Autopsi Jenazah Covid-19 Ungkap Virus Corona Sebabkan Jantung Pecah

Reporter : Sugiono
Rabu, 29 April 2020 14:46
Autopsi Jenazah Covid-19 Ungkap Virus Corona Sebabkan Jantung Pecah
Kasus yang dialami pasien itu sangat tidak biasa.

Dream - Hasil autopsi terhadap kematian pertama pasien Covid-19 di Amerika Serikat memperlihatkan temuan yang sangat mengejutkan.

Menurut laporan, korban berusia 57 tahun ini meninggal karena jantungnya pecah akibat serangan virus corona.

Patricia Dowd dari San Jose, California, meninggal dunia di rumahnya pada tanggal 6 Februari 2020 lalu. Saat itu Patricia mengalami gejala mirip flu.

Belakangan, setelah dilakukan penyelidikan atas kematiannya, dokter menemukan bahwa Patricia terinfeksi virus corona.

Ini artinya, kematian pertama pasien Covid-19 sudah terjadi seminggu lebih awal dari yang diperkirakan selama ini.

1 dari 3 halaman

Penyebab Jantung Pasien Covid-19 Pecah

Kematian Patricia awalnya dianggap sebagai akibat dari serangan jantung. Tetapi laporan autopsi menunjukkan bahwa virus corona telah menyebar ke otot jantungnya.

Infeksi virus tersebut menyebabkan katup di jantung Patricia pecah, The Mercury News melaporkan.

" Sistem kekebalan tubuhnya menyerang virus. Selama menyerang virus, sistem kekebalan tubuhnya juga merusak jantung hingga akhirnya pecah," jelas Dr. Judy Melinek, ahli patologi forensik yang tidak terlibat dengan kasus Patricia.

2 dari 3 halaman

Jantung Normal Tidak Mungkin Pecah

Menurut Melinek, kasus pecahnya jantung ini lebih sering terjadi pada orang dengan kadar kolesterol tinggi atau kelainan pada otot jantung.

Tetapi kasus yang dialami Patricia sangat tidak biasa, mengingat bahwa berat dan ukuran jantung wanita itu normal.

" Ada sesuatu yang misterius kenapa jantung yang normal bisa pecah. Jantung normal tidak mungkin pecah," kata Melinek kepada The San Francisco Chronicle.

Patricia dilaporkan dalam keadaan sehat dan berolahraga secara teratur sebelum dia jatuh sakit.

3 dari 3 halaman

Kasus yang Sama di China

Penelitian di China sebelumnya menyebutkan adanya hubungan antara infeksi Covid-19 dan jantung.

Dalam penelitian itu satu atau dua lebih dari 5 pasien Covid-19 yang meninggal mengalami kerusakan jantung.

Sumber: Live Science

Beri Komentar