Penderita Obesitas Lebih Berisiko Terkena Corona Covid-19?

Reporter : Syahidah Izzata Sabiila
Selasa, 7 April 2020 13:33
Penderita Obesitas Lebih Berisiko Terkena Corona Covid-19?
Dokter melaporkan, sebagian besar pasien corona COVID-19 yang mengalami komplikasi juga memiliki kelebihan berat badan atau obesitas.

Dream – Pasien dengan penyakit kardiovaskular dan obesitas memiliki risiko tinggi terkena diabetes.

Hal ini menunjukkan, dia juga memiliki risiko lebih tinggi terkena komplikasi jika tertular corona COVID-19. Tetapi bisakah obesitas itu sendiri menjadi faktor risiko tertular corona Covid-19?

Pada Minggu 5 April 2020 lalu, Diederik Gommers, ketua asosiasi perawatan intensif Belanda, menyebut sebanyak 66 hingga 80 persen pasien corona COVID-19 di ruang perawatan intensif mengalami kelebihan berat badan.

Peter van der Voort, dari rumah sakit pendidikan Universitas Groningen membenarkan banyaknya pasien Covid-19 yang kelebihan berat badan di ICU.

" Kami tidak tahu alasannya, namun hal itu yang memang terjadi saat ini."

1 dari 3 halaman

Apakah Obesitas Merupakan Faktor Risiko Penyakit?

 Ilustrasi Obesitas© Freepik.com

Obesitas berdampak pada jutaan orang di seluruh dunia. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada tahun 2016, lebih dari 1,9 miliar orang dewasa kelebihan berat badan. Diantaranya 650 juta orang digolongkan obesitas.

Pemahaman tentang gangguan fisiologis terkait obesitas, diperlukan untuk mengatasi masalah kesehatan masyarakat.

Selama influenza A (H1N1) - atau pandemi virus flu babi tahun 2009, penelitian menunjukkan obesitas adalah faktor risiko independen untuk peningkatan morbiditas dan mortalitas setelah infeksi.

Studi-studi itu menemukan, orang-orang dengan Indeks Massa Tubuh (BMI) - perhitungan dengan memperhitungkan tinggi dan berat badan - 30 atau lebih, bernasib jauh lebih buruk setelah terinfeksi oleh virus flu daripada orang-orang dengan BMI " normal" -24,9 atau lebih rendah, dengan lebih banyak kasus pneumonia yang dilaporkan.

Tetapi apakah hal yang sama berlaku untuk virus corona Covid-19?

Sebuah penelitian di Cina yang diterbitkan bulan lalu mengamati 112 pasien corona COVID-19. Hasilnya, 17 dari pasien ini meninggal, 15 dari yang meninggal (88 persen) digolongkan sebagai obesitas pada skala BMI.

Sebagai perbandingan, hanya 18 dari 95 yang selamat (19 persen) digolongkan obesitas pada skala BMI.

2 dari 3 halaman

Kondisi pada Pasien Obesitas

 Ilustrasi Obesitas© Freepik.com

Obesitas didefinisikan sebagai gangguan keseimbangan energi, yang menyebabkan penambahan berat badan dan gangguan metabolisme yang menyebabkan stres dan disfungsi jaringan.

Hal ini berarti obesitas bukan hanya kelebihan berat badan, tetapi juga membawa efek buruk pada kesehatan tubuh.

Salah satu efek buruk ini adalah gangguan pada fungsi sistem kekebalan yang disebut garis limfoid dan neutrofil.

Neutrofil adalah sel yang dapat memberi tahu infeksi dari jaringan normal. Sel ini perlu dijaga keseimbangannya untuk menjaga sistem kekebalan tubuh agar tetap sehat.

Obesitas dapat mengganggu keseimbangan dan menyebabkan tingkat peradangan kronis. Kondisi ini membuat tubuh berada di bawah tekanan fisik rendah yang konstan pada skala mikroskopis.

Ketidakseimbangan dalam sistem kekebalan tubuh dan peradangan kronis pada jaringan membuat orang dengan obesitas, berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi infeksi. Juga berisiko tinggi terhadap penyakit kronis.

Kondisi ini berlaku untuk infeksi umum seperti infeksi kulit atau luka. Sistem kekebalan mereka sudah bekerja keras, bahkan saat istirahat.

 

3 dari 3 halaman

Obesitas dan Corona Covid-19

 China Karantina Kota Wuhan Akibat Virus Corona© MEN

Jika orang yang mengalami obesitas dihinggapi virus corona COVID-19, mereka juga akan menghadapi risiko yang semakin tinggi akan komplikasinya, termasuk kesulitan bernapas dan pneumonia.

Ada tantangan yang signifikan ketika menangani pasien dengan obesitas di ICU. Mereka secara fisik lebih sulit untuk diintubasi (prosedur di mana tabung saluran napas dimasukkan ke tenggorokan untuk memungkinkan udara masuk ke paru-paru).

Hal ini terjadi karena leher mereka cenderung lebih tebal, dan akhirnya memberikan tekanan pada saluran udara.

Orang dengan obesitas lebih sulit ditangani. Tempat tidur khusus dan peralatan spesialis sering dibutuhkan untuk pasien ini.

Sebagian besar sistem perawatan kesehatan tidak diatur dengan baik untuk mengelola pasien dengan obesitas, dan pandemi ini, mungkin menyoroti fakta itu dan mengekspos keterbatasannya lebih jauh.

(Sumber: Aljazeera)

Beri Komentar
Melihat Kelanjutan Nasib Konser Tunggal Ayu Ting Ting