Cegah Mual dan Muntah Saat Puasa, Jangan Makan Pedas dan Berminyak

Reporter : Dwi Ratih
Selasa, 4 Mei 2021 06:14
Cegah Mual dan Muntah Saat Puasa, Jangan Makan Pedas dan Berminyak
Hayo siapa yang suka makan makanan pedas dan berminyak?

Dream – Berpuasa yang mewajibkan umat Muslim menahan rasa lapar dan haus kurang lebih 12 jam bikin pola makan menjadi berubah secara tiba-tiba. Terkadang hal tersebut dapat memicu munculnya gangguan kesehatan, salah satunya muntah.

Terkadang orang akan merasa mual bahkan muntah setelah sahur atau saat di tengah aktivitas puasa. Terutama beberapa hari pertama puasa karena sistem pencernaan yang mulai beradaptasi dengan pola makan berbeda dari biasanya.

Umumnya, muntah dan mual saat puasa bukan kondisi yang perlu dikhawatirkan. Namun, bila muntah dan mual saat puasa terjadi terus menerus dan yang dikeluarkan tubuh cukup banyak, maka bisa jadi tanda suatu kondisi medis tertentu.

Sebaiknya segera periksa ke dokter.

Ada beberapa faktor yang dapat memicu mual dan muntah saat bulan puasa, kenali penyebabnya, antara lain:

1 dari 4 halaman

1. Makan berlebihan atau terlalu cepat saat sahur

Ketika makan berlebihan, lambung tidak akan sanggup menampung atau mencerna makanan, sehingga sistem pencernaan akan memaksa makanan agar keluar dari tubuh melalui muntah.

Hal ini dapat terjadi akibat aktivitas lambung yang terlalu berat dalam mencerna makanan.

Ilustrasi© Shutterstock

2. Makan makanan berminyak saat sahur

Makanan berminyak memiliki kandungan lemak yang tinggi, ketika dimakan terlalu banyak saat sahur perut menjadi lebih lambat mencerna atau mengosongkan makanan dari lambung.

Akibatnya rasa mual saat puasa muncul dan menyebabkan muntah ditengah-tengah aktivitas menahan makan dan minum.

2 dari 4 halaman

3. Sering makan pedas saat sahur

Makanan pedas memang nikmat dan meningkatkan nafsu makan, tapi jika dikonsumsi terlalu banyak saat sahur dan berbuka dapat berisiko memicu beberapa masalah kesehatan, termasuk muntah.

Pada orang yang memiliki riwayat gangguan pencernaan seperti asam lambung yang naik ke tenggorokan (acid reflux), gastritis, atau tukak lambung, bila sering makan makanan pedas dapat memperparah gejala penyakit ditandai dengan gejala mual dan muntah saat puasa.

4. Langsung tidur setelah makan sahur

Pada orang penderita GERD (Gastroesophageal reflux disease) atau asam lambung, langsung tidur setelah makan sahur bisa menjadi salah satu pemicu rasa mual hingga menyebabkan muntah saat puasa.

Lalu bagaimana cara agar mual dan muntah dapat dicegah saat puasa? Sebaiknya atur pola makan saat sahur dan buka puasa dengan baik dan lakukan beberapa hal berikut ini;

3 dari 4 halaman

- Makan secara pelahan dan tidak berlebihan

Ketika makan sahur, makanlah dengan porsi yang cukup dan tidak berlebihan. Kunyah pula makanan secara perlahan agar lambung dapat berkerja mencerna makanan dengan baik.

- Hindari makanan pedas dan berminyak

Saat sahur pastikan konsumsi makanan yang bergizi seimbang, misalnya penuhi nutrisi harian tubuh dengan makan sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian, daging merah, dan susu.
Hindari makanan berminyak, pedas, berlemak, dan berbumbu tajam saat sahur dan berbuka untuk mencegah mual dan muntah.

4 dari 4 halaman

- Makan makanan yang hambar atau tanpa rasa

Salah satu cara mecegah muntah dengan memakan makananhambar atau tidak mengandung kaya rasa saat sahur, misalnya roti tawar atau biskuit.

Dengan begitu tidak akan terkena asam lambung dan menenangkan perut sehingga tidak akan menyebabkan mual dan muntah.

- Jangan langsung tidur setelah makan sahur

Hindari berbaring sesaat setelah makan sahur, guna memberi waktu bagi sistem pencernaan mencerna makanan yang dimakan.

Jika membutuhkan tidur setelah sahur, ada baiknya lakukan kegiatan tertentu dahulu sebelum tidur.

Misalnya dengan cuci piring bekas makan, berjalan sebentar di area rumah, atau duduk di tempat tidur dan menyender pada penopang kasur beberapa menit, atau bagi umat muslim bisa dengan menunaikan ibadah salat terlebih dahulu sebelum kembali tidur.

Laporan: Josephine Widya, Sumber: Sehatq

Beri Komentar