Gurah di Area Intim Wanita Ternyata Punya Efek Buruk

Reporter : Mutia Nugraheni
Rabu, 3 Maret 2021 19:33
Gurah di Area Intim Wanita Ternyata Punya Efek Buruk
Ritual tradisional ini kerap dilakukan para calon pengantin.

Dream - Cara-cara tradisional kerap dilakukan untuk menjaga kesehatan organ intim, terutama bagi kaum hawa. Salah satu metode yang cukup terkenal di Indonesia adalah gurah vagina atau ada ratus.

Perawatan ini dilakukan dengan cara memanfaatkan akar dan bahan alami yang dipanaskan. Uapnya kemudian didekatkan pada area intim wanita atau duduk di kursi khusus yang memiliki lubang di tengahnya.

Perawatan tradisional ini dipercaya mampu mengatasi masalah organ intim, mulai dari bau tidak sedap, infeksi, hingga keputihan. Tumbuhan herbal yang biasa digunakan dalam gurah vagina adalah daun mugwort, artemisia, chamomile, calendula, selasih (basil), oregano, kunyit, temulawak, pala, kayu secang, dan akar wangi.

Proses gurah biasanya dilakukan antara 20–60 menit dan akan dihentikan saat air tempat ramuan herbal tersebut tidak lagi mengeluarkan uap. Dilansir dari Sehatq gurah vagina ini diklaim bisa meringankan sakit saat menstruasi, seperti perut kembung, kram, hingga pendarahan berlebihan.

 

 

1 dari 5 halaman

Butuh Bukti Lebih Lanjut

Rupanya efek tersebut membutuhkan studi lebih lanjut lagi. Dalam beberapa kasus, cara tradisional ini memberikan efek yang baik untuk kesehatan karena mampu melancarkan aliran darah ke vagina.

Walaupun diyakini mampu membersihkan dan memberikan kesegaran di area vagina, gurah vagina tetap memiliki beberapa efek samping. Hal terpenting yang perlu diperhatikan sebelum melakukannya adalah memastikan seberapa panas uap yang akan dipakai.

Pasalnya, vagina merupakan organ tubuh perempuan yang sangat sensitif. Membiarkan bagian tersebut terkena panas berlebihan dapat berisiko membuat jaringan di vagina terbakar dan rusak.

Tidak hanya itu, cara tradisional ini juga akan membuat vagina lebih lembap, yang membuat risiko terkena infeksi jamur dan bakteri yang mengganggu kesehatan area intim perempuan meningkat.

Jadi pastikan seluruh alat yang digunakan terjaga kebersihannya. Pilihlah tempat melakukan gurah vagina yang sudah terpercaya kebersihannya. Selengkapnya baca di Sehatq.

Laporan Josephine Widya

2 dari 5 halaman

7 Faktor Penyebab Area Intim Berwarna Gelap, Salah Satunya Perlu Diwaspadai!

Dream – Segelintir wanita merasa tidak percaya diri ketika mengetahui area kewanitaannya berwarna lebih gelap dibandingkan bagian tubuh lainnya. Padahal warna gelap itu muncul karena hal yang wajar jika tak disertai gejala tertentu.  

Sahabat Dream harus memahami jika bagian area kewanitaan kita terdiri dari labia majora (bagian dalam) dan labia minora (bagian terluar ) memiliki warna beda di tiap wanita.

© Dream

Beberapa wanita memiliki warna labia lebih gelap dari daerah sekitarnya. Ada juga yang berwarna merah muda, keunguan, kemerahan, kecokelatan, hingga warna lebih gelap sesuai dengan kondisi genetik masing-masing pribadi.

Jika vagina hitam tidak disertai gejala seperti nyeri atau kulit berkerak, kondisi tersebut biasanya normal. Namun sebaliknya, bila merasakan ada gejala lain yang menyertai perubahan warna labia, jangan ragu untuk periksa ke dokter.

Nah, buat kamu yang kerap dilanda kekhawatiran perihal ini. Kamu wajib tahu beberapa penyebab perubahan warna labia atau vagina yuk!

3 dari 5 halaman

Pubertas

Wanita yang memasuki masa pubertas umumnya memiliki bagian intim yang hitam sebagai bagian dari perubahan yang akan dialami. Kondisi ini merupakan respons tubuh atas meningkatnya kadar hormon esterogen dan hormon lain ketika wanita mulai dewasa.

Wanita akan mengalami pertumbuhan rambut kemaluan yang tebal dan keriting, begitu pula dengan labia minora yang membesar, serta perubahan warna vagina tergantung etnis, bisa jadi hitam atau warna lain.

Bagi kamu yang mengalami kondisi ini tidak usah khawatir karena hal ini normal.

Kehamilan

Perubahan hormon juga terjadi ketika sedang hamil, hal ini dapat membuat warna area intim kamu berubah menjadi gelap atau menghitam, terutama pada bagian labia minora.

Warna gelap ini biasanya akan hilang sendiri secara bertahap setelah melahirkan.

4 dari 5 halaman

Rangsangan seksual

Ketika terangsang secara seksual, area klitoris dan labia minora mungkin saja terlihat berubah warna jadi lebih gelap bahkan menghitam.

Hal ini disebabkan karena pada bagian tersebut mendapat aliran darah yang deras sehingga darah berkumpul dan mengakibatkan efek bibir bagian intim kamu menghitam.

Meski demikian, tidak perlu dicemaskan, sebab warnanya akan normal kembali setelah sudah tidak lagi merasa terangsang.

Kanker

Vagina hitam juga dapat menandakan kanker vulva, meskipun jarang terjadi. Dalam hal ini, warna gelap biasanya berbentuk seperti bercak yang disertakan dengan gejala lain, seperti muncul benjolan seperti terbakar, kebas, dan gatal.

Bila kamu mengalami gejala kanker vulva, cepatlah periksa ke dokter dan diobati secepatnya, agar peluang sembuh semakin besar.

5 dari 5 halaman

Obesitas

Gesekan antar paha dalam dan bokong akibat berat berlebih dapat menyebabkan area intim menghitam, cara mengatasinya dengan menjaga berat badan yang ideal.

Menggunakan celana terlalu ketak

Memakai celana terlalu ketat akan membuat area intim kamu lebih lembap dan mengubah warna menjadi gelap karen sirkulasi terganggu.

Mencukur bulu kemaluan

Mencukur bulu kemaluan biasanya tidak menyebabkan area intim menghitam. Namun, apabila saat mencukur menekan pisau terlalu dalam, maka kulit akan terkikis dan menjadi kehitaman.

(Laporan: Josephine Widya, Sumber: Sehatq)

Beri Komentar