Demi Kesehatan, Ada Dua Hal yang Harus Selalu Dicek Perempuan

Reporter : Mutia Nugraheni
Kamis, 3 Oktober 2019 17:12
Demi Kesehatan, Ada Dua Hal yang Harus Selalu Dicek Perempuan
Demi pencegahan dan kehidupan yang lebih berkualitas

Dream - Pemeriksaan rutin kesehatan bagi banyak orang cenderung bukan hal yang diprioritaskan. Ketika datang keluhan, baru kemudian konsultasi dengan dokter dan melakukan serangkaian pemeriksaan medis yang direkomendasikan.

Sebenarnya pemeriksaan kesehatan atau medical check-up rutin dilakukan. Bagi perempuan, terutama dua hal yaitu payudara dan kesehatan rahim.

" Perempuan itu punya tanggung jawab di dua titik, yang atas dan yang bawah. Untuk yang atas sudah pasti tentang payudara. Sekarang nih yang kena umur 19, 23, jadi bukan lagi nenek-nenek yang umurnya 70 tahun. Jadi perempuan harus ingat, di bawah sudah belum vaksin untuk serviks?" ujar penyintas kanker sekaligus Ketua Lovepink, Samantha Barbara, di Plaza Indonesia, Jakarta, Rabu, 2 Oktober 2019.

1 dari 5 halaman

Risiko Kanker

Menurut Samantha, satu dari delapan perempuan berisiko terkena kanker payudara dan 85% di antaranya bukan karena faktor genetik. Beberapa faktor selain genetik adalah ketika perempuan mengalami menstruasi di bawah umur 12 tahun, belum pernah menyusui, dan lifestyle yang tidak baik, seperti merokok, tidur larut malam, dan minum-minuman keras.

 SamanthaSamantha © Dream

(Samantha Barbara/ Foto: Keisha/ Dream)

" Sekarang dengan dunia yang toxic sekali, polusi tinggi sekali, kita juga harus bantu badan kita juga ya. Supaya kalaupun ada paparan, imun sistem kita cukup baik," kata Samantha.

2 dari 5 halaman

Cek rutin

Samantha menyarankan untuk perempuan melakukan pengecekan rutin di seluruh tubuhnya, mulai dari mata. Tidak lupa juga melakukan screening sebagai tindakan awal pencegahan kanker.

 Gerakan Sederhana untuk Deteksi Kanker PayudaraGerakan Sederhana untuk Deteksi Kanker Payudara © © MEN

" Kalau dia sudah 40 tahun, screening nya harus USG dan mammografi. Kita di bawah 40, kalau misalnya kurang enak, kita dianjurkan USG. Karena, kalau diumur masih muda, jaringannya padat jadi dengan mammo tidak bisa lihat," ungkapnya.

3 dari 5 halaman

Jangan takut periksa

Sebagai seorang perempuan, kita harus peka dalam membaca kondisi tubuh. Jika terjadi hal yang tidak normal di tubuh, ada baiknya untuk memeriksakan kepada dokter. Menurut Samantha, tidak sedikit dari pejuang kanker yang telat mengetahui kanker di tubuhnya hingga stadium lanjut.

 Masuki Usia 40, Jangan Lupa Periksa MammografiMasuki Usia 40, Jangan Lupa Periksa Mammografi © © MEN

" Kalau check up kan bisa terdiagnosa apa saja, sudah stadium berapa. Ini kan prevention, kamu lebih gak takut kalau sudah kena? Nah, itu pertanyaannya. Gak boleh takut (check up). Lebih takut kalau sudah terkena atau sudah stadium lanjut," kata Samantha menyuarakan kepeduliannya.

4 dari 5 halaman

Lovepink

Samantha melalui organisasi Lovepink yang didirikannya aktif mendukung kesehatan kanker payudara. Lovepink bakal memperingati bulan kanker payudara Oktober ini dengan serangkaian kegiatan.

Dimulai dengan Passion Pink Walk pada Minggu, 6 Oktober 2019, Lovepink mengundang masyarakat untuk bergabung merayakan perjuangan warrior dan survivor kanker payudara.

" Kanker ini bukan melulu urusan yang terkena. Tapi, kita juga ingin mengajak mereka aware bahwa itu bisa terjadi ke siapa saja. Dengan lari, mereka juga sudah berdonasi. Tentu mereka harus tahu, keikutsertaan sekecil apapun itu sangat bermanfaat bagi kita," ujar Samantha Barbara.

 

5 dari 5 halaman

Pemeriksaan Gratis

Acara akan dimulai pukul 06.00 WIB di lobby Plaza Indonesia. Passion Pink Walk akan berjalan dari lobby Plaza Indonesia, menuju perempatan Sarinah dan berputar kembali ke Plaza Indonesia.

 LovepinkLovepink © Dream

Ada juga pop up market ini, talkshow, bincang-bincang dengan dokter, hingga deteksi dini kanker payudara bagi 240 orang pertama. Pendeteksian kanker payudara ini, akan dilakukan menggunakan USG digelar pada 19 hingga 20 Oktober.

Laporan: Keisha Ritzska Salsabila

Beri Komentar
Potret Aktifitas Prisia Nasution Saat Jelajahi Alam