada waktu paten untuk kembali berhubungan seksual. Tapi menurut American College of Obstetrics and Gynecology, dokter seringkali menyarankan untuk menunggu hingga 4-6 bulan setelah melahirkan.

Di saat seperti itu, biasanya ibu menyusui seringkali mengalami kelelahan. Kondisi organ intim yang kering, rasa sakit atau penurunan gairah seksual.

Jika memiliki luka jahitan saat melahirkan, kamu harus menunggunya sampai benar-benar sembuh untuk mencegah rasa sakit maupun lukanya kembali terbuka. Jika kamu belum siap di bulan keenam pun tidak masalah.

" Kita berharap bahwa kebiasaannya akan kembali seperti sebelum kehamilan. Namun, kebiasaannya telah banyak dan akan terus berubah seiring dengan pertumbuhan anak," ujar Sofia Jawed-Wessel, Assistant Professor di School of Health and Kinesiology University of Nebraska-Omaha, dilansir dari Insider.com. 

Tapi jika sudah siap, kamu bisa melakukan beberapa cara agar merasa nyaman serta bisa menikmati aktivitas seksual.

Menurut Christine Leistner, Relationship Health Scientist & Assistant Professor di California State Unuversity-Chico, melakukan masturbasi dan berkomunikasi dengan pasangan ketika melakukan hubungan seksual akan membuatmu lebih nyaman serta menikmatinya.

2 dari 4 halaman

Melakukan masturbasi

Ilustrasi Masturbasi© Shutterstock.com

Sebelum berhubungan seksual, Leistner menyarankan untuk melakukan masturbasi. Ini akan membantu wanita lebih menyatu dan merasa nyaman dengan dirinya sendiri setelah melahirkan.

3 dari 4 halaman

Lebih dekat dengan pasangan sebelum berhubungan seksual

Pasangan© Shutterstock.com

Penelitian menemukan bahwa perasaan wanita saat berhubungan seksual dan bagaimana mereka memandang perasaan pasangannya, menjadi hal yang lebih penting bagi kepuasan seksual daripada faktor fisik.

Lebih dekat dengan pasangan akan membuat aktivitas seksual setelah melahirkan menjadi lebih nyaman dan memuaskan. Kamu bisa melakukan hal selain seks agar lebih dekat dengan pasangan.

Ketika sudah merasa lebih nyaman dengan pasangan, aktivitas seksual pun akan terasa lebih memuaskan.

4 dari 4 halaman

Komunikasikan dengan pasangan

Berkomunikasi dengan Pasangan© Shutterstock.com

Ketika ingin kembali melakukan aktivitas seksual, sangat penting untuk berdiskusi terlebih dulu dengan pasangan untuk membicarakan kebutuhan serta ekspektasi saat berhubungan.

" Masing-masing harus terbuka membicarakan ketakutan, hal yang diperhatikan serta keinginannya dalam berhubungan seksual untuk mencegah kesalahpahaman," kata Jennifer Conti, Clinical Assistant Professor of Obstetrics and Gynecology di Stanford University.

Jika merasa kurang nyaman atau sakit ketika berhubungan seksual, segera akhiri dan berkomunikasi dengan pasangan untuk membangun kenyamanan serta kepuasan kembali.

(Sumber: Insider.com)

 

 

Beri Komentar