Daun Sirih vs Sabun Kewanitaan, Mana yang Lebih Baik?

Reporter : Cynthia Amanda Male
Kamis, 5 September 2019 14:36
Daun Sirih vs Sabun Kewanitaan, Mana yang Lebih Baik?
Daun siri memang mengandung antiseptik, tapi ketahui faktanya.

Dream - Membersihkan area kewanitaan sama pentingnya dengan menjaga kebersihan kulit. Area kewanitaan cenderung lebih sensitif dari bagian tubuh lainnya sehingga perlu memakai sabun dengan kandungan yang berbeda.

Beberapa orang menganjurkan untuk menggunakan daun sirih yang direbus. Namun sebenarnya penggunaan daun sirih belum tentu bisa membersihkan area kewanitaan secara maksimal.

" Daun sirih memang memiliki efek antiseptik tapi kan kita nggak tahu berapa kandungan antiseptik dalam daun yang kita rebus dan kebutuhan kita. Dan kita juga nggak yakin perebusannya steril. Sama seperti mengambil zat besi dari brokoli, kita nggak tahu takaran yang dibutuhkan," kata Aesthetic Gynaecologist, Dinda Derdameisya dalam acara ‘Pillow Talk with Andalan, The Untold Facts of Intimate Beauty’ di, Jakarta Pusat, Rabu 4 September 2019.

Maka dari itu, ia menyarankan memakai sabun khusus area kewanitaan yang telah tersedia di pasaran. Terutama bagi wanita yang aktif dan bermobilitas tinggi.

1 dari 2 halaman

Cegah infeksi

Penggunaan sabun untuk area kewanitaan ini bukan untuk menyembuhkan, tapi mencegah infeksi. " Jangan pakai sabun banyak saat infeksi, tapi nggak diobatin. Itu bahaya. Dan dipakainya nggak usah sampai masuk ke dalam kecuali ada saran dokter," ungkap Diana.

 Andalan© Dream

Penggunaan sabun ini, bisa mulai dilakukan pada anak perempuan. Terutama saat mereka mulai aktif berolahraga dan menstruasi.

" Kelas 4 atau 5 SD itu kan anak sudah mulai olahraga tapi nggak terlalu aware sama vagina. Atau saat sudah mulai mens, sekitar usia 11 tahun kan masih suka jarang ganti pembalut. Itu nggak baik karena lembap area keintimannya, jadi lebih baik mulai dari usia itu," katanya.

2 dari 2 halaman

Gunakan secukupnya

Jika kondisi vagina sehat, tidak keputihan, gatal atau berbau, tidak perlu menggunakan sabun kewanitaan setiap hari. Gunakanlah minimal 3 kali seminggu.

 Area intim© Shutterstock

" Sebenarnya vagina memiliki kemampuan sendiri untuk membunuh bakteri jadi nggak apa-apa nggak pakai sabun kewanitaan. Tapi sebaiknya dipakai seminggu 3 kali. Jangan pakai sabun bayi karena lebih basa, sedangkan sabun kewanitaan membuat pH area kewanitaan tetap asam," ujar Diana.

Selain untuk membersihkan area kewanitaan, sabun ini juga dapat digunakan setelah buang air besar sebagai pembersih dubur.

Beri Komentar