Dapat Izin BPOM, Moderna Jadi Vaksin Covid-19 mRNA Pertama di Indonesia

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 2 Juli 2021 16:36
Dapat Izin BPOM, Moderna Jadi Vaksin Covid-19 mRNA Pertama di Indonesia
Tidak lama lagi, Indonesia akan menerima vaksin Covid-19 Moderna.

Dream - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menerbitkan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) untuk vaksin Covid-19 Moderna. Vaksin ini siap digunakan pada vaksinasi nasional untuk usia 18-65 tahun.

" Kami menambahkan lagi satu jenis vaksin Covid-19 yang telah mendapatkan Emergency Use Authorization dari Badan POM dari Indonesia yaitu vaksin Moderna," ujar Kepala BPOM, Penny Lukito, dalam konferensi pers virtual disiarkan kanal YouTube Badan POM RI.

Vaksin Moderna menjadi produk pertama dengan metode mRNA yang digunakan di Indonesa. Dengan tipe yang sedikit berbeda, vaksin Moderna ini membutuhkan perlakuan khusus dibandingkan vaksin yang sudah digunakan lebih dulu seperti Sinovac, AstraZeneca, dan Sinopharm.

Vaksin Sinovac dan AstraZeneca, misalnya, merupakan vaksin yang dibuat dengan metode inactivated virus atau virus yang sudah tidak aktif. Dua vaksin ini dapat disimpan pada suhu 2-8 derajat celcius.

 

 

1 dari 2 halaman

Perlu Teknologi Khusus, Disimpan di Suhu -20 Derajat Celsius

Meski demikian, Penny menjelaskan produsen vaksin Moderna menyertakan teknologi penyimpanan vaksin ketika dikirim ke Indonesia. Menurut Penny, vaksin ini dapat bertahan pada suhu -20 derajat Celcius.

" Karena ini diterima melalui Covax Facility, mereka akan memberikan vaksin ini bersamaan dengan teknologi penyimpanan dan distribusinya, tentunya akan mempengaruhi juga target-target lokasi di mana vaksin ini akan diberikan," kata dia.

Untuk penggunaannya, Penny menerangkan vaksini ini diberikan dengan injeksi atau suntikan intramuscular dengan dosis 0,5 mililiter. Vaksin diberikan dengan dua dosis dalam jeda satu bulan.

 

2 dari 2 halaman

Dapat Disuntikkan Pada Penderita Komorbid Tertentu

Selanjutnya, Penny menjelaskan terdapat efek samping tertentu dari penggunaan vaksin ini. Berdasarkan data uji klinis, efek samping baru muncul usai penyuntikan dosis kedua.

" Kejadian ini umumnya didapatkan setelah mendapatkan penyuntikan kedua dan profil keamanan umumnya pada usia di bawah 65 tahun," terang dia.

Meski begitu, vaksin Moderna dapat diberikan kepada masyarakat yang memiliki komorbid tertentu. Di antaranya sakit paru kronis, jantung, obesitas besar, diabetes, liver, HIV/AIDS.

" Jadi bisa diberikan kepada populasi dengan komorbid berdasarkan hasil uji klinik fase 3," ucap Penny.(Sah)

Beri Komentar