Peringatan Buat Kaum Rebahan! Kebiasaan 'Mager' Bisa Picu Kanker

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Selasa, 26 Januari 2021 18:13
Peringatan Buat Kaum Rebahan! Kebiasaan 'Mager' Bisa Picu Kanker
Munculnya kanker kolorektal (KKR) di usia muda dipicu dengan berbagai kebiasaan buruk, salah satunya mager.

Dream - Fenomena baru selama masa pandemi Covid-19 adalah munculnya istilah kaum rebahan. Biasanya mereka ini tak melakukan aktivitas selain tiduran dan malas gerak alias mager. Kamu yang termasuk golongan rebahan ini sebaiknya mulai bangkit dari tempat tidur atau sofa dan melakukan aktivitas untuk olah tubuh. 

Kebiasaan Mager ternyata bisa berpengaruh buruk bagi kesehatan. Konsultan Hematologi Onkologi Medik FKUI-RSCM, Dr. dr. Ikhwan Rinaldi bahkan mengungkapkan kanker kolorektal (KKR) di usia muda bisa dipicu dengan berbagai kebiasaan buruk salah satunya mager.

" (Perkembangan) kanker membutuhkan waktu puluhan tahun. Di Indonesia ada kasus di usia muda, mungkin dari lifestyle. Aktivitas fisik rendah bisa memunculkan risiko (kanker kolorektal) meskipun kontribusinya tidak banyak," ujarnya dalam virtual media briefing 'Bagaimana Personalised Medicine dalam Kanker Kolorektal', Selasa 26 Januari 2021.

Untuk mencegah munculnya kanker dalam tubuh, para pakar kesehatan merekomendasikan setiap orang untuk berolahraga ringan selama 30 menit setiap harinya selama seminggu. Olah fisik ini berguna untuk membantu kesehatan secara umum termasuk menurukan risiko terkena berbagai tipe kanker seperti KKR.

1 dari 5 halaman

Konsumsi Daging Merah Berlebih

Kebiasaan buruk lain yang dapat memicu KKR yakni, konsumsi daging merah yang diolah berlebihan, kurang asupan makanan berserat seperti sayuran dan buah-buahan, menyantap makanan berpengawet, merokok, memiliki berat badan berlebihan, bisa jug amenjadi faktor munculnya KKR.

" Konsumsi daging merah belerbihan yang dibakar atau diolah dengan suhu tinggi, bisa bukan lagi daging, tetapi sudah ada yang bersifat karsinogenik," kata dr Ikhwan.

Insiden kanker kolorektal di Indonesia berdasarkan data Globocan 2012 sebesar 12,8 per 100.000 penduduk usia dewasa, dengan mortalitas 9,5 persen dari seluruh kasus kanker.

2 dari 5 halaman

Faktor Penyebab KKR Lain

Sebanyak 70 persen dari faktor penyebab KKR ini dipengaruhi faktor lingkungan termasuk kebiasaan makan, aktivitas fisik, merokok dan konsumsi alkohol.

Sekitar 25 persen dari kasus KKR akibat faktor genetik, dan 5 persen dari KKR memiliki faktor keturunan yang terkait dengan perkembangannya, menurut data International Agency for Research on Cancer WHO.

KKR bisa terjadi pada bagian kolon (bagian terpanjang pada usus besar) atau rektum (area akhir usus besar sebelum anus).

3 dari 5 halaman

Deteksi Dini Kanker Mulut, Lakukan 'Samuri' dengan Rutin

Dream  Sahabat Dream mungkin sudah sangat akrab dengan gerakan " Sadari" atau kependekan dari perika payudara sendiri. Gerakan ini sangat dianjurkan untuk deteksi dini tumor dan kanker payudara.

Nah, ada satu lagi gerakan yang juga penting untuk dilakukan rutin yaitu " Samur" atau periksa mulut sendiri. Gerakan " Samuri" menurut drg. Rusmawati, Sp.PM dari RS Mitra Keluarga, Bintaro, penting untuk mendeteksi dini kanker mulut. Bagaimana melakukannya?

" Lakukan samuri ini dua minggu sekali. Sebelum melakukan cuci tangan dengan sabun lebih dulu. Lalu berdiri depan cermin dan periksa bibir atas dan bawah, apakah ada rasa sakit, benjolan atau kaku," kata dr. Rusmawati dalam webinar yang digelar PT Kalbe Farma Tbk.

Setelah itu periksa gusi atas dan bawah, lalu pipi bagian kanan dan kiri. Periksa juga dengan jari lidah bagian atas dan bawah. Lanjut ke bagian rongga mulut atas dan bawah dan lidah kiri serta kanan.

 

4 dari 5 halaman

" Periksa kelincahan kekakuan dan pergerakan lidah, jika ada benjolan, nyeri, kaku, lakukan konsultasi," ungkap drg. Rusmawati.

Salah satu gejala kanker mulut menurut drg. Rusmawati adalah sariawan lebih dari 1 bulan, rasa sakit di rongga mulut yang tidak sembuh, serta pembengkakan pada dagu akibat pembengkakan kelenjar limfa submandibular.

" Ada juga rasa ganjal di tenggorakan yang tidak hilang, kesulitan mengunyah dan menelan, gigi goyang/tanggal di sekitar tumor, benjolan pada leher, penurunan berat badan dan bau mulut,” ungkapnya.

 

5 dari 5 halaman

Untuk sariawan sendiri, sebenarnya keluhan yang bisa sembuh dengan sendirinya. Jika dirasa cukup menyiksa, bisa menggunakan pereda nyeri sariawan seperti Aloclair yang memiliki kandungan Aloe Vera sebagai antiinflamasi, antiseptik, analgesik dan pembalut luka. Terdapat juga sodium hyaluronate sebagai jaringan ikat, melembapkan, dan mempercepat penyembuhan luka.

" Aloclair Plus merupakan obat sariawan ideal yang efektif buat lapisan pelindung untuk mengurangi nyeri, efek tahan lama, kerja cepat, aman jika tertelan, bahan aktif aman, tidak menimbulkan iritasi dan rasa perih dan mudah digunakan,” ujar Vania Harista Product Manager PT Kalbe Farma Tbk.

Beri Komentar