China Mulai Uji Klinis Vaksin Virus Corona

Reporter : Sugiono
Kamis, 19 Maret 2020 15:42
China Mulai Uji Klinis Vaksin Virus Corona
Vaksin virus corona dikembangkan oleh Akademi Ilmu Kedokteran Militer China di Wuhan.

Dream - Wabah virus corona baru yang kemudian disebut dengan Covid-19 telah membuat panik warga masyarakat di seluruh dunia.

Berbagai institusi kesehatan di seluruh dunia berlomba untuk menemukan vaksin bagi Covid-19 yang merenggut lebih dari 8 ribu jiwa.

Namun ada kabar bagus dari China yang diharapkan bisa menjadi solusi dalam menangkal Covid-19 dalam waktu dekat.

Administrasi Produk Medis Nasional China dilaporkan telah menyetujui pengujian pertama vaksin Covid-19, yang dikembangkan oleh Akademi Ilmu Kedokteran Militer di Wuhan.

Menurut pakar senjata biologis Akademi Ilmu Kedokteran Militer, Chen Wei, vaksin yang dikembangkan pusat penyebaran virus corona ini akan menjadi senjata ampuh untuk mengakhiri Covid-19.

" Vaksin ini adalah salah satu senjata biologis berteknologi yang paling kuat untuk mengakhiri epidemi virus corona baru," kata Chen Wei yang juga ketua tim peneliti di akademi militer tersebut.

Sejak tiba pada 26 Januari di Wuhan, para peneliti yang dipimpin Chen Wei berlomba dengan waktu untuk menemukan vaksin dari virus mematikan itu.

Wei Chen menambahkan dia dan timnya telah bersiap untuk memproduksi vaksin Covid-19 dalam skala besar.

" Sesuai dengan standar internasional dan hukum nasional, kami telah membuat persiapan awal untuk menjalankan prosedur keselamatan, efektivitas, kualitas, dan produksi massal (dari vaksin)," ujar Wei Chen.

Hingga Kamis, 19 Maret 2020, Worldometer.info mencatat kasus Covid-19 di seluruh dunia mencapai 219.367 kasus. Dengan jumlah kematian 8.970 jiwa dan kesembuhan mencapai 85.749 orang.

Sumber: NYPost

1 dari 4 halaman

Amerika Uji Coba Vaksin Corona ke Tubuh Manusia

Dream - Vaksin untuk menangkap sebaran virus corona memasuki uji coba pertamanya ke tubuh manusia. Tes pertama ini diberikan ke seorang partisipan pada Senin, 16 Maret 2020.

Vaksin ini dikembangkan National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID) Amerika Serikat. NIAID bekerja sama dengan perusahaan bioteknologi Moderna Inc.

" Menemukan vaksin yang aman dan efektif untuk mencegah infeksi SARS-CoV-2 adalah prioritas kesehatan masyarakat yang mendesak," kata Direktur NIAID Anthony Fauci, dilaporkan Sydney Morning Herald, Selasa, 17 Maret 2020.

" Studi fase 1 ini, diluncurkan dengan langkah cepat, untuk menahan laju mewabahnya virus corona," kata dia.

Seperti diketahui, tidak ada vaksin atau terapi untuk memerangi SARS-Cov2, virus yang menyebabkan penyakit pernapasan yang dikenal sebagai Covid-19.

Juga tidak ada perawatan atau vaksin yang disetujui untuk virus corona lain, seperti SARS dan MERS.

Langkah penting dalam pengembangan vaksin datang ketika Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit menyerukan untuk mencegah pertemuan 50 orang atau lebih untuk menangani pandemi.

Uji coba pertama ini hanyalah langkah awal. Vaksin ini sebenarnya masih terus dikembangkan dalam satu tahun hingga 18 bulan ke depan.

2 dari 4 halaman

Berburu Vaksin

Uji coba fase I menandai pertama kalinya vaksin eksperimental diperkenalkan ke dalam tubuh manusia. Langkah itu menjadi studi kecil untuk menilai apakah vaksin itu aman dan apakah itu membangkitkan respons kekebalan.

Vaksin itu membutuhkan uji coba fase II dan fase III untuk menghasilkan data yang cukup untuk menunjukkan apakah vaksin berfungsi dan cukup aman untuk mendapatkan persetujuan dari Food and Drug Administration (Sejenis Badan POM)

Sebelumnya, perusahaan medis asal Britania Raya, Glaxo Smith Kline mengumumkan mereka bekerja dengan Clover Biopharmaceuticals yang berbasis di China pada vaksin eksperimental bulan lalu.

Otoritas Penelitian dan Pengembangan Biomedis Lanjutan Amerika Serikat juga bekerja dengan Sanofi dan Johnson & Johnson untuk membuat vaksin potensial melawan virus corona.

3 dari 4 halaman

Para Ilmuwan Israel Klaim Sudah Kembangkan Vaksin Virus Corona Covid-19

Dream - Para ilmuwan di Institute for Biological Research di Israel diklaim telah membuat terobosan signifikan dalam memahami virus Corona baru atau COVID-19.

Dilansir Haaretz.com, sumber-sumber di institut tersebut baru-baru ini mengklaim bahwa mereka sudah bisa memahami mekanisme biologis dan kualitas dari virus Corona baru.

Tidak itu saja, mereka juga sudah mampu melakukan diagnostik yang lebih baik, memproduksi antibodi bagi mereka yang terinfeksi virus dan mengembangkan vaksin untuk virus.

Namun saat ditanya tentang kemajuan tersebut, Kementerian Pertahanan Israel enggan membuat pernyataan yang terkesan terburu-buru.

" Institut belum punya terobosan dalam menemukan vaksin untuk virus korona atau untuk mengembangkan alat ujinya," bunyi pernyataan Kementerian Pertahanan Israel.

Disebutkan pula bahwa institut bekerja sesuai dengan jadwal dan rencana kerja yang pasti akan membutuhkan waktu.

Institute for Biological Researc adalah lembaga penelitian dan pengembangan yang terkenal di dunia. Mereka memiliki peneliti dan ilmuwan berpengalaman dengan infrastruktur dan pengetahuan yang bagus.

Saat ini ada lebih dari 50 ilmuwan berpengalaman yang bekerja di institut tersebut untuk meneliti dan mengembangkan vaksin untuk virus corona.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyhu sebelumnya memerintahkan lembaga tersebut untuk mencurahkan sumber daya untuk mengembangkan vaksin bagi COVID-19 pada 1 Februari 2020.

Biasanya, proses panjang dalam pembuatan vaksin melibatkan percobaan pra-klinis pada hewan yang diikuti oleh uji klinis pada manusia.

Hal ini dilakukan untuk memahami karakteristik dari efek samping vaksin tersebut dan dampaknya pada populasi yang terinfeksi.

Proses pengembangan tersebut membutuhkan serangkaian tes dan eksperimen lainnya yang dapat berlangsung berbulan-bulan sebelum vaksin dianggap efektif atau aman untuk digunakan.

4 dari 4 halaman

Ridwan Kamil Ungkap Obat Corona Bisa Dikembangkan di Jawa Barat

Dream - Hingga saat ini belum ada obat khusus untuk virus corona (Covid-19). Para pasien positif dirawat seperti pasien pnemunia dengan obat untuk meredakan gejalanya agar tidak semakin parah.

Hingga saat ini, virus sendiri belum bisa ditangkal dengan obat dan vaksin tertentu. Sejumlah peneliti pengobatan di berbagai negara sedang bekerja keras untuk mencari obat untuk penyakit yang telah menjangkiti 124 negara ini.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, melalui akun Instagram membawa fakta yang cukup menggembirakan. Ia mengungkap penelitian yang dipublikasi di China dan National Institute of Health, Amerika Serikat. Menurut penelitian tersebut 100 pasien corona membaik kondisinya karena pemberian obat yang mengandung Kloroquin Fosfat.

" Menurut Prof Keri Lestari @keri.unpad dari UNPAD Kloroquin Fosfat itu nama lain dari Obat KINA sebagai obat Malaria, yang ternyata bisa mencegah pertumbuhan dan memblokir infeksi virus covid-19. Dan Pohon KINA itu selama 70 tahun ditanam di tanah Jawa Barat yang diproduksi Kimia Farma,"  tulisnya.

 Postingan RIdwan Kamil© Instagram

(Foto: Instagram Ridwan Kamil)

Mengetahui fakta tersebut Ridwan Kamil langsung berkoordinasi dengan Profesor Keri. Ia juga meminta pihak tim penelitian di berbagai perguruan tinggi di Jawa Barat untuk melakukan kajian lebih lanjut seputar virus Covid-19.

" Pemprov Jawa Barat mendorong perguruan tinggi di Jabar untuk segera melakukan kajian-kajian ilmiah terkait penanganan masalah virus covid-19,"  tulisnya.

Beri Komentar