Para Peneliti: Rokok Menthol Lebih Mematikan!

Reporter : Sandy Mahaputra
Minggu, 9 November 2014 08:04
Para Peneliti: Rokok Menthol Lebih Mematikan!
Dengan rasa mint, rokok menthol dianggap lebih lembut dan tidak berbahaya dari rokok biasa. Penelitian ini dilakukan atas produk rokok di Kanada

Dream - Rokok menthol bisa lebih berbahaya bagi kesehatan jika dibandingkan dengan rokok biasa.

Dengan rasa mint, rokok menthol dianggap lebih lembut dan tidak berbahaya dari rokok biasa. Namun rokok menthol sangat berbahaya dan bisa menyebabkan masalah paru-paru yang serius. Demikian hasil sebuah studi terbaru oleh peneliti di Kanada.

Selain itu perokok menthol berpeluang masuk ruang gawat darurat dan mengalami kecelakaan. Hal itu disebabkan karena kondisi paru-paru mereka yang lebih buruk dibandingkan dengan perokok biasa.

Para peneliti berpikir menthol mungkin memiliki efek anestesi pada saluran udara, sehingga lebih sulit untuk mengidentifikasi apakah penyakit paru-paru perokok mereka semakin buruk.

" Kami terkejut bahwa perokok menthol, dibandingkan dengan perokok non-menthol, mengalami eksaserbasi lebih parah dan memiliki kemungkinan lebih besar mengalami eksaserbasi berat," kata Marilyn Foreman, dari Morehouse School of Medicine di Atlanta, Amerika Serikat.

Penelitian sebelumnya mengatakan rokok menthol lebih populer di kalangan remaja dan mereka merokok dua kali lebih banyak daripada rokok biasa. Disebutkan juga perokok menthol tiga kali lebih mungkin berniat meneruskan kebiasaannya sampai dewasa.

Diterbitkan pada bulan Juni 2014, penelitian tersebut menemukan perokok menthol menghabiskan rata-rata 43 batang dalam seminggu, sementara perokok non-menthol menghisap 26 batang.

Para perokok menthol menunjukkan hasil lebih buruk pada tes seberapa jauh mereka bisa berjalan dalam enam menit. Mereka merasa lebih cepat sesak napas daripada perokok biasa.

Dari penelitian terbaru Foreman diketahui bahwa perokok menthol memiliki risiko 29 persen lebih sering masuk rumah sakit dibanding perokok biasa.

(Ism, Sumber: Daily Mail)

Beri Komentar
Babak Baru Daus Mini Vs Daus Mini ‘KW'