Haruskah Anak Menggunakan Masker Ganda?

Reporter : Mutia Nugraheni
Jumat, 2 April 2021 09:26
Haruskah Anak Menggunakan Masker Ganda?
Ada beberapa kondisi yang direkomendasikan bagi anak menggunakan masker ganda.

Dream - Pandemi Covid-19 masih jadi hal yang harus diwasapadai, meskipun sudah ada vaksin. Proteksi diri wajib terus dilakukan untuk menghindari dan meminimalisir penularan.

Seperti kita tahu, hingga ini vaksin Covid-19 untuk anak-anak di bawah 17 tahun masih dalam tahapan uji klinik. Anak kerap mengalami Covid-19 tanpa gejala tapi sangat menularkan. Untuk itu proteksi memang harus dilakukan ekstra.

Beberapa orang memproteksi diri mereka dan anak-anaknya dengan menggunakan masker ganda. Lalu apakah masker ganda efektif untuk melindungi anak-anak? Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC) baru-baru ini melakukan " simulasi eksperimental" untuk menilai efektivitas masker.

Ditemukan dua faktor yang dapat melindungi pemakainya dengan lebih baik. Pertama, menggunakan ukuran masker yang pas di wajah. Pastikan tidak ada celah yang memungkinkan masuknya udara.

Lalu kedua pilih masker yang memiliki banyak lapisan. Dengan begitu masker akan mampu menangkal droplet lebih baik. CDC bahkan merekomendasikan untuk menggunakan masker dengan dua atau lebih lapisan kain yang bisa dicuci serta nyaman untuk bernapas.

" Ini bukan tentang menggunakan dua masker, tapi tentang meningkatkan kesesuaian dan filtrasi dengan cara melapisi penutup pelindung,” kata Jeannie Kenkare, D.O., FAAFP kepala petugas medis dari PhysicianOne Urgent Care, dikutip dari Parents.

 

1 dari 4 halaman

Percobaan CDC yang diterbitkan pada 10 Februari 2021 menemukan bahwa masker medis dapat memblokir 56,1 persen partikel dari simulasi batuk, sementara masker kain memblokir 51,4 persen. Dengan menempatkan masker kain di atas masker medis bisa menyebabkan 85,4 persen dari partikel batuk akan tersumbat.

Jika anak-anak tidak dapat atau tidak ingin memakai dua masker pada saat situasi yang berisiko tinggi penularan, terdapat cara untuk meningkatkan efektivitas pada satu masker medis. CDC mengatakan bisa membuat simpul pada tali masker dan menyelipkan loop di telinga agar lebih pas.

Penggunaan masker ganda memang dapat memberikan perlindungan lebih baik pada anak-anak, terlebih pada virus Covid-19. Meskipun demikian, melapisi penutup wajah tersebut tidak selalu diperlukan.

 

2 dari 4 halaman

Sebaiknya hanya gunakan perlindungan lebih saat mengunjungi tempat berisiko tinggi, seperti pasar, bandara, atau tempat dengan keterbatasan udara. Namun saat hanya bermain di taman atau berjalan jalan di sekitar blok, sebaiknya gunakan satu masker sambil menjaga jarak. Karena udara luar yang segar juga diperlukan untuk menjaga kesehatan anak.

Saat melakukan double masking, penting untuk memakai masker sekali pakai di bawah masker kain. Karena perlindungan masker kain sedikit lebih aman. Bahkan dr. Kenkare menganjurkan untuk selalu memeriksa apakah masker telah terpasang dengan baik pada hidung, mulut, dan dagu.

Periksa dengan cara meletakkan tangan di sekitar masker lalu meniupnya. Bila maskernya pas, kamu bisa merasakan udara hangat masuk melalui bagian depan masker, atau mungkin bisa melihat bahan masker yang bergerak keluar masuk pada setiap tarikan napas.

Direkomendasikan masker wajah yang dirancang untuk anak-anak, yang memiliki panjang dan tinggi keseluruhan yang lebih kecil. Dengan memiliki lingkaran telinga yang fleksibel agar memberikan kenyamanan. Selalu pastikan bahwa masker berukuran pas di wajah dan cukup rapat untuk mencegah celah. Ia juga menyarankan untuk memberikan masker dengan figur tokoh kartun favorit anak agar mereka senang dan nyaman saat menggunakan masker secara konsisten.


Laporan Yuni Puspita Dewi

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

3 dari 4 halaman

Panduan Baru CDC, Penerima Vaksin Penuh Bisa Bertemu Orang Tanpa Masker

Dream - Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC) menerbitkan panduan terbaru ditujukan bagi para penerima vaksinasi. CDC menyatakan para penerima vaksinasi penuh dapat bertemu orang lain tanpa menggunakan masker.

Dalam panduannya pada laman cdc.gov, CDC menyebutkan orang yang telah disuntik dengan dua kali dosis vaksin Covid-19 bisa berkumpul dalam kelompok kecil bersama mereka yang belum divaksin tanpa masker, seperti keluarga dan kerabat. Kondisi ini disebut memiliki risiko penyebaran Covid-19 yang rendah.

Tetapi, mereka belum dibolehkan berkumpul dalam jumlah besar. Selain itu, kewajiban memakai masker masih berlaku ketika mereka ingin mengunjungi orang belum divaksin atau saat bersama orang yang berisiko terkena Covid-19 parah.

" Kita masih berada di tengah pandemi yang parah, dan masih lebih dari 90 persen populasi kita belum divaksinasi penuh," kata Direktur CDC, Rochelle Walensky.

Sehingga, dia menegaskan orang yang telah divaksin maupun belum tetap harus menghindari kerumunan sedang dan besar. Juga menahan diri untuk melakukan perjalanan non-esensial atau kurang begitu penting.

 

 

4 dari 4 halaman

Panduan baru ini membahas bagaimana penerima vaksin dapat dengan aman beraktivitas. Juga cukup aman untuk mengadakan kontak lebih normal dengan orang-orang di luar rumah di tengah pandemi Covid-19.

Walensky mengatakan ini merupakan langkah penting pertama. Tetapi, dia mengingatkan hal ini bukanlah tujuan akhir.

" Karena semakin banyak orang yang divaksinasi, tingkat infeksi Covid-19 menurun di komunitas, dan karena pemahaman kami tentang kekebalan Covid bertambah, kami berharap dapat memperbarui rekomendasi ini kepada publik," kata Walensky.

Panduan ini dirilis CDC setelah 30 juta warga, sekitar 9,2 persen populasi AS telah mendapatkan vaksinasi penuh dengan vaksin dari Pfizer-BioNTech, Moderna, serta Johnson & Johnson. Sedangkan sebanyak 58,9 juta jiwa atau hampir 18 persen warga AS telah menerima suntikan vaksin pertama.

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar