Halal Trip di Taiwan Nggak Ada Matinya, Yuk Jelajah Kota Kuno Tainan!

Reporter : Wuri Anggarini
Jumat, 17 Januari 2020 10:11
Halal Trip di Taiwan Nggak Ada Matinya, Yuk Jelajah Kota Kuno Tainan!
Apa saja spot yang menjadi daya tarik di kota kuno tersebut?

Mendedikasikan diri sebagai destinasi wisata ramah Muslim, Taiwan memang nggak pernah kehabisan pesonanya. Ada banyak spot wisata yang menjadi gems tersendiri buat para traveler. Kemeriahan liburan di Taiwan nggak hanya terbatas di Taipei saja. Masih ada banyak kota lain yang bisa menjadi destinasi seru saat berlibur ke negera tersebut, sebut saja Tainan.

Tainan sendiri adalah ibu kota kuno Taiwan sekaligus menjadi kota tertua yang ada di pulau tersebut. Kota ini juga pernah menjadi ibu kota pemerintahan Taiwan di era Dinasti Qing sampai tahun 1895, ketika Jepang memindahkan pusat pemerintahan ke Taipei Utara.

Indonesia dan Tainan sendiri menyimpan hubungan baik. Selama masa pendudukan Belanda di tahun 1622 sampai 1662, Belanda menjadikan Formosa sebagai bagian dari VOC yang pusatnya di Batavia. Jadi, Taiwan (Formosa) saat itu adalah wilayah Hindia Belanda yang tidak bertahan lama. Pada tahun 1661, Taiwan diserahkan kepada Jenderal Koxinga dari Dinasti Ming.

Tainan memang dikenal dengan daya tariknya sebagai tempat bersejarah dan budaya. Tapi, lebih dari itu, kota ini memiliki pemandangan alam yang super keren. Apa saja spot yang menjadi daya tarik di kota kuno tersebut?

1. Chimei Museum

©Shutterstock

Tempat yang satu ini didirikan oleh Wen-Long Shi, yang juga merupakan pendiri Chi Mei Group dan salah satu orang terkaya di Taiwan. Bangunannya yang megah sekilas tampak mirip engan Gedung Capitol yang ada di Washington DC, ditambah jembatan Olympus dengan 12 patung dewa-dewi di bagian kanan dan kiri. Siapkan diri menemukan berbagai kejutan yang ada begitu memasuki bagian dalamnya!

Museum dua lantai ini memiliki koleksi utama berupa sekitar 4.000 karya seni lukis, furnitur, patung, alat musik, senjata, specimen hewan, dan fosil. Setelah itu, nantinya kamu akan dibuat takjub dengan koleksi istimewa milik museum tersebut. Mulai dari pecahan meteorit besi yang jatuh di Australia Barat pada 1911, fosil hewan berusia 250 juta tahun lalu, dan replika patung The Thinker yang merupakan karya Auguste Rodin.

Di ruang ketiga lantai satu, kamu bisa menyaksikan koleksi persenjataan yaitu Arms and Armours yang sudah pasti nggak boleh dilewati begitu saja. Ada banyak benda-benda yang bikin kamu seolah masuk ke zaman perang. Mulai dari beragam model helm prajurit Yunani dan Romawi seperti yang ada dalam film 300 atau Gladiator, baju zirah untuk kuda dan panglima perang Kekaisaran Mughal di India dari abad ke-17, sampai koleksi pedang, senapan kuno dan senjata laras panjang dari abad pertengahan.

Beranjak ke lantai dua, ada sederet koleksi lukisan bergaya Eropa dari abad pertengahan dan galeri instrument musik. Lokasi ini bisa dibilang surga bagi pecinta musik, khususnya biola. Bahkan, Forbes mencatat jika museum ini memiliki koleksi biola terbanyak di dunia, yaitu 1.376 buah. Biola yang paling terkenal adalah buatan Bartolomeo Cristofori, pembuat instrument musik terkenal yang bekerja pada keluarga Medici di Italia. Kabarnya, hanya ada 3 karyanya yang tersisa di dunia.

2. Caoshan Moon World

©Taiwan Tourism Board

Area yang satu ini adalah kawasan bebatuan kelabu yang terdiri dari batu pasir dan serpih. Fitur geologisnya adalah perbukitan dengan lembah yang dalam dan aliran sungai berliku. Kawasan tersebut sekilas memang hanya tanah tandus yang ditumbuhi bambu berduri dan rumput liar yang terlihat. Tapi jangan salah, karena ada banyak daya tarik yang bisa kamu dapatkan di sini.

Pengalaman menikmati matahari terbit dan perubahan awan serta kabut yang berlapis tergantung musim. Saat musim dingin tiba, bambu berduri ini akan layu dan menguning secara bertahap, lalu tampak merah di musim berikutnya. Jika ingin menikmati pemandangan yang lebih maksimal, datanglah saat Maret dan April karena bisa mengamati perubahan warna tanaman tersebut. Saat berkendara dan melihat kejauhan, kamu akan merasa seperti sedang melihat bumi dari bulan.

3. Kuil Koxinga

©Taiwan Tourism Board

Bisa dibilang kuil ini adalah satu-satunya yang bergaya Fujian di Taiwan. Koxinga merupakan kuil yang dibangun untuk mengenang Cheng Cheng Kung, bapak pendiri Taiwan. Ada sejarah tersendiri dari kuil yang satu ini. Pada saat berusia 21 tahun, Wu San Kwei memimpin pasukan Qing ke China dan mengakhiri dinasti Ming. Akibat ayahnya menyerah kepada Dinasti Qing dan ibunya bunuh diri, Cheng Cheng Kung sangat menderita dan memutuskan ia harus berbalik melawan Dinasti Qing demi membangun kembali Dinasti Ming. Pada April 1661, ia memimpin pasukannya menyeberangi Selat Taiwan dan setelah pertempuran 9 bulan, ia pun berhasil merebut Taiwan dari Belanda.

Kamu akan menemukan Aula Kebudayaan Tradisional Tainan di samping Kuil Koxinga yang memamerkan berbagai budaya bersejarah Tainan. Kamu bisa menemukan rekaman zaman pra sejarah hingga masa kini, sehingga tempat budaya ini menjadi spot yang seru buat dikunjungi.

4. Chikanlou

©Taiwan Tourism Board

Ingin mencari pemandangan matahari terbenam di Taiwan yang menawan? Datang saja ke Chikanlou, karena spot ini dikenal sebagai salah satu pemandangan favorit yang ada di sana. Dibangun oleh bangsa Belanda pada 1652 dan disebut Provintia, gedung ini tetap menunjukkan tampilan aslinya meskipun sudah melalui berbagai era.

5. Mata Air Panas Guanziling

Lokasinya berada di puncak gunung Zhentou, yang dulunya merupakan daerah asli suku Pingpu. Air panas Guanziling adalah salah satu spot yang terkenal di Taiwan bagian selatan. Berbeda dari kebanyakan, mata air tersebut berwarna abu-abu gelap dan terasa pahit. Airnya sendiri mengalir dari sumber yang berada di balik batuan. Di sekitar kawasan ini sudah dipenuhi oleh hotel dan resto bagi yang ingin menginap. Pemandangan gas alam dan mata air yang ada menjadi sebuah lanskap yang istimewa.

6. Anping

©Taiwan Tourism Board

Dulunya daerah ini dikenal dengan nama Dayuan yang populer karena budaya dan sejarahnya. Kawasan tersebut juga memiliki panorama matahari terbenam yang cantik, kehidupan malam, pemandangan alam yang indah, aktivitas laut, serta masakan lezat yang bikin siapapun betah di sana.

Banyak situs bersejarah yang bisa kamu temukan di sana, mulai dari Benteng Anping, Eternal Golden Casyle, dan Anping Tree House. Tempat lain yang nggak kalah menarik adalah Old Julius Mannich Merchant House, Haishan Hostel, Tait & Co. Merchant House dan Anping Minor Artillery Fort.

Beragam warisan bersejarah ini mengusung gaya arsitektur pada masa pendudukan Belanda, yaitu periode Cheng Cheng-kung (Koxinga), pemerintahan dinasti Qing, dan era kolonial Jepang yang menjadi bagian dari 300 tahun sejarah Taiwan. Sementara itu bagi yang mencari oleh-oleh, kamu bisa mengunjungi toko sekitar Yanping Old Street.

Gimana, mulai tertarik menjelajahi kota kuno Tainan yang membuat liburan di Taiwan makin menyenangkan? Akses menuju ke sana cukup mudah karena bisa dicapai menggunakan kereta cepat dari Taipei.

Halal trip juga semakin menyenangkan karena kamu bisa dengan mudah menemukan masakan halal di Tainan. Banyak contohnya, mulai dari Mic Mac Indonesian Restaurant, Toko Wiwi Indonesian Restaurant yang juga menyediakan musala, Private Chef Kitchen, dan YuYu Pas Mafe Restaurant. Mencari tempat beribadah juga gampang kok karena kamu bisa mengunjungi Tainan Mosque dan Masjid As-Salam.

Makin yakin buat melakukan halal trip ke Taiwan? Yuk, buruan rencanakan halal trip kamu, Sahabat Dream!

Beri Komentar