Diare Bisa Terjadi Saat Level Stres Sedang Tinggi

Reporter : Mutia Nugraheni
Senin, 25 Oktober 2021 08:36
Diare Bisa Terjadi Saat Level Stres Sedang Tinggi
Bukan karena salah makan, tapi merupakan respons tubuh terhadap stres.

Dream – Ketika perut terasa mulas, tentunya kita langsung bergegas ke kamar mandi. Buang air besar dengan tekstur cair dan frekuensi yang sering bisa disebut sebagai diare.

Diare kerap dianggap sebagai penyakit, karena makanan yang dikonsumsi mengandung bakteri. Ternyata diare dapat terjadi karena kamu stres atau cemas. Penasaran mengapa?

Dilansir dari Health, di pencernaan terdapat sistem saraf enterik sebagai “ otak kecil” di usus. Meski terpisah dengan otak di kepala, tetapi keduanya tetap terhubungan dengan sistem saraf pusat.

Sistem saraf enterik yang terdiri dari seratus juta sel saraf, bertanggung jawab untuk mengontrol pencernaan. Penelitian menunjukkan bahwa “ otak besar” di tengkorak terus berkomunikasi dengan “ otak kecil” di usus.

Dengan demikian, suasana hati dapat mempengaruhi perut dan begitu juga sebaliknya. Berdasarkan sebuah penelitian di jurnal Comprehensive Physiology, stres membuat neuron yang mengandung CRF (corticotropin releasing factor) aktif.

 

1 dari 4 halaman

Hal itu membuat usus bergerak lebih cepat dan meningkatkan perilaku seperti kecemasan. Kortikotropin merupakan hormon yang terkait dengan seberapa banyak hormon stres, yang dikenal sebagai kortisol dalam tubuh pada waktu tertentu.

“ Orang yang berbeda bereaksi secara berbeda terhadap gelombang ekstra hormon stres di usus mereka,” kata Carolyn Newberry, MD, ahli gastroenterologi di Weill Cornell Medicine dan New York-Presbyterian.

Beberapa orang akan mengalami diare, sementara yang lain mungkin mengeluh sembelit, sakit perut, kembung, ataupun mual. Tentu saja, ada orang yang mengalami kombinasi gejala, seperti sakit perut, mual, dan diare secara bersamaan.

 

2 dari 4 halaman

Hormon stres seperti kortisol dan adrenalin dapat membuat sisa makanan bergerak lebih cepat melalui saluran pencernaan. Respons tubuh ketika melarikan diri dari suatu bahaya, akan memprioritaskan aliran energi ke otot bukan memproses makanan. Jadi, selama masa stres tubuh akan menutup gerakan usus.

" Dan ketika itu merangsang kembali, itu bisa menyebabkan sembelit atau diare," ujar Newberry.

Sembelit terjadi ketika respons tubuh terhadap stres memindahkan makanan terlalu lambat. Sedangkan diare merupakan kebalikannya. Ketika makanan bergerak terlalu cepat, usus besar tidak memiliki cukup waktu untuk menyerap air.

" Terlalu banyak air menyebabkan tinja menjadi cair,” kata kata Lisa Ganjhu, DO, ahli gastroenterologi di NYU Langone.

Jika diare semakin parah, kamu perlu mempertimbangkan untuk konsultasi dengan dokter. " Kecurigaan apa pun harus dievaluasi oleh dokter hanya untuk menyingkirkan semua hal buruk," kata Ganjhu.

Laporan Angela Irena Mihardja/ Sumber: Health

3 dari 4 halaman

Segera Singkirkan Lemak Perut dengan 2 Hal Ini

Dream – Pandemi membuat kita banyak berdiam di rumah ,menikmati camilan serta beraktivitas fisik dengan minim. Hal ini lama kelamaan membuat berat badan bertambah dan perut membuncit.

Sahabat Dream juga mengalaminya? Bila kondisi perut semakin berlipat dan lebar, jangan diam saja. Lemak di perut bisa jadi berbahaya. Dikutip dari WebMd, lemak perut ini menimbulkan sederet risiko kesehatan.

Seperti diabetes, penyakit hati berlemak (liver), penyakit jantung, kolesterol tinggi, kanker payudara, dan pankreatitis. Segera kurangi lemak perut sekarang juga. Bagaimana caranya?

Untuk menghilangkannya, kamu perlu bergerak secara rutin paling tidak jalan cepat selama satu jam sehari. Bisa lakukan di treadmill, naik turun tangga di rumah atau mungkin keliling rumah.

 

4 dari 4 halaman

Jika terlalu banyak duduk, temukan cara untuk bergerak. Atur timer di perangkat gawai untuk mengingatkan agar tubuh bergerak setiap setengah jam. Bisa juga dengan menggunakan meja berdiri atau lakukan squat saat bekerja. Kuncinya adalah bergerak!

Ganti minuman manis dengan teh hijau
Untuk memangkas lemak perut, pintar-pintarlah dalam mengatur pola makan. Perbanyak sayuran dan hindari makanan cepat saji. Alih-alih soda, ganti dengan teh hijau.

Penelitian menunjukkan katekin dan antioksidan yang ditemukan dalam teh hijau membantu sedikit proses pembakaran lemak visceral. Pastikan saja teh hijau yang diminum tak diberi gula.

Sangat dianjurkan untuk memadukan keduanya. Yaitu lakukan aktivitas fisik minimal satu jam setiap hari dan kurangi asupan gula. Cara ini cukup membantu menyingkirkan lemak perut.


Laporan: Elyzabeth Yulivia

 

Beri Komentar