Diabetes Picu Gangguan Penglihatan Hingga Syaraf, Cegah Sejak Dini

Reporter : Ferdike Yunuri Nadya
Minggu, 14 November 2021 14:15
Diabetes Picu Gangguan Penglihatan Hingga Syaraf, Cegah Sejak Dini
Batasi konsumsi gula dan perhatikan label gizi pada kemasan makanan.

Dream - Makanan dan minuman manis memang banyak disenangi, terutama oleh anak-anak. Rasa manis ini pada umumnya dihasilkan dari laktosa, glukosa, fruktosa dan sukrosa.

Menurut WHO mengonsumsi gula baiknya tidak lebih dari 2-3 sendok per hari. Jika konsumsi berlebih dan tidak diimbangi dengan aktivitas fisik maka akan berpotensi meningkatkan risiko obesitas.

beat obesity© Ferdike Yunuri Nadya/ Dream

“ Kita ketahui bersama bahwa obesitas memiliki risiko prediabetes dan diabetes dimana hampir 90 persen orang dengan diabetes tipe 2 ternyata mengalami masalah kelebihan berat badan atau obesitas,” jelas Plt Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, dr. Elvieda Sariwati pada konferensi virtual Beat Obesity, November 2021.

Seperti diketahui, diabetes dapat menjadi jalan pintas penyakit-penyakit tidak menular lainnya. Di antaranya gangguan penglihatan, penyakit jantung, gagal ginjal, dan gangguan syaraf.

“ Dari 10-15 tahun sejak awal terdiagnosa semua komplikasi ini akan meningkat tajam. Tak hanya itu, diabetes juga menjadi salah satu faktor komorbid yang berkaitan dengan peningkatkan tingkat keparahan Covid-19,” tambah dr. Elvieda.

1 dari 4 halaman

Pencegahan Sedini Mungkin

Pencegahan sedini mungkin adalah solusi terbaik agar terhindar dari dampak fatal diabetes. Kuatkan komitmen untuk menjaga pola makan yang bergizi dan perhatikan asupan gula sehari-hari, rutin beraktivitas fisik, dan jangan ragu untuk segera periksakan diri ketika muncul gejala awal.

beat obesity© Ferdike Yunuri Nadya/ Dream

“ Perlu waspada dengan kandungan gula yang terkandung di makanan dan minuman kemasan. Untuk itu, perlu lebih jeli dalam memerhatikan label kemasan guna mengetahui kandungan gula tersembunyi (hidden sugar) di makanan minuman,” jelas Dokter Spesialis Gizi Klinis, dr. Marya Haryono pada kesempatan yang sama.

Mengecek kandungan gula ini penting agar dapat lebih sadar akan jumlah gula yang dikonsumsi setiap harinya.

2 dari 4 halaman

Rutin Pengukuran Berat Badan

Selain itu, juga secara rutin perlu melakukan pengukuran berat badan untuk mengetahui apakah berat badan termasuk kategori normal atau overweight dan bahkan obesitas.

Cara pengukurannya dengan metode perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT), yaitu jumlah berat badan (dalam kilogram) dibagi tinggi badan (dalam meter) kuadrat.

Berdasarkan World Health Organization, untuk orang Asia, apabila hasil BMI-nya di bawah 18,5 maka tergolong kurus, sementara BMI 18,5-22,9 termasuk kategori normal.

“ Masyarakat perlu lebih waspada apabila hasil BMI mencapai angka 23,0-24,9 karena sudah termasuk overweight, 25-29,9 termasuk kategori obesitas tingkat I, dan ≥30 dinyatakan obesitas tingkat II,” tambah dr. Marya.

 

3 dari 4 halaman

Cermat Pilih Makanan dan Cek Label Gizi

Cermat membaca label kemasan pangan olahan dapat membantu kita lebih bijak dalam konsumsi gula dan terhindar dari risiko obesitas.

Masyarakat harus selalu memperhatikan empat informasi nilai gizi dalam label kemasan yaitu jumlah sajian per kemasan, energi total per sajian, zat gizi seperti lemak, lemak jenuh, protein, garam/natrium, dan karbohidrat termasuk gula dan persentase AKG (Angka Kecukupan Gizi) per sajian.

beat obesity© Ferdike Yunuri Nadya/ Dream

“ Idealnya, dalam sehari, masyarakat dapat mengonsumsi tidak lebih dari, gula sebanyak 50 gram atau setara dengan 4 sendok makan, garam sebanyak 5 gram atau setara dengan 1 sendok teh, dan lemak total sebanyak 67 gram atau 5 sendok makan,” jelas Koordinator Standardisasi Pangan Olahan Keperluan Gizi Khusus, Yusra Egayanti pada kesempatan yang sama.

4 dari 4 halaman

Edukasi Tentang Obesitas

Mengedukasi masyarakat untuk hidup lebih sehat, khususnya di masa pandemi ini. Nutrifood mengajak masyarakat untuk membatasi asupan gula dan memahami sumber pemanis yang lebih baik agar terhindar dari risiko obesitas dan diabetes.

Bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia, Nutrifood mengedukasi masyarakat Indonesia melalui Festival Komunitas ‘Beat Obesity’ 2021.

“ Kami berharap melalui Festival Komunitas ‘Beat Obesity’ ini dapat memperluas wawasan berbagai lapisan masyarakat tentang pentingnya batasan konsumsi gula untuk membantu mereka terhindar dari risiko obesitas dan diabetes,” jelas Head of Strategic Marketing Nutrifood, Susana pada kesempatan yang sama.

Beri Komentar