Gejala Masalah Mental yang Tak Boleh Didiamkan, Segera Konsul ke Profesional!

Reporter : Mutia Nugraheni
Jumat, 25 Juni 2021 09:45
Gejala Masalah Mental yang Tak Boleh Didiamkan, Segera Konsul ke Profesional!
Mereka yang tampak tegar, bahagia dan tersenyum belum tentu dalam kondisi psikologis yang stabil. Bisa jadi aspek emosi dan psikologisnya dalam titik terendah.

Dream - Kondisi pandemi membuat kita harus banyak melakukan adaptasi secara cepat. Mulai dari pekerjaan, hubungan pribadi, pendidikan anak-anak dan segala aspek. Hal ini tak dipungkiri sangat memicu stres bahkan depresi.

Mereka yang tampak tegar, bahagia dan tersenyum belum tentu dalam kondisi psikologis yang stabil. Bisa jadi aspek emosi dan psikologisnya dalam titik terendah. Menjaga kesehatan mental sangat penting dalam situasi sekarang.

Jiemi Ardian, psikiater yang praktik di RS Siloam Bogor, mengingatkan kalau ada kondisi yang memang membuat seseorang butuh bantuan profesional. Tak bisa mengatasi masalah mental dan psikologisnya sendirian.

" Kita semua mengalami stres, kecemasan, perubahan suasana hati dan bentuk tekanan emosional lainnya pada satu titik atau lainnya dalam hidup kita. Seringkali kita dapat bangkit kembali pada akhirnya. Namun terkadang kita mungkin membutuhkan bantuan untuk melakukannya," tulis Jiemi dalam akun Instagram resminya @jiemiardian.

 

 

1 dari 5 halaman

Berikut tanda-tandanya

1. Kesulitan meregulasi emosi
Jika beragam emosi misalnya takut, sedih, marah, bersalah dan sebagainya menjadi terlalu kuat dan mengambil hidupmu.

2. Produktivitas berkurang
Jika performa di kantor atau dalam pekerjaan berkurang drastis tidak seperti biasanya. Seperti kehilangan motivasi.

3. Adanya keluhan fisik
Jika ada keluhan fisik baik itu perubahan nafsu makan, pola tidur, berat badan, nyeri kepala, sakit perut, sering sakit.

4. Sulit merasa bahagia
Mungkin ada aktivitas yang dulu membuat kita bahagia dan nyaman tapi akhir-akhir ini sudah dirasa tak menyenangkan lagi.

5. Kesulitan dalam berhubungan
Baik kesulitan dalam memulai, mempertahankan atau berada dalam hubungan dengan baik.

 

 

2 dari 5 halaman

Studi: Meski Paling Stres, Semangat Orang RI Hidup Sehat Saat Pandemi Tertinggi

Dream - Tantangan untuk hidup sehat menjadi hal nomor satu yang sedang dihadapi semua orang di dunia di masa pandemi Covid-19. Nyatanya, tidak semua orang merespons baik hal tersebut.

Dalam studi yang dilakukan Prudential Corporation Asia dan The Economist Intelligence Unit terungkap masyarakat Asia, termasuk Indonesia, menghadapi dua tantangan di masa pandemi ini.

Ilustrasi Mengalami Stres© Freepik.com

Studi ini melibatkan 5.000 orang dewasa di 13 pasar di Asia antara bulan Agustus hingga September 2021, termasuk Indonesia. Terungkap jika masalah finansial serta akses ke fasilitas kebugara dan olahraga menjadi dua tantangan terbesar bagi masyarakat dalam upaya meningkatkan kesehatan.

Dalam hal kesiapan menghadapi krisis akibat kondisi medis di masa pandemi, ternyata hanya 29 persen responden dari Indonesia yang mengaku siap menghadapi tantangan tersebut. Angka ini paling rendah dibanding tingkat kesiapan masyarakat di negara Asia lainnya.

 

3 dari 5 halaman

Termotivasi Hidup Lebih Sehat

Studi yang sama juga mengungkapkan bawah, dibanding negara di Asia lainnya, responden Indonesia tercatat paling banyak merasakan stres akibat Covid-19. Hal ini kemungkinan besar, menurut studi, akibat dari tingginya tingkat penularan per hari serta angka kematian.

Meski tingkat stres tinggi, masyarakat Indonesia justru terdorong untuk hidup lebih sehat.

Tercatat, 42,9 persen responden Indonesia melakukan setidaknya dua upaya untuk meningkatkan kesehatan mereka. Angka ini lebih tinggi dari rata-rata dari mayoraitas Asia, yakni berkisar 30,9 persen.

Lebih lanjut, hanya 11 persen responden Indonesia yang tidak melakukan upaya apa pun untuk meningkatkan kesehatan di masa pandemi. Angka tersebut juga jauh lebih rendah dibanding rata-rata negara Asia lain sebesar 21,6 persen.

 

4 dari 5 halaman

Penggunaan Teknologi Kesehatan Tinggi

Studi tersebut juga mengungkapkan, peran teknologi digital sangat berpengaruh untuk menjawab tantangan serta kesenjangan kesehatan.

Hasil studi mengungkap, tingkat penggunaan teknologi kesehatan digital pribadi di Indonesia lebih tinggi dibanding negara Asia lain.

Lebih dari setengah (54,3 persen) responden dari Indonesia, terbuka untuk pemanfaataan teknologi. Angka ini lagi-lagi, berada di atas rata-rata tingkat di negara Asia lain yang hanya 43,9 persen.

5 dari 5 halaman

Peran Teknologi Digital Bagi Kesehatan Masyarakat

Dalam data The Pulse of Asia – The Health of Asia Barometer, disebutkan bahwa peran teknologi digital akan semakin besar untuk membantu meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia.

Mayoritas atau 67 persen responden di Indonesia mengatakan bahwa aplikasi kesehatan mobile bermanfaat bagi mereka untuk mendapatkan informasi seputar kesehatan.

Lalu, 68,7 persen responden Indonesia mengatakan bahwa mereka akan menggunakan lebih banyak teknologi kesehatan digital pribadi selama tiga tahun ke depan untuk meningkatkan kesehatan mereka.

 

Beri Komentar