Hindari Anemia Selama Ramadan, Biar Puasa Lancar

Reporter : Dwi Ratih
Minggu, 11 April 2021 15:30
Hindari Anemia Selama Ramadan, Biar Puasa Lancar
Pastikan juga kamu konsumsi pengganti menu-menu yang dihindari, ya.

Dream - Nggak cuma saat menstruasi saja, anemia atau yang dikenal dengan penyakit darah rendah ini juga sering menyerang para wanita saat berpuasa. Tak hanya wanita, penyakit ini juga bisa menyerang pria lho.

Seperti diketahui, anemia atau darah rendah terjadi ketika kondisi kadar hemoglobin (Hb) atau jumlah eritrosit (sel darah merah) dalam darah kurang dari nilai normal.

Di dalam sel darah merah, terdapat hemoglobin yang membawa oksigen ke jaringan di dalam tubuh. Gejala paling umum muncul saat anemia adalah kelelahan. Tentu ini akan menjadi masalah buat kamu yang memiliki segudang aktivitas di bulan puasa.

Hati-hati ya, Sahabat Dream. Jika tidak diatasi dengan cepat, anemia atau darah rendah bisa menyebabkan pusing, detak jantung tidak normal, sesak napas, hingga sakit di dada.

Berikut beberapa cara mudah yang bisa kamu lakukan demi mencegah anemia saat berpuasa di bulan Ramadan. Orang yang berisiko mengalami anemia harus benar-benar memperhatikan asupan nutrisinya selama bulan Ramadan.

Simak sampai akhir, ya:

1 dari 5 halaman

Hindari makanan dan minuman tertentu

Saat berbuka puasa, kerap kali kita menyicipi berbagai makanan dan minuman yang menyegarkan. Namun ternyata hal tersebut bisa memicu anemia.

Berikut beberapa jenis yang perlu dihindari:

Teh

Teh hitam memiliki konsentrasi tanin tertinggi. Tanin adalah zat alami yang ditemukan dalam banyak makanan nabati.

Tanin dapat mengganggu penyerapan zat besi nonheme dari sumber tanaman seperti kacang-kacangan, bayam dan sayuran berdaun hijau gelap lainnya.

Minuman seperti teh hijau mungkin merupakan sumber antioksidan yang baik, tetapi mereka juga dapat mengurangi kemampuan tubuh untuk menyerap zat besi.

Ilustrasi© Shutterstock

Kopi

Kandungan kafein dalam kopi juga dapat mengganggu penyerapan zat besi. Polifenol yang ditemukan dalam kopi dan teh dianggap sebagai penghambat utama penyerapan zat besi.

Kandungan asam klorogenik dan tanin bisa menghambat penyerapan zat besi. Akibatnya senyawa ini mengikat dengan zat besi selama pencernaan, membuatnya lebih sulit untuk diserap.

2 dari 5 halaman

Makanan dengan kalsium

Makanan dengan kandungan kalsium dapat mengganggu penyerapan zat besi. Hindari pengonsumsian suplemen atau makanan yang mengandung zat besi bersamaan dengan kalsium.

Misalnya, daging sapi, dan kacang tidak boleh dimakan dengan susu, keju, dan yogurt.

Tenang, kamu masih dapat mengonsumsi makanan dengan kalsium, dengan catatan melakukannya beberapa jam setelah atau sebelum mengonsumsi zat besi.

Makanan dengan oksalat

Dalam beberapa kasus, makanan yang mengandung asam oksalat diketahui mengganggu penyerapan zat besi.

Karena hal ini, penderita anemia disarankan untuk mengkonsumsi makanan ini dalam jumlah terbatas selama masa pemulihan.

3 dari 5 halaman

Sebagai gantinya, Sahabat Dream wajib banget konsumsi beberapa asupan berikut supaya daya tahan tubuh tetap terjaga:

Memenuhi zat besi

Tubuh memiliki sedikit sel darah merah yang sehat untuk membawa oksigen yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh.

Saat berbuka puasa dan sahur pastikan untuk mengonsumsi zat besi yang cukup. Makanan yang kaya akan zat besi di antaranya seperti telur, daging, dan aneka sayuran.

Ilustrasi© Shutterstock

Konsumsi makanan kaya folat

Vitamin B9 adalah nutrisi yang berperan penting dalam pertumbuhan sel dan pembentukan DNA. Kekurangan folat dapat menyebabkan anemia.

Penyebab utama seseorang kekurangan folat biasanya karena jarang mengonsumsi buah-buahan segar, sayuran, dan sereal. Selain itu, memasak makanan terlalu lama juga dapat menghancurkan vitamin.

Selama bulan puasa, konsumsilah makanan bergizi untuk mencegah defisiensi folat. Makanan yang mengandung folat dalam jumlah tinggi meliputi sayuran hijau, buah, telur, kacang-kacangan, dan jamur.

4 dari 5 halaman

Konsumsi vitamin C

Vitamin C terbukti mampu meningkatkan penyerapan zat besi. Vitamin ini menangkap zat besi non-heme dan menyimpannya dalam bentuk yang lebih mudah diserap tubuh.

Makanan tinggi vitamin C antara lain buah jeruk, sayuran berdaun hijau gelap, paprika, melon dan stroberi. Vitamin C juga berperan penting dalam sejumlah fungsi tubuh termasuk produksi kolagen, L-karnitin, dan beberapa neurotransmiter.

Hal ini akan membantu memetabolisme protein dan aktivitas antioksidannya dapat mengurangi risiko beberapa kanker.

Konsumsi makanan yang mengandung vitamin B12

Metabolisme setiap sel dalam tubuh bergantung pada vitamin B-12, karena berperan dalam sintesis asam lemak dan produksi energi.

Vitamin B-12 akan membuat pelepasan energi dengan membantu tubuh manusia menyerap asam folat yang juga penting untuk mencegah anemia.

Secara alami, vitamin B12 bisa kamu temukan dalam makanan hewani, termasuk daging, ikan, unggas, telur, dan susu.
Namun, vitamin ini juga dapat ditemukan dalam produk yang diperkaya dengan B12, seperti beberapa jenis roti dan susu nabati.

5 dari 5 halaman

Memperbanyak sayuran hijau

Sayuran Hijau terutama yang berdaun gelap, merupakan sumber zat besi nonheme terbaik. Beberapa sayuran hijau juga mengandung folat dan vitamin C.

Mengonsumsi sayuran hijau dengan makanan yang mengandung vitamin C seperti jeruk, paprika merah, dan stroberi, dapat meningkatkan penyerapan zat besi.

Ilustrasi© Shutterstock

Konsumsi daging

Sumber terbaik zat besi bisa kamu temukan dalam daging merah, domba, dan daging rusa. Sementara daging unggas seperti ayam memiliki jumlah yang lebih rendah namun juga bisa jadi pilihan.

Mengonsumsi daging atau unggas dengan makanan besi nonheme, seperti sayuran hijau, dapat meningkatkan penyerapan zat besi.

Untuk makanan laut, kamu bisa mengonsumsi tiram, kerang, dan udang sebagai sumber zat besi heme yang baik. Konsumsi makanan-makanan ini dengan kombinasi seimbang untuk mencegah anemia selama berpuasa.

Beri Komentar