Cara Pulihkan Indera Penciuman dan Perasa yang Hilang Akibat Covid-19

Reporter : Ulyaeni Maulida
Jumat, 13 November 2020 16:35
Cara Pulihkan Indera Penciuman dan Perasa yang Hilang Akibat Covid-19
Hal ini menjadi salah satu gejala yang membutuhkan waktu lama untuk kembali pulih.

Dream – Kehilangan indera penciuman adalah salah satu gejala yang dialami beberapa pasien akibat virus covid-19. Ada pula pasien lain yang menunjukan gejala hilangnya indera perasa saat tubuhnya mulai terpapar virus corona.  

Gejala hilangnya indera penciuman atau dikenal dengan istilah Anosmia menjadi indikator yang unik bagi virus baru seperti covid-19. Gejala ini dapat dirasakan sebelum demam menyerang atau bahkan anosmia menjadi satu-satunya gejala yang muncul.

Hal ini menjadi salah satu gejala yang membutuhkan waktu lama untuk kembali pulih. Diperkirakan hingga 6-7 minggu setelah seseorang di diagnosis.

Selain itu, adapula yang dibarengi dengan kehilangan indra perasa. Keduanya sama-sama menjadi gejala yang kemunculannya masih diteliti hingga saat ini.

Peristiwa ini membuat otak menjalani semacam ‘rewiring’ yaitu kembali belajar mengenali bau atau rasa sesuatu.

Saat ini, belum ada obat khusus yang dapat menyembuhkan gejala ini. Hal ini juga berdampak pada masalah psikologis yang dirasakan seseorang. Karena semakin lama gejala ini berlangsung, maka semakin banyak masalah psikologis yang dapat muncul.

Lalu, bagaimana cara agar seseorang bisa sembuh dari gejala kehilangan indra penciuman dan perasa ini? Berikut penjelasan lengkapnya.

1 dari 5 halaman

Kenali Penyebabnya

Ilustrasi© Freepik

Kehilangan indera penciuman dan perasa mengacu pada kondisi ketika seseorang tidak dapat mendeteksi bau. Biasanya, orang yang menderita pilek atau hidung tersumbat juga akan mengalami hal yang sama. Dan dapat kembali seperti semula setelah beberapa waktu.

Dalam beberapa kasus, kehilangan indera penciuman dan perasa ini juga dapat disebabkan oleh pertambahan usia. Atau bisa juga disebabkan oleh penyakit lain seperti alergi, infeksi, hingga ketidakseimbangan hormon.

Meskipun kehilangan indera penciuman dan perasa ini adalah hal yang biasa terjadi, namun dalam kasus virus corona, ini adalah gejala pertama yang terjadi.

2 dari 5 halaman

Gambaran Saat Mengalami Anosmia

Ilustrasi© Freepik

Banyak cara pasien menggambarkan bagaimana mereka harus kehilangan indera penciuman dan perasanya. Ada yang merasa saus pedas seperti susu, minuman berbau minyak bumi, hingga makanan yang terasa seperti karton.

Sebuah studi yang diterbitkan di Chemical Senses, pada bulan Juni menemukan hampir 8 persen dari 4 ribu pasien covid-19, mengalami kehilangan indera penciuman dan perasa pada waktu yang hampir bersamaan.

Para ilmuan pun mencoba mendeteksi perubahan indera penciuman dan perasa ini untuk mendiagnosis infeksi covid-19 lebih cepat.

3 dari 5 halaman

Penyebab Hilangnya Indera Penciuman dan Perasa

Ilustrasi© Freepik

Menurut para ahi, salah satu alasan mengapa covid-19 dapat menyebabkan hilangnya kemampuan indera penciuman dan perasa adalah Karen viral load bereplikasi atau berkembang biak di saluran pernapasan bagian atas. Sehingga menyebabkan penurunan fungsi hidung dan juga mengalangi kemampuan indera perasa.

Namun, beberapa orang percaya bila gejala ini muncul maka bisa menjadi pertanda pemulihan yang positif. Saat indera penciuman pulih dan beregenerasi dari serangan virus, dibutuhkan beberapa saat sebelum mendapatkan kembali indera penciuman yang normal.

4 dari 5 halaman

Kapan Anosmia Perlu Dikhawatirkan?

Ilustrasi© Freepik

 

Bila anosmia sudah membuat seseorang kesulitan untuk makan, maka hal ini perlu menjadi hal yang dikhawatirkan. Karena membuat penderita kehilangan nafsu makan. Bahkan sekedar minum air putih, dapat terasa begitu menyakitkan.

Sebagian besar penderita mendapatkan kembali fungsi indera penciuman dan perasanya setelah satu hingga dua bulan sejak didiagnosis. Namun, dalam beberapa kasus justru dapat berlangsung selama berbulan-bulan.

5 dari 5 halaman

Cara Pemulihan Diri

Ilustrasi© Freepik

 

Penderita covid-19 dapat memulihan kembali indera penciuman dan perasanya setelah pulih. Bagi mereka yang mengalami gejala tersebut dalam waktu lama, terapi non-farmasi, seperti pelatihan penciuman dapat dilakukan. Ini dapat membantu mereka untuk kembali makan dan minum secara teratur.

Dengan 'pelatihan penciuman' pasien diminta untuk mengendus makanan, wewangian, dan minyak tertentu, seperti minyak kayu putih, jeruk, lemon, atau produk beraroma tinggi lainnya.

Hal ini dilakukan selama 30 detik sebanyak dua kali sehari selama beberapa minggu. Untuk membantu otak mengenali baud an rasa secara akurat.

Minyak esensial dan wewangian alami tertentu juga memiliki kemampuan ampuh untuk mengembalikan indera penciuman agar bekerja lebih efisien dan memperbaiki ketidakseimbangan.

Namun, bagi mereka yang masih kesulitan mengonsumsi makanan biasa, dapat dibantu dengan smoothie atau jus. Ini penting untuk tetap mendapatkan nutrisi selama pemulihan berlangsung.

(Sumber: timesofindia.indiatimes.com)

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar