Hanya Diet Sederhana, Berat Pria Ini Turun 45 Kg dalam Sebulan

Reporter : Sugiono
Jumat, 9 Agustus 2019 08:48
Hanya Diet Sederhana, Berat Pria Ini Turun 45 Kg dalam Sebulan
Berat badannya yang semula 136 kg, sekarang menjadi 90 kg.

Dream - Matthew Galit adalah seorang polisi dari Walnut Creek, California, Amerika Serikat. Pria 34 tahun itu tidak menyangka kesulitan mengikat sepatu telah mengubah gaya hidupnya.

Dari seorang mahasiswa yang obesitas, Galit berubah menjadi seorang polisi yang gagah. Tubuhnya kini terlihat segar dan bugar.

Sebelumnya, Galit sering melakukan perjalanan sehingga tidak punya waktu untuk memerhatikan kondisi tubuhnya, termasuk kesehatan dan nutrisinya.

" Sebelum gaya hidup saya berubah, saya adalah mahasiswa yang bekerja penuh waktu secara bersamaan," kenang dia.

Galit bekerja di siang hari, dan kuliah di malam hari. Dia baru pulang larut malam sehingga tidak sempat menyiapkan makan malam.

Karenanya, dia terpaksa makan di luar, setidaknya lima hari dalam seminggu. Apalagi rumahnya melewati dua restoran cepat saji yang buka 24 jam.

" Keduanya berada beberapa blok saja dari tempat tinggal saya. Jadi saya terpaksa makan malam di kedua lokasi tersebut hampir setiap hari," katanya.

1 dari 5 halaman

Menemukan Titik Balik Dalam Hidup

Kebiasaan tersebut membuat badan Galit naik dengan cepat, hampir mencapai 136 kg saat usianya baru berusia 26 tahun.

Pada bulan Februari 2011, Galit menemukan titik balik dalam kehidupannya sebagai orang berbadan gemuk.

Saat itu, Galit sedang membungkuk untuk mengikat tali sepatunya. Ternyata, Galit merasa kehabisan napas saat membungkukkan badannya.

" Saya berdiri lagi dan menyadari bahwa saya kehabisan nafas. Saya merasa ngeri sekaligus malu tidak bisa melakukan hal yang sederhana," katanya.

Di momen itu Galit sadar bahwa kondisi fisiknya menyulitkan dirinya beraktivitas. Karena itu dia harus melakukan perubahan yang serius.

2 dari 5 halaman

Membuat Aturan Diet Sendiri

Selain menyadari tentang hidup yang lebih sehat, kebetulan Galit juga bercita-cita untuk menjadi seorang polisi.

Sebelumnya, Galit menyimpan rapat cita-citanya itu. Dia sadar, meski berbadan tinggi, dia tidak akan lolos dengan kondisi tubuhnya yang gemuk.

Namun sekarang Galit ingin melakukan diet menurut cara dan aturannya sendiri. Dia berjanji tidak akan melanggar cara dan aturan dietnya itu.

" Agar selalu fokus diet, saya berjanji untuk tidak makan di mana pun yang memiliki drive-through," katanya.

Efeknya sungguh luar biasa. Galit sekarang selalu berpikir dua kali tentang makanan yang akan dimakannya.

Dia bahkan memeriksa setiap menu yang tersedia jika diajak makan-makan oleh teman-temannya.

3 dari 5 halaman

Berhenti Makan di Restoran Cepat Saji

" Saya jadi jauh lebih disiplin tentang makanan ketika bersama mereka. Saya tidak ingin kembali ke kebiasaan buruk saya yang lama," katanya.

Selain menghindari restoran dengan drive-through, Galit juga mengandalkan aplikasi untuk mengontrol asupan kalori dan menjaga berat badannya.

Galit juga memastikan asupan lemak, karbohidrat dan proteinnya selalu seimbang. Dia ingin sehat sambil terus berusaha menurunkan berat badannya.

Galit mengatakan dia mulai bisa melihat hasilnya saat menimbang tubuhnya empat minggu kemudian.

Di samping berat badannya turun, Galit juga memiliki lebih banyak energi untuk sekolah, bekerja, dan melakukan aktivitas lainnya.

4 dari 5 halaman

Latihan Kardio dan Angkat Berat

Setelah beberapa minggu kemudian, Galit mulai menggabungkan rutinitas olahraga yang terdiri dari campuran kardio dan angkat berat beberapa hari seminggu.

Galit mengakui terkadang dalam usahanya itu dia pernah tergoda untuk kembali ke kebiasaan buruk lamanya.

Namun, cita-cita ingin memakai seragam polisi mengingatkan Galit untuk fokus menjadi lebih sehat dan bugar.

" Saya benar-benar berkorban segalanya untuk menuju cita-cita saya. Saya bahkan menjadikan rutinitas tersebut sebagai kebiasaan alami kedua saya," katanya.

5 dari 5 halaman

Selalu Konsisten dengan Program Diet

Galit mengatakan dia tidak akan ke pusat kebugaran yang berdekatan dengan gerai makanan cepat saji.

" Saya memilih berjalan 15 menit ke pusat kebugaran yang tidak ada restoran cepat saji di sekitarnya," katanya.

Karena selalu konsisten dengan janjinya, berat badan Galit akhirnya turun 45 kg. Berat badannya yang semula 136 kg, sekarang menjadi 90 kg.

Galit merasa pencapaian berat badannya saat ini terasa luar biasa. Dulu dia menderita sleep apnea (pernapasan berhenti saat tidur). Dia harus tidur dengan mesin CPAP untuk membantu pernapasannya di malam hari.

" Ketika berat badan saya turun, saya tidak lagi mengalami gangguan tidur dan tidak membutuhkan mesin itu di malam hari," pungkas Galit.

Bagi Galit, pengalamannya ini bukan hanya soal berat badan. Tetapi tentang meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan secara keseluruhan.

Sumber: Mens Health

Beri Komentar
Potret Aktifitas Prisia Nasution Saat Jelajahi Alam