Cara Kembalikan Kemampuan Mencium Aroma Pasca Terpapar Covid-19

Reporter : Mutia Nugraheni
Minggu, 27 Desember 2020 07:48
Cara Kembalikan Kemampuan Mencium Aroma Pasca Terpapar Covid-19
Hal ini sangat menggangu nafsu makan dan menggangu psikologis.

Dream - Salah satu keluhan khas dari para pasien Covid-19 adalah kehilangan kemampuan merasa dan mencium. Makanan terasa pahit, dan tak bisa merasakan aroma di sekitarnya atau disebut anosmia. Hal ini sangat menyiksa dan membuat banyak pasien kehilangan nafsu makan dan berdampak buruk pada psikologis.

Anosmia memang akan berangsung hilang dan kemampuan mencium dan merasa akan kembali, tapi biasanya memakan waktu 2 hingga 4 minggu.Selain anosmia, pasien juga mengalami parosmia, yaitu kondisi dimana orang mengalami distorsi bau yang aneh dan seringkali tidak menyenangkan.

Misalnya, alih-alih mencium aroma lemon, mungkin mencium bau kubis yang busuk, atau cokelat mungkin berbau bensin. Parosmia telah dikaitkan dengan Covid-19 dan virus serta cedera kepala lainnya.

" Beberapa derajat kehilangan bau diperkirakan memengaruhi hingga seperempat populasi umum," kata peneliti Carl Philpott, dari Norwich Medical School di University of East Anglia, dikutip dari WebMD.

 

1 dari 2 halaman

" Kehilangan bau juga merupakan gejala utama Covid-19, dan kami tahu bahwa pandemi ini menyebabkan banyak orang kehilangan bau jangka panjang, atau distorsi bau seperti parosmia," ungkap Philpott.

Batuk© Shutterstock

Kabar baiknya, ada pelatihan khusus yang dapat membantu pasien Covid-19 mendapatkan kembali indra penciuman mereka. Pelatihan penciuman melibatkan mengendus setidaknya empat bau berbeda dua kali sehari setiap hari selama beberapa bulan.

" Ini bertujuan untuk membantu pemulihan berdasarkan neuroplastisitas - kemampuan otak untuk mengatur ulang dirinya sendiri untuk mengimbangi perubahan atau cedera," kata Philpott.

 

2 dari 2 halaman

Para peneliti bekerja dengan lebih dari 140 orang yang kehilangan atau mengalami perubahan dalam indra penciuman mereka. Para pasien penelitian diberi berbagai alat pelatihan penciuman, termasuk bau yang berbeda, seperti kayu putih, lemon, mawar, kayu manis, cokelat, kopi, lavender, madu, stroberi, dan daun thyme

" Kami menemukan bahwa kehadiran parosmia dan kinerja penciuman yang lebih buruk pada pengujian identifikasi bau dan diskriminasi dikaitkan dengan pemulihan yang signifikan secara klinis dalam fungsi penciuman untuk orang yang mengalami gangguan penciuman pasca terpapar virus. Ini berarti bahwa pelatihan penciuman dapat membantu jalur penciuman untuk mulai beregenerasi dan pulih," ujar Philpott.

Para peneliti juga menemukan bahwa orang yang lebih tua lebih mungkin mulai memulihkan indra penciuman mereka. Selain itu, peningkatan terbesar terlihat di antara mereka yang kehilangan fungsi penciuman paling banyak. Laporan tersebut dipublikasikan secara online baru-baru ini di jurnal The Laryngoscope.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar