Ahli China Klaim Obat Anti-Malaria Bisa Melumpuhkan Virus Corona

Reporter : Sugiono
Rabu, 19 Februari 2020 13:48
Ahli China Klaim Obat Anti-Malaria Bisa Melumpuhkan Virus Corona
Obat tersebut telah menjalani uji klinis di lebih dari 10 rumah sakit di Beijing, Hunan dan Guangdong.

Dream - Setelah menjalani serangkaian uji klinis yang panjang, seorang pejabat China mengatakan bahwa para ahli akhirnya mengkonfirmasi obat yang dikenal sebagai Chloroquine Phosphate memiliki efek kuratif tertentu pada virus corona.

Para profesional medis ini telah 'dengan suara bulat' sepakat bahwa obat tersebut dimasukkan dalam pengujian berikutnya untuk perawatan pasien virus corona.

" Sehingga dapat diterapkan dalam berbagai uji klinis yang lebih luas sesegera mungkin," kata Sun Yanrong, wakil kepala Pusat Pengembangan Bioteknologi Nasional China.

1 dari 3 halaman

Bukan Obat Baru

Penemuan obat untuk penderita virus corona ini tentu menjadi sesuatu yang perlu disyukuri. Namun Chloroquine Phosphate sebenarnya bukan obat baru.

Chloroquine Phosphate adalah obat untuk mengatasi malaria dan sudah digunakan selama 70 tahun terakhir.

" Obat ini telah dipilih dari puluhan ribu obat yang ada karena terbukti berfungsi selama beberapa kali dilakukan screening," tambah Yanrong.

© Dream
2 dari 3 halaman

Telah Teruji Klinis di 10 Rumah Sakit

Selanjutnya dia mengatakan bahwa obat tersebut telah menjalani uji klinis di lebih dari 10 rumah sakit di Beijing, Hunan dan Guangdong. Semuanya telah menunjukkan tingkat keberhasilan yang cukup baik.

Pasien yang menggunakan obat ini menunjukkan indikator penyembuhan yang lebih baik daripada kelompok yang diuji, dengan meredanya demam dan membaiknya paru-paru mereka. Hasilnya sangat efektif sehingga kelompok pasien ini bahkan dites negatif dalam tes asam nukleat virus.

Obat ajaib ini tidak hanya membuat pasien menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang baik. Tetapi kemungkinan sembuh yang lebih singkat.

3 dari 3 halaman

Terbukti Pada Pasien 54 Tahun

Untuk membuktikan kasusnya, Yanrong memberi contoh seorang pria berusia 54 tahun dari Beijing yang dirawat di rumah sakit empat hari setelah menunjukkan gejala.

Semua indikatornya membaik dan setelah minum obat, tes asam nukleat menunjukkan hasil negatif hanya dalam seminggu.

Tidak hanya itu. Angka-angka pasti mendukung hasil pengujian para ahli China ini. Sejauh ini, lebih dari 100 pasien yang diuji klinis tidak menunjukkan reaksi negatif dari obat tersebut.

Sumber: World of Buzz

© Dream
Beri Komentar